
*KASIH EMAK DUKUNGAN YA GAIS. TEKAN LOVE*
*JANGAN LUPA FOLLOW: @RedLily123.*
*SELAMAT MEMBACA. I LOVE YOU. *
Sepulang sekolah, Ares mendapatkan pesan dari Cantika kalau kekasihnya itu ada di ruangan music. Sehingga Ares berencana ke sana dan mengantarkan kekasihnya terlebih dahulu sebelum dirinya Latihan basket. Saat berjalan di koriodor, Ares memainkan ponselnya; lebih tepatnya mengedit fotonya dan Cantika.
“Uhuy lutuna pacar gue,” ucapnya dengan bangga.
Sampai terhenti karena Ares mencium parfume yang tidak asing, dia menoleh. “Lah, dah gue duga pasti lu,” gumamnya.
Ternyata itu adalah Galuh, yang baru saja keluar dari ruang osis. “Gue perlu ngomong sama lu,” ucap Galuh saat tau ternyata itu adalah Ares.
“Ngapain? Lu mau minta tanda tangan gue?”
“Cantika.”
Mendengar nama kekasihnya disebut, Ares menajamkan tatapannya. “Mau apa lu?”
“Laura kayaknya punya niat jahat sama Cantika, bukannya dulu lu pacarnya Laura?”
“Enggak, gue gak pacarana sama tuh anak. Lu khawatir sama pacar gue? Mending gak usah, gue bisa jaga sendiri,” ucap Ares yang merasakan hawa panas di sekitarnya, dia melangkah lebar meninggalkan Galuh dengan semua rasa kesalnya. Tidak sudi dia menyebutkan nama kekasihnya.
Namun rasa marahnya itu hilang tatkala Ares mendengar suara piano yang dimainkan. Begitu indah hingga dia merasakan candu. Ares membuka pintu ruangan music, di sana dia melihat Cantika yang bermain piano seorang diri sambil membelakanginya.
Kekasihnya, orang yang menjadi alasan untuk Ares tertawa selain keluarga. Membuatnya tidak tahan untuk mendekat dan berdiri di samping sang kekasih. Sepertinya Cantika tidak sadar akan keberadaan Arse karena dirinya memejamkan mata saat menekan tuts piano itu.
Jadi, Ares memotretnya. Kemudian menguploadnya pada Instagram.
Arez.Frndz
Official gf.💜
231.987 likes
View all 217.067 comments.
Someone_Samuel : Anjiirrrr, udah official aja. Awas fans lu pada gila. Untung cewek lu kagak punya ig.
ArinSorin2108 : Ihhhhh, so swittt banget sih. Bahagia selalu Ares, jaga temanku ya.
Lambe_Sekolah : Akhirnya berani up ya, keren kak.
Anak.Pungut : Cih, dari jarinya juga keliatan jelek.
TheaFer00 : Pulang cepat, Alden membedah katak busuk.
******
“Tolong bujuk Cantika agar bisa mengikuti perlombaan itu ya, Ares,” pesan sang guru yang sebelumnya melihat keahlian Cantika.
Ares mengangguk, tatapannya terlempar pada Cantika yang sedang membereskan tasnya. Dia selesai memperlihatkan kemampuannya.
“Akan saya usahakan, Bu,” janji Ares pada sang guru. “Sudah?”
“Apapun untukmu.”
“Kami pamit, Bu. Terima kasih waktunya.”
“Ingat ucapan ibu ya, Tika. Semoga besok kamu sudah mendapatkan keputusan.”
“Iya, Bu.”
Kemudian Ares menggenggam tangan Cantika, berniat mengajaknya melangkah menjauh. Namun terhenti karena deheman sang guru.
“Eh ibu…”
“Kalian ini kakak kelas, harus memberi contoh bagaimna cara berpacaran yang sehat. Apalagi fans nya Ares dimana mana, sampai anak SD pun ada.”
“Maaf, Bu. Tidak akan saya ulangi lagi,” ucap Ares terkekeh malu, dia melangkah beriringan bersama dengan Cantika. Dalam langkahnya dia melihat sang kekasih jadi pendiam. Membuat Ares otomatis mengatakan, “Kenapa kau terlihat sedih? Apa tidak suka bermain piano?”
Padahal tadi Ares melihat Cantika sangat menikmatinya.
“Um, aku tidak yakin bisa melakukannya.”
“Kenapa?”
“Ada beberapa kenangan tidak menyenangkan, itu membuatku tidak konsentrasi.”
“Tapi itu tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menjauhinya, Cantika.”
Cantika menghentikan langkahnya saat Ares berhenti melangkah, pria itu bersandar di dinding dan menggenggam tangan kekasihnya. “Bia raku tanya, kau menyukai bermain piano?”
Cantika mengangguk pelan. “Aku suka.”
“Kau berhenti karena terganggu dengan kenangan yang tidak menyenangkan?”
Dia kembali mengangguk, yang mana membuat Ares menghela napas. “Aku tau ini tidak mudah, Cantika. Tapi akan lebih baik jika menciptakan kenangan baru dengan benda itu, kenangan yang menyenangkan.”
“Itu sedikit sulit.”
“Tidak akan sulit, aku akan menemanimu,” ucap Ares dengan senyumannya.
Dimana Cantika otomatis ikut tersenyum, Bahagia memiliki Ares di sampingnya. Sampai dia melihat senyuman Ares berubah, raut wajahnya seperti menahan sesuatu. “Ares, ada apa? Kau sakit? Kenapa wajahmu merah?”
“Um… aku ingin ke kamar mandi dulu tidak apa?”
“Huh?”
“Aku minta maaf merusak moment, Centini. Tapi aku mulas, tunggu sebentar ya. Aku janji selanjutnya tidak ada lagi penghancur moment,” ucapnya kemudian berlari ke kamar mandi.
Meninggalkan Cantika dengan aroma aneh; kentut Ares. “Uhuk, aku pikir orang tampan kentutnya tidak bau,” gumam bocah itu.
*****
UPDATE TIAP HARI SATU GAK APA YA? DUKUNG TERUS OKE.
Abang ares minta maaf kemaren ngilang