Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Love your Self



🌹Jangan lupa vote emak🌹


🌹igeh emak difollow ya : @redlily123🌹


🌹selamat membaca, emak sayang kalian🌹


Lily tertidur di kamar karena kelelahan bersama dengan Athena, sementara David tertidur di ruang televisi bersama Ares setelah selesai bermain.


Oma yang baru saja selesai membongkar buah tangan dari Swiss itu segera memastikan kalau Lily baik baik saja.


Oma datang ke kamar Lily dan mengusap punggungnya. Yang mana membuat Lily terbangun.


"Oma?"


"Oh, astaga. Oma tidak bermaksud membangunkanmu. Tidur saja lagi."


"Tidak," ucap Lily yang perlahan bangkit agar Athena tidak terbangun. "Ada hal yang harus aku ceritakan padamu, Oma."


"Apa? Kelihatannya serius," ucap Oma.


Lily segera menarik tangan Oma menuju ke tempat yang lumayan sepi agar tidak ada yang mendengarkan percakapan mereka termasuk pelayan. Lily ingin menepati janjinya pada Rara, tapi dia tidak bisa memendamnya sendirian.


"Apa? Kenapa kau terlihat gelisah?"


"Begini, Oma. Aku bertemu dengan Rara tadi."


"Rara? Pembantunya Medina?"


Lily mengangguk kuat.


"Ada apa dengannya?"


"Itu…..," ucapab Lily menggantung.


"Katakan pada Oma, Oma tidak akan mengatakannya pada siapa pun."


"Rara hamil anak Luke."


"Apa?!"


"Sssstttt…. Oma tidak boleh berisik."


Oma terdiam beberapa saat sampai Lily kembali menepuk pundaknya. "Oma."


"Ceritakan lebih detail."


"Luke memperkosa Rara saat dirinya mabuk, lalu Medina mendapatinya. Mereka berdua akhirnya mengusir Rara."


"Dan Luke baru saja bertunangan?"


Lily mengangguk.


"Dia seharusnya bertanggung jawab."


"Tapi aku sudah berjanji pada Rara untuk membebaskanya."


"Apa?"


"Aku tahu perasaab itu, Oma. Rara ingin melindungi anaknya. Terlepas dari itu, Rara punya masa lalu yang menyakitkan. Dia ingin memulai hidup yang baru."


"Bagaimana dia bisa memulai hidup yang baru saat dia diusir dan tidak pu--"


"Aku memberikannya cincin," ucap Lily memotong perkataan Oma. "Aku memberinya uang agar dia bisa bertahan hidup."


Oma terdiam, yang mana membuat Lily khawatir.


"Oma….," rengek Lily.


"Sebenarnya apa niatmu mengatakan semua ini pada Oma?"


"Aku hanya tidak ingin merasakan bebannya sendirian. Jadi aku berbagi bersama dengan Oma."


Oma menatap tidak percaya. "Astaga, Lila. Kau ingin Oma mendengarkan saja?"


"Aku berjanji pada Rara."


"Baiklah baiklah, kita lihat apa yang terjadi. Jika takdir berkata lain dan Luke menemukan kebenaran itu, maka kita harus membantu."


Lily menganggukan kepalanya setuju.


🌹🌹🌹


hari ini berjalan seperti biasanya, pagi pagi Lily memulai menyiapkan sarapan untuk anak anak dan suaminya.


Terlebih lagi David harus bekerja sampai malam, jadi Lily menyiapkan bekal supaya suaminya tetap sehat dan terjaga.


Tidak ada jawaban.


"Nina apa dia sudah bangun?"


"Sedang dimandikan pelayan, Nyonya."


"Oh, baguslah."


"Good Morning, Mommy," ucap Ares yang datang lebih dulu.


"Hallo, Ares Sayang. Duduklah dan makan makananmu."


"Ares akan menunggu Thea dan Daddy."


"Mereka masih mandi."


"Tidak apa, Ares tunggu saja."


Melihat itu membuat Lily mengusap kepala putranya dan menciumnya.


Karena tidak ingin putranya menunggu terlalu lama, Lily segera ke kamar Athena memastikan putrinya sudah siap.


"Biar aku yang mengambil alih," ucap Lily pada pelayan yang sedang memakaikan baju pada Athena.


"Baik, Nyonya."


"Mommy."


"Iya, Sayang?"


"Ales tidak mengeljakan pl matematikanya lagi."


"Apa? Benarkah?"


Athena mengangguk. "Bagaimana ini?"


Lily tidak menanyakannya selamam karena mereka lelah. 


Saat sedang memakaikan baju pada Athena, David keluar kamar. "Hallo, Sayang."


"Daddy!"


"Sayang, kemarilah," ucap Lily pada suaminya.


David mendekat. "Ada apa?"


"Kata Thea, Ares tidak mengerjakan pr matematikanya, bisa kau memastikan?"


"Beres, Sayang."


David segera bergegas menemui putranya yang ada di meja makan sedang menunggu.


"Good morning, Daddy."


"Morning, Son. Kau lama menunggu?"


"Iya, sampai kakiku berlumut."


David tertawa, dia duduk di samping Ares dan mengusap kepalanya. "Apa kau mengerjakan pr mu?"


"Pr yang mana?"


"Memangnya ada berapa?"


"Ada banyak pr, Daddy."


"Matematika?"


Ares menarik napasnya dalam.


"Kau tidak mengerjakannya?"


Ares menatap daddy nya. "Daddy, aku mencintai diriku sendiri."


"Apa?"


"Aku tidak mau diriku stres."


🌹🌹🌹


Tbc