Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Sepenggal ingatan Luke



🌹Vote sebelum membaca ya Ghais.🌹


🌹Jangan lupa ajak antek antek baddas geng kalian biar bisa rileks baca ini, masa gak ngakak baca ini. Wuahahahaha, biar gak jenuh and gak bosen ya….🌹


🌹Jangan lupa juga follow ige emak Lily : @RedLily123🌹


Lily tidak bisa berhenti menatap Oma. Yang katanya hendak senam, kini Oma malah berakhir menatap layar laptop sambil tersenyum.


“Oma…,” panggil Lily.


Yang mana membuat Oma mengibaskan tangannya.


“Oma, bukankah kita akan senam?”


“Sebentar, tinggal satu episode lagi.”


“Oma sedang menonton apa?”


“jangan ke sini!” larang Oma. “Oma takut kau akan suka dan melupakan cucu Oma.”


“Oma sedang menonton drama India?”


Pertanyaan itu membuat Oma tertawa. “Oma sedang tidak mood menonton Ladho Singh, ini lain lagi.”


Mete yang ada di sana mendekat. “Biarkan saja, Nyonya Muda. Anda tidak akan bisa menghentikannya.”


“Apa yang sebenarnya kau berikan?”


“Ah, itu Amry Bomb, itu adalah lightstick jika anda dalam konser.”


“Apa Oma akan menonton konser bersamamu?”


“Tidak, Nyonya. Saya mendengar Nyonya Besar sedang menyukai BTS, jadi saya membelikan itu.”


“B⸻ apa? BTS?”


“Iya, itu adalah group asal korea selatan.”


“Ah, temannya Lee Min Hoo?”


“Lee Min Hoo itu actor, ini Idol.”


Setiap Oma punya hobby baru, dia selalu ditangkap basah beberapa kali tidak konsentrasi dan tidak dapat diganggu.


“Oma ayo senam.”


“Oma sedang menonton RUN BTS.”


“Astaga.”


“Oma akan jadi Army,” ucap Oma mantap, dia menatap Lily.


Army dalam pikiran Lily adalah tentara, oleh karena itu dia panic. “Oma… Oma ingin jadi Army? Bagaimana bisa? Oma, Oma harus sadar, bagaimana jika Oma tumbang saat berlatih.”


“Ck ck ck, Lily aku senang kau tradisional.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


“Jadi….,” ucap David menatap Luke yang masih berfikir bagaimana dirinya bisa berakhir di sini. “Kau ingat?”


“Jangan bicara padaku,” ucap Luke kesal. “Kau bertanya tiap lima menit, aku sulit mengingatnya.”


“Kau sudah diam selama setengah jam, bagaimana bisa aku diam?”


“Salahmu sendiri memesan alcohol berkadar tinggi.”


David diam, dia menatap Sebastian yang tidak memberi komentar apa pun. 


Sampai akhirnya mata Luke menatap ke atas, dan bayangan bayangan tentang malam tadi dia kembali ingat…..


FLASHBACK ON MODE


“Hey,” ucap Luke memanggil penjaga. “Kemari kau.”


“Ada apa, Tuan?”


“Kedua temanku….” Luke diam sesaat akibat sendawa yang begitu kuat. “Ada…. Di dalam, bawa ke mari. Mereka mabuk, dan aku tidak. Muehehehehe.”


“Baik, Tuan,” ucap kedua penjaga di sana meninggalkan Luke sendirian.


Luke yang mabuk melangkah ke tempat parkiran mobil. Dan dia ingat kedua temannya membawa masing masing mobil. Luke juga tidak bisa mengangkut keduanya secara bersamaan mengingat mobil sport milik mereka hanya memiliki dua kursi penumpang saja.


Dan saat itulah Luke melihat seorang kakek tua yang sedang membersihkan sampah.


“Hoyyyy, Kakek!”


Pria tua itu berbalik saat hendak masuk ke mobilnya.


“Anak muda, kau mabuk?”


“Muehehehehe, tidak……..” Luke memejamkan matanya lama lalu tiba tiba membukanya lagi. “Hey pria tua! Aku menginginkan mobilmu.”


“Ini mobilku satu satunya, kenapa kau tidak beli?”


“Hey ayolah,” ucap Luke menahan tangan pria tua itu. “Ayo kita barter, lihat. Tiga mobil itu akan jadi milikmu.”


“Jangan bercanda.”


“Muehehehehe.”


“Lepaskan aku, anak muda.”


“Aku serius.” Luke melihat sekeliling dan mendapati penjaga yang membawa kedua temannya. “Hey! Kalian kemarilah. Masukan dia ke mobil ini.”


“Kau tidak bisa melakukan iti, anak muda.”


“Sudah, percaya padakku.”


Dan ketika Sebastian dan David yang sudah masuk itu terlelap, Luke mengambil kunci mobil mereka. Dan menyerahkannya kepada pria tua itu, termasuk miliknya juga. “Ini untukmu.”


“A⸻aku tidak bi⸻”


“Hey kalian penjaga! Pria tua ini aku berikan ketiga mobil itu, bantu dia.”


“Baik, Tuan,” ucap penjaga di sana kebingungan. “Tapi saya pikir anda butuh bantuan untuk pulang.”


“Menjauh dariku!” teriak Luke. “Tidak ada yang boleh menyentuhku!”


“Tuan, saya hanya ma⸻”


“Diam! Aku bisa melakukan apa pun pada tempat ini. Lagipula aku harus berbenah di….. rumah David…., dan aku terjaga! Muehehehehe!”


Luke yang cegukan itu mulai mengendarai mobi. Namun baru juga dia menginjak gas, mobil kembali mati.


“Wuahahahaha! David! Bas! Ini mobil antic.”


Dan begitulah seterusnya, mobil itu meloncar loncat untuk berjalan. Penjaga dan kakek tua di sana menatap tanpa bisa berkata kata, bagaimana mobil itu meloncat layaknya kodok kemudian disusul oleh suara Luke.


“Muehehehehehe!”


FLASHBACK OFF.


Ketika satu penggalan memori itu masuk, Luke menatap David dengan wajah takut takut.


“Kau ingat sesuatu bukan?” tanya David. “Beritahu aku.”


“Muehehehe.”


🌹🌹🌹🌹


To Be Continue.