
🌹Jangan Lupa Kasih Emak Vote ya anak anak kesayangan emak.🌹
🌹Follow juga igeh emak di : @REDLILY123.🌹
🌹Selamat membaca, emak sayang kalian.🌹
Hari ini Lily akan pulang, dia bersiap siap untuk keluar ruangan. Di dalam ruangan yang sama dengannya, para pelayan sedang membereskan pakaiannya. David sedang keluar tanpa memberitahu Lily, membuat wanita itu bertanya tanya kemna perginya sang suami.
Sampai David kembali dengan membawa kursi roda.
“Untuk apa itu?” tanya Lily dengan mata heran.
“Untukmu.”
“Aku tidak mau memakai itu.”
“Sayang, kau tidak boleh berjalan.”
“Sejak kemarin aku berjalan, David. Tidak apa. Ayo pegang tanganku.”
David mengerucutkan bibirnya, dia tahu akan selalu kalah dengan Lily. Akhirnya dia menggenggam tangan istrinya untuk membawanya keluar.
“Mereka akan membawa pakaianku ke rumah bukan?”
“Kau ingin liburan? Haruskah aku menyuruh mereka membawanya ke Bali?”
Lily mencubit tangan suaminya, mereka yang dimaksud adalah pelayan yang membereskan pakaian Lily.
“Tolong kemasi dengan baik, aku akan pulang duluan.”
“Baik, Nyonya.”
“Terima kasih sebelumnya,” ucap Lily kemudian dituntun oleh sang suami menuju pintu keluar.
Begitu mereka keluar dari pintu, David berkata, “Kebiasaanmu tidak hilang, Sayang. Kau benar benar sopan.”
“Itu lebih enak bukan daripada mendapatkan majikan yang menyebalkan?”
David mencium tangan istrinya yang sedang dia genggam.
“Hentikan itu,” ucap Lily malu malu. “Bisakah kita pergi ke toko mainan dulu? Dan juga toko bunga milikku?”
“Jangan khawatir, Oma sudah menyuruh Eta untuk membuka toko. Dan toko mainan?”
“Bukan untuk itu, aku ingin membawanya pulang untuk anak anak.”
“Ah… anak anak,, aku hampir melupakan mereka.”
“Apa maksudmu hampir melupakan mereka?” tanya Lily kesal.
“Hanya bercanda, Sayang,” ucap David membukakan pintu mobil untuk sang istri.
Saat dalam perjalanan, David mendapatkan pesan dari Luke untuk menghubunginya.
Tapi karena David sedang berkendara, dia tidak mengangkatnya. Sampai Luke menghubunginya lebih dulu.
“Hallo, aku dalam perjalanan. Ada apa?”
“Jangan datang ke pernikahanku, oke?”
“Kenapa? Oma akan memukulku.”
“Belum.”
“Jangan datang, aku tidak akan menikahinya.”
“Berikan aku alasan logis, Luke.”
“Aku memperk🌹sa Rara, dia hamil dan melahirkan anakku. Jadi aku tidak bisa menikahinya. Tapi karena Kakekku menentang Rara, aku menyembunyikannya di Guarda bersama anak kami.”
“What the f🌹ck?” gumam David.
Membuat Lily berkata, “David, perhatikan ucapanmu.”
“Maaf, Sayang,” ucap David kembali bicara dengan Luke.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sepanjang membeli mainan dan beberapa bunga untuk anak anak, David lebih banyak diam memikirkan Luke. Luke adalah sahabat yang sudah dia anggap sebagai adik kandungnya, dan dia sekarang dalam masalah berat.
Namun, Luke menolak segala bantuan, dia adalah type manusia yang tidak akan meminta bantuan kecuali nyawanya sudah di ujung nyawa.
Kembali ke dalam mobil setelah membeli kue beras, Lily bertanya tanya kenapa raut wajah David seperti itu.
“Ada apa, Sayang?” tanya Lily supaya David mengeluarkan kegelisahannya.
“Sayang, Luke bilang kita tidak perlu datang ke pernikahannya. Dia tidak akan menghadirinya.”
“Apa maksudnya?”
“Luke memperk🌹sa Rara, dia hamil. Lalu Medina menemukan fakta itu, dia mendatangi Rara yang mana membuat Rara jatuh.”
“Apa mereka selamat?”
“Ya, Rara dan bayinya selamat. Tapi Rara belum sadar juga sampai saat ini,” ucap David. “Bayi mereka masih dalam incubator, dan karena Kakek Nobles menentang Luke untuk bertanggung jawab, Rara disembunyikan di Desa Guarda.”
“Maksud dari Rara belum sadar?”
“Dia koma.”
“Ya Tuhan,” gumam Lily merasa menyesal tidak memberitahukan ini pada Luke sejak awal.
Luke bertanggung jawab, dan Lily menyesali hal itu.
“Dan Luke tidak akan menikahi Medina?”
“Ya, tapi Kakek Nobles melakukan percobaan bunuh diri agar Luke menikahi Medina karena Kakek Nobles tidak mau menanggung malu.”
“Dan apa yang direncanakan Luke?”
“Dia berfikir untuk tidak datang ke pernikahannya.”
“Lalu bagaimana dengan Kakek Nobles?”
“Aku percaya dia tidak akan bertindak gegabah, apalagi hal ini menyangkut nyawa Kakek yang membesarkannya.”
🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE