Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
Suara Panggilan



🌹VOTEEE YAAA GAISSS🌹


"Kau bekerja lagi?" Tanya Lily yang berbaring sambil menyusui Baby Ares. Sementara Baby Athena sedang David gendong sambil membelakangi Lily.


"Iya, Sayang. Aku akan pulang sebelum jam makan malam. Kau ingin sesuatu?"


"Ya, pulang dengan selamat."


David merasa disindir, dia tersenyum menatap Lily. "Aku akan memandikan Baby Athena."


"Kau sudah mandi."


"Aku ingin mencobanya, Sayang. Aku pernah melihat kau melakukannya," ucap David memberikan ciuman di dahi Lily sebelum pergi ke kamar mandi.


Lily menarik napas dalam. Kedatangan Baby Ares dan Baby Athena berpengaruh besar. Baru beberapa minggu saja, Lily merasa perannya sebagai istri semakin berkurang.


Dia tidak bangun lebih awal, tidak menyiapkan baju untuk David dan membuatkan hidangan sarapan. Bahkan, beberapa hari terakhir ini, David yang memasak sendiri, atau hanya sekedar roti bakar.


Lily selalu bergadang semalaman karena bayi bayinya tidak terlelap, apalagi Baby Athena.


Saat ini pun, Lily belum mandi dan beranjak dari ranjang. Dia kalah start dari David.


Biasanya dia mulai membereskan kekacauan dan diri saat David pergi dan pengasuh datang. 


Ketika Baby Ares melepaskan bibirnya, Lily segera menutup dada dan menyusul David menuju ke kamar mandi.


Kamar mandi itu didominasi konsep terbuka, yang membuat Lily bisa mandi dengan dinding terbuka. Tidak khawatir akan ada yang melihat, sekeliling rumah dan kebun di dalamnya dibentengi beton.


Lily tersenyum melihat bayi perempuannya tertawa bermandikan busa.


"Haaalooooo, hollaaaa hoopppp, Apa kau senang, Thea?"


"Thea?" Tanya Lily di belakang David.


David menjawab tanpa menengok. "Ya, dia seharusnya dipanggil Thea. Bayi mungil yang sering merengek ini terlalu gagah memakai nama Athena."


Dan saat itu juga Baby Athena kesal, dia menangis menjerit seolah mengerti apa yang dikatakan ayahnya.


"Astaga, astaga, lihat ini, Sayang. Aku pikir dia jenius, dia tahu pembicaraan kita."


Lily menggeleng, dia menunduk dengan tangan mengambil sesuatu. "Pahanya digigit semut."


"Ya ampun," gumam David. "Kau menipu Daddy! Bayi kecilku…. Daddy gigit pipimu."


Lily ikut tertawa melihat Baby Athena tertawa. "Aku akan membuat sarapan."


Meninggalkan David yang memandikan Baby Athena. Setelah beberapa hari, akhirnya Lily kembali memasak untuk suaminya.


Namun, baru juga setengah berjalan, Lily mendengar teriakan, "Sayang…. Thea menangis, aku sedang menggendong Ares. Dia bangun!"


"Aku datang!" Teriak Lily mematikan kompor. Dia mendekat dan menggendong Baby Athena yang sudah mandi. "Uh…. Sayangnya Mommy, kau lapar?"


Melihat istrinya yang sibuk, dengan wajah kusam dan kulit yang tidak terawat membuat David miris. Keinginannya membuat istrinya sengsara.


"Sayang…"


"Ya?"


"Kita panggil saja Nina supaya 24 jam berada di sini, dengan dua pengsuh lainnya supaya bisa membantu."


Saat Lily hendak mengatakan sesuatu, David menyela, "Tidak ada penolakan. Hanya sampai anak anak kita bisa diajak bicara, Sayang."


🌹🌹🌹


Oma tersenyum melihat rencananya untuk ulang tahun perusahaan yang sudah dia siapkan jauh jauh hari. Dan itu memakai uangnya dulu. Agar saat meminta pada David, semuanya tinggal dinaikan dua kali lipat.


"Semuanya sudah siap, Eta?"


"Sudah, Nyonya Besar."


Eta membuka buku catatannya. "Semuanya 4M dengan kursi emas untuk kedua bayi kembar milik Tuan dan Nyonya Fernandez."


"Bagus, aku akan menelpon David dan memintanya mengganti senilai 8M, ha ha ha," ucap Oma sangat senang.


Dia segera mengambil ponselnya dan menelpon David. Sayangnya, cucunya itu tidak mengangkat. Yang mana membuat Oma terus mengulanginya sebanyak hampir dua puluh kali.


"Astaga aku kesal," gumam Oma. "Tidak mungkin aku harus kentut sekarang, aku sudah pakai baju senam dengan karet elastis."


Eta mengerutkan keningnya. "Ada apa, Nyonya Besar?"


"Aku kesal sekali pada David yang tidak mengangkat panggilan. Ingin sekali aku buang angin, tapi sayang pakaian ini bisa bau."


Untuk bagian itu, Eta tidak bisa membantu. Dia diam sesaat.


"Kau punya ide, Eta?"


"Bagaimana kalau menghubungi Nyonya Lily, Nyonya? Mungkin Tuan sedang bersamanya."


"Itu dia." Oma mengangkat tangannya. "Aku akan menghubungi Lily."


Berbeda dengan David, dalam hitungan kelima, Lily sudah mengangkatnya.


"Hallo, Oma?"


"Lilaaa…., Beritahu David kalau Oma sudah mempersiapkan pesta ulang tahun perusahaan dengan kedua dewa kecilmu yang akan berada di sana. Semuanya 8M."


"Apa?" Lily terdengar terkejut.


"Beritahu saja David."


"Baiklah."


Oma menunggu di sana dengan telpon menyala. Sekitar lima menit baru Lily kembali bersuara. "Oma?"


"Bagaimana? David sudah transfer?"


"Oma, David bilang tidak ingin mempublikasikan kedua bayi kami. Dia ingin privacy anak anaknya terjaga."


"A… astaga, bagaimana dengan kursi emas itu?"


"Ya? Apa maksud Oma?"


"Mana David? Berikan telpon padanya."


"David pergi ke kantor Oma. Dia baru saja berangkat."


Saat itu juga Oma mematikan ponsel, dia memberi isyarat pada Eta agar menyuruh supir bersiap siap.


"Pergi ke pusat Fernandez Corp. Cepat!" Teriak Oma pada supirnya.


Dengan amarah majikannya yang terus memacu, akhirnya Oma sampai dalam waktu hitungan menit.


Bersamaan dengan itu, Oma yang turun melihat mobil Mercedez hitam milik David. Juga pria berjas keluar hendak menuju pintu.


Oma tersulut emosi seketika.


"Hei! Hei! Hei, kau tengik! Hei!"


Dan saat pria itu berbalik, Oma melotot kaget.


"Apa anda bicara padaku, Nyonya?"


"Hei! Hei! Hei, Tayo! Hei, Tayo! Dia bis kecil kurus! Menabrak, menyalip, dia sangatlah ramah," ucap Oma menyanyikan lagu anak anak sambil berbalik perlahan dan kembali masuk ke dalam mobil.


🌹🌹🌹


TBC.