Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Kemajuan Pesat



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


“What…..?” tanya Lily yang kaget dengan jawaban yang diberikan Nana, istri Sebastian itu memang anti mainstream, dia punya pemikiran yang lebih luas daripada yang Lily duga.


“Pegang, tarik. Tidak ada yang bisa dia lakukan.”


“Ah? Seperti itu?”


“Ya, seperti itu. Aku harus pergi dulu menemui ayahku, sampai jumpa.”


“Sampai jumpa, terima kasih sarannya,” ucap Lily menutup telpon.


Dia segera keluar dari kamar, ini sudah sore. Anak anak belum pulang karena masih bermain. Nina mengiriminya pesan dan memberitahukan kalau anak anak sedang bermain di luar.


Lily mengizinkannya, sedangkan dia memikirkan apa yang akan dia lakukan bersama David selanjutnya.


Menyusul ke rumah Oma, Lily sambil berfikir bagaimana dia akan mengajak David kembali bermesraan. Lily kembali memalu seperti pertama kali mereka bertemu.


Helaan napas terdengar, sambil membuka pintu, Lily memanggil Oma. “Omaaaa?”


“Oma ada di dapur, kemarilah.”


Lily mengikuti sumber suara, dia melihat Oma yang sedang memasak ditemani oleh Eta di sana. “Apa yang Oma buat?”


“Sesuatu untuk David, Oma masih perlu bantuanmu untuk membujuknya.”


“Apa Oma benar benar harus mendaki?”


“Oh ayolah, kau tahu Oma ingin melakukannya bersama komunitas Oma.”


“Baiklah, apa yang Oma buat?”


“Fortune Cookies.”


Lily melihatnya, dia mengerutkan keningnya. “Itu seperti kue semprong.”


“Ya, nama elite nya fortune cookies, Lila. Kenapa kau tidak gaul?”


“Dan Oma isi kertas ini?”


Oma mengangguk, membuat Lily penasaran apa yang sedang ditulis oleh Eta. Lily mendekat dan mengambil salah satunya. “Apa yang kau tulis, Eta?”


“Sesuai keinginan Nyonya Besar.”


Lily membaca salah satunya di sana, dimana isi tulisan itu adalah, “Kau akan mendapatkan banyak uang jika membiarkan Oma mu melakukan apa yang kau mau.”


Lily menatap Eta yang dibalas gelengan kepala oleh Eta. “Saya hanya mematuhi perintah.”


“Oma, bukankah ini terlalu jelas?”


“Harusnya bagaimana?”


“Entahlah, tapi ini terlihat jelas Oma ingin melakukan sesuatu.”


Oma berbalik menatap Lily. “Itu sebabnya, kau yang membujuk lebih dulu. Dan jika belum berhasil, Oma baru mengeluarkan jurus Oma. Oke?”


“Lily dulu?”


“Tentu saja, istri sah yang pertama.”


David makan dengan sedikit tidak semangat, dia merasa hampa tidak ada anak anak di sini, anak anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama Oma. Begitupun sekarang, mereka memilih makan malam di sana.


Dan David tidak bisa meninggalkan Lily yang sudah memasak untuknya.


“Kenapa?” tanya Lily melihat wajah David yang berubah drastic. “Kau tidak senang makan denganku?”


“Bukan begitu, Sayang,” elak David seketika. “Aku hanya merasa sepi tanpa anak anak.”


“Maka dari itu bukankah bagus jika aku mengandung lagi?” tanya Lily.


David terdiam, bukannya dia tidak mau. Tapi dia belum siap untuk saat ini, dia ingin focus pada si kembar. Dan mengingat apa yang terjadi, focus David akan terbagi.


Dia ingin focus pada calon bayinya nanti jika Ares dan Athena sudah dewasa.


“Kau terdiam, kau tidak mau?”


“Bukannya tidak mau, Sayang, aku hanya ingin focus pada si kembar dulu.”


“Lalu? Kau juga tidak percaya padaku?”


“Bukan begitu,” ucap David menatap istrinya. “Aku belum siap, aku tidak mau focus ku terbagi. Saat ini, mungkin sampai anak anak remaja, supaya aku bisa focus pada anak kita selanjutnya.”


Lily menghela napas, dia berhenti makan dan meletakan sendok.


“Kenapa? Ada apa?” tanya David yang merasa bersalah.


“Aku sudah kenyang,” ucap Lily berdiri. “Aku akan ke kamar duluan.”


“Tunggu, Sayang. Bukan begitu.”


David menghela napas dalam sambil mengusap wajahnya. Karena lapar, David menghabiskan dulu makan malamnya sebelum naik.


Ketika menaiki tangga, David banyak menghela napas bersiap dengan apa yang akan dia dapatkan.


Saat membuka pintu kamar, David mengerutkan keningnya tidak mendapati Lily. “Sayang?”


Tidak ada jawaban.


“Sayang?”


Sampai akhirnya tiba tiba ada tangan mungil itu memeluknya dari belakang.


“David.”


David melepaskan pelukannya dan berbalik menatap Lily, istrinya itu menunduk malu malu. “Kenapa, Sayang?”


“Jika tidak mau punya bayi saat ini, pakai ini saja.”


David melotot melihat Lily memiliki alat pengaman pria. “Woaw, sungguh kemajuan,” gumam David merasa bangga.


🌹🌹🌹🌹


TBC


Vote dong!


A. Cerita David berlanjut dengan Ares kecil.


B. Cerita Ares remaja