
🌹Vote ya gais🌹
🌹Jangan lupa follow ig nya emak dong🌹
🌹Emak beranak dua itu gak punya banyak waktu luang ya🌹
🌹Jadi tolong dimengerti kalau lama update nya🌹
🌹Apalagi kalau kedatangan mertua, masa main hape mulu, malu lah.🌹
🌹Oh ya, ig emak adalah : @Redlily123🌹
David tidak banyak bicara di kantor, dia banyak termenung mengingat tindakan istrinya. Anak anaknya juga mengabaikannya terus menerus. David bingung harus berbuat apa lagi supaya mereka bertingkah seolah olah dirinya akan segera mati.
Dia menarik rambutnya kasar, menarik napas dalam dan mencoba tetap tenang.
Namun kegundahan itu datang saat pintu luar ruangannya diketuk dengan sangat kencang. Dari suaranya saja David bisa menebak siapa yang datang. Dipastikan itu adalah teman temannya.
Namun, sebelum mereka masuk, David berencana mengunci pintu. Tapi mereka lebih dulu masuk.
“Siallll,” ucap David saat melihat Luke dan Sebastian sudah masuk.
“Hei, kau dengar apa yang dikatakannya, Bas?”
“Ya, dia pasti sangat frustasi dengan apa yang terjadi.”
“Jadi kalian tau? Sekarang berhenti datang dan mengajakku keluar. Dan Luke, kenapa kau masih di sini? Bukankah seharusnya kau pergi kembali ke Swiss dan memastikan istrimu baik baik saja.”
Sebastian tertawa, dia duduk di sofa. “Medina masih ingin semedi dengan karirnya, dia akan menjadi perjaka tua.”
Luke tidak terima, dia menatap balik Sebastian. “Bagaimana denganmu?”
Sebastian mengangkat tangan, dia tersenyum memberi isyarat yang membuat David mendekatinya seketika. “Kau akan menikah?”
Mendengar itu Luke ikut bertanya, “Apa kau takut dengan ancaman ayahmu jika tidak menikah maka perusahaan akan jatuh ke ibu tirimu dan anaknya?”
“Aku kaya tanpa perusahaan ayahku, tapi…..” Sebastian menggantungkan ucapannya.
“Tapia pa?” tanya Luke penasaran.
David yang tau tatapan itu segera menjawab, “Tentu saja dia hanya ingin membuat mantan kekasihnya menderita tanpa uang sepeserpun.”
“Hei, apa kau tidak kasihan pada adikmu?”
“Bagiku dia hanyalah anaknya Lucille, bukan adikku.”
“Dengan siapa kau akan menikah?” tanya David.
“Luke.”
“Kau ingat wanita yang pernah melempariku sandal di kampong saat kita liburan?”
“Ah, si gadis sepeda,” ucap Luke antusias. “Kenapa? Ada apa dengannya?”
“Dia salah satu kandidatnya.”
“Bagaimana bisa?” tanya Luke penasaran.
Dan Sebastian menjelaskan semuanya dengan gerakan tangan yang mengartikan uang.
“Kau membelinya?”
“Tidak sekasar itu, tapi mungkin… ya. Dia juga punya ibu tiri dan paman yang jahat, ayahnya sakit. So….., what ever will be will be.”
“Que sera sera,” lanjut David.
Nyanyian yang menandakan bahwa akan ada sesuatu yang baru.
🌹🌹🌹🌹🌹
Keadaan masih sama, saat David pulang dari kantor dia tidak mendapati Lily di rumah. Sebelumnya istrinya berkata akan membuka toko bunga bersama dengan Oma, hal yang mana membuatnya seolah tidak dianggap.
David menyadari ini, memang salahnya telah melanggar janjinya. Dan sebagai gantinya, dia hanya bisa bersikap lebih baik lagi ke depannya.
Anak anak pun belum pulang, mereka bilang pulang dan melihat toko bunga baru mommy mereka.
Makanan dan cemilan pun, hanya pelayan yang menyajikan.
Pergi ke kamar membuat David malas, melihat ranjang yang terpisah jauh membuatnya tidak nafsu.
“Astaga, aku butuh kesegaran.”
David pergi ke kamar mandi dan membasuh diri di sana.
Dia mengadah merasakan air mengguyur tubuhnya hingga dingin terasa. Dan ketika keluar kamar mandi saat selesai, David melihat Lily yang masuk kamar.
“Sayang…., kau sudah pulang?”
“Ya,” jawab Lily dengan ceria. “Kau tau, David? Gedungnya sangat unik, karena ditinggalkan lama, jadi tumbuh beberapa tumbuhan. Itu membuatnya tampak unik.”
David tersenyum, dia senang melihat istrinya seperti ini. Dan dia sadar, memang seharusnya Lily merasakan dulu dunia luar sana.
Maka darinya David mendekat dan memeluknya. “Lakukan apapun yang kau sukai, Sayang. Asal jangan tinggalkan aku.”
🌹🌹🌹🌹
Maaf pendek, ada mertua. Dan emang iya, Bastian bakal ada serriesnya sendiri. Jadi kemungkinan David tamat atau updatenya seminggu empat kali aja.