
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹
"Aku pulang," ucap David ketika membuka pintu rumah.
"Selamat datang, Tuan," sapa pelayan.
Yang mana membuat David menghela napasnya dalam, bagaimana tidak Lily lagi yang menyambut kedatangannya.
"Dimana Lily?"
"Di kamarnya, Tuan."
"Dan anak anak?" Tanya David.
"Di rumah Nyonya Besar, Tuan," ucap pelayan itu.
Yang mana membuat David segera berjalan cepat ke arah kamar. Dia sengaja mengunci pintu kamarnya dari dalam supaya tidak ada yang mengganggunya, termasuk anak anaknya.
Senyuman David mengembang melihat istrinya tengah tertidur membelakanginya, perutnya yang sudah membesar itu membuatnya kesulitan untuk tidur terlentang.
David membuka jasnya, menyisakan kaos hitam dan juga celana kolor. Sebelum bergabung di atas kasur, David ke kamar mandi untuk mecuci kaki, mencuci tangan dan bahkan menggosok gigi.
Dia tersenyum kemudian memeluk istrinya dari belakang, menggesek gesekan wajahnya di leher belakang Lily, membuat istrinya merasakan kehadiran suaminya. Apalagi sebuah usapan terasa di perutnya.
"David?" Tanya Lily dengan suaranya yang pelan.
"Iya, Sayang. Ini aku," ucap David masih menggesekan wajahnya di leher sang istri.
Lily membalikan badan. "Sudah cuci tangan? Cuci kaki?"
"Sudah, Sayang. Jangan khawatir, aku bahkan menggosok gigi, cium ya?"
Lily hanya mengangguk, dia masih belum sadar sepenuhnya.
"Hmmmmhh….." Mendapatkan ciuman panas dari suaminya. Bagaimana lidahnya masuk menerobos dan mengabsen deretan giginya. "Hmmmmpp… haahhh…. Aku tidak bisa bernapas."
"Sayang…. Aku merindukanmu," ucap David dengan mata berkabut.
Terihat suaminya yang begitu menahan gairah, sedangkan Lily terdiam. Dirinya sedang dalam tidak mood.
"Yaaa? Aku mau, Sayang."
"Aku pakai tangan ya," ucap Lily menurunkan tangannya dan mengusap milik David dari luar. "Aku sedang tidak dalam mood."
"Oke, pakai lotion."
Lily berbalik, dia menarik laci sambil tertidur. "Ada lotion milik Ares, tidak apa?"
"Yang sering kita pakai kemana?"
"Dipakai Athena untuk boneka barbienya."
"Bagaimana bisa?" Tanya David dengan menaikan nada bicaranya.
Yang mana membuat Lily terkekeh, dia menuangkan lotion Ares ke atas tangannya kemudian mulai memijat kepemilikan David.
“Ayo kita berlibur,” ucap David menikmati sentuhan istrinya sambil sesekali memberikan kecupan di bibir Lily. “Aku ingin kita berlibur bersama, hanya berdua. Bagaimana?” tanya Daid.
“Dan anak anak? Kita meninggalkan mereka? Mereka tidak akan bisa dan tidak akan mau.”
“Kita pergi sembunyi sembunyi, Oma pasti mau mengurus mereka. Asal dia tidak tahu kita berangkat, nanti jika pulang kita berikan emas batangan.”
“Ayolah sayang, aku mohon…. Please….. kita berangkat sembunyi sembunyi.”
“Kapan?”
“Besok pun aku siap.”
“Ke Bali?”
“Apapun keinginanmu,” ucap David dengan senyuman mautnya.
🌹🌹🌹
Awalnya Lily tidak menginginkan hal ini, tapi melihat bagaimana David memohon membuatnya luluh. Memang benar, kini dia jarang berduaan dengan suaminya.
Jadi, pagi pagi buta Lily sudah berkemas dibantu oleh pelayan. Dia akan pergi ke bandara berdua dengan David saja.
Anak anak menginap di rumah Oma, membuat kesempatan semakin besar untuk pergi.
“David, apa kita benar benar akan meninggalkan mereka? Kau tahu Oma akan marah,” ucap Lily menatap suaminya yang sedang memasukan barang barang pribadinya.
David mengangguk tanpa ragu. “Dia memang akan marah.”
“Maka dari itu.. kita….”
“Sayang….”
“Baiklah baiklah, asal kau janji memberi Oma banyak kompensasi padanya.”
“Dan anak anak?” tanya Lily.
“Kau tahu Oma selalau bisa diandalkan, dia bisa melakukan apapun. Tapi sekarang kita harus pergi,” ucap David.
Ini masih pukul enam pagi, dipastikan anak anak masih terlelap.
Koper koper sudah dimasukan ke dalam bagasi mobil, sesekali mata David menatap kea rah kanan untuk memastikan anak anak belum berlarian ke arahnya.
Begitupun dengan Lily, dia menatap rumah Oma dari kejauhan. Terlihat kegelisahan di wajahnya, tapi dia juga tidak ingin mengecewakan suaminya.
Maka darinya, David memeluk Lily dari belakang dan memberikan ciuman di tengkuk. “Sayang…”
“Iya, aku paham. Tenang saja, kita akan tetap berangkat dan berduaan.”
“Tapi jika sudah sampai di sana, jangan pakai tangan lagi ya? Dia merindukan rumahnya.”
Telinga Lily memerah, jujur saja meskipun sudah lebih dari lima tahun bersama David, dirinya masih tetap merasa malu. Pria itu tidak kunjung puas dengannya, terus saja menghentak sehingga Lily dibuat melayang.
“Sayang?”
“Iya, tidak akan aku pakai tangan lagi.”
“Asik, ayo masuk ke dalam mobil,” ucap David menggenggam tangan istrinya.
Dan baru juga Lily yang masuk, di saat David hendak memutari mobil dan masuk ke tempatnya, seseorang lebih dulu berteriak, “Heiiii! Durhaka kalian! Kau ingin menjadi maling kundang, Bule Tengik?! Oma ikut! Hahahahah! Kau pikir Oma tidak tahu rencanamu?! Hahahaha!”
David hanya menatap sendu bagaimana Oma sedang berlari dengan kedua anaknya yang berada di sampingnya sedang tertawa dan juga berlari.
“Hahahahaha! Kami akan ikut! Hahahahah!”
🌹🌹🌹🌹
To be Continue