Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Hobby baru Oma



🌹Vote ya ghaisss jangan lupa.🌹


🌹Terus ajak yang lain baca, mau itu temen, mau itu pacar dan mantan mantannya. Ehehehehe, ajak yang lain dan terus dukung novel novel komedi romantic receh buatan Emak ya.  Emak sayang kalian.🌹


🌹Dan jangan lupa juga follow ig nya emak : @RedLily123🌹


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


David masih menunggu Luke kembali terbangun, dia dan Sebastian duduk di sekitar temannya itu sambil makan apel yang masih muda. David mulai kesal. “Coba cek lagi di tubuhnya, kenapa ponsel miliknya tidak ada?”


“Aku sudah mengecek beberapa kali, kenapa tidak cek sendiri saja?” tanya Sebastian yang sedang mencoba membuat api.”


“Aku akan mencoba menyalakan mesin mobil lagi.”


Begitulah yang mereka lakukan beberapa menit terakhir, David mencoba menyalakan mesin mobil dan Sebastian menyalakan api untuk memberi tanda.


Sayangnya, di mobil tua ini tidak terdapat apapun yang bisa membantu. Bensinnya pun sudah habis, entah mengapa mereka bisa berakhir di hutan dengan mobil jelek. 


David dan Sebastian benar benar kehilangan ingatan tentang perjalanan ini, karena yang terakhir tersadar saat itu adalah Luke yang mengendarai mobil. 


“Sudah, berhenti menyalakan mobil, kau tau itu takkan menyala. Bensinnya habis, dan itu mobil jelek.”


David masih mencoba, dan itu hanya membuat mobil mengeluarkan banyak asap.


“Berhenti menyalakan mobil, aku sudah selesai membuat api.”


“Menurutmu mereka akan datang?”


“Kau tahu ini akan berhasil.”


David akhirnya keluar lagi, dia melihat sekeliling.


“Pasti ada jalan utama di sekitar sini. Bagaimana kita bisa berakhir di tengah hutan?”


“Berhenti bertanya padakku, aku tidak sadar.”


“Apa kita harus menyiram wajah Luke dengan air?” saran David.


“Air kita hanya sedikit, kau mau naik lagi ke sana dan membawa air.”


“Berikan padaku.”


“Aku bilang jangan melakukannya.”


“Aku ingin minum,” ucap David penuh penekanan.


Hingga akhirnya perdebbatan mereka berakhir, Sebastian mengeluarkan botol air dari dalam pakaiannya. “Minum hanya sedikit saja.”


“Aku tau.”


Sambil minum, David melangkah ke dekat luke. Ketika air sudah ada dalam mulutnya, saat itulah Luke sadar.


“Hah!” teriak Luke.


Byuuuuurrr!


Seketika David menyembur wajah temannya dengan air dari dalam mulutnya hingga membuat Luke yang panic terhenti. Dia menatap David penuh tanya.


“Tenanglah, kau sungguh bodoh.”


“Kenapa kau menyemburnya?” tanya Sebastian kesal.


“Aku menyemburnya dengan air di mulutku,” alibinya membuat Sebastian diam.


“Kau menyemburku dengan air di mulutmu?” tanya Luke.


“Tenang dan lihatlah sekitar ini, bagaimana kita bisa berakhir di sini?”


“Kau meludahiku, dasar sialaaan!”


“Kau yang siaaaallaaaaaan karena membawaku ke sini, aku meninggalkan anak anakku!”


“Berhenti bertengkar, kalian berdua sialaaaan,” ucap Sebastian pada akhirnya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


“Oma….,” panggil Lily pada Oma yang sedang bicara dengan Eta di beranda depan. Tidak mendapat perhatian, Lily kembali memanggilnya. “Oma.”


“Iya? Lila? Tenang, semuanya sudah siap. Kau bisa pergi besok.”


“Apa tidak keterlaluan?” tanya Lily.


Hal itu membuat Oma berdecak, inilah kelemahan Lily, dia terlalu mudah memaafkan. “Lila, dia akan mengulanginya lagi jika kau memberinya keringanan.”


Oma naik mendekati Lily. “Sudah, ayo kita menunggu Mete senam.”


Kehamilan membuat Lily kembali memulai olahraga rutinnya, dia ingin bayi dalam kandungannya sehat.


Tapi mengingat rencana Oma, membuat Lily sedikit khawatir. “Tidak apa ya, Oma?”


“Dengar, Lila. Oma akan bacakan kemungkinan jika kau tidak melakukannya. Satu, David akan semakin merasa kalau kau ini pemaaf, dan dia akan melakukannya lagi. Kedua, teman temannya pun akan merasa demikian, jadi mereka akan datang lagi dan lagi. Kemungkinan ketiga, jika kau membiarkannya atau memafkannya sekarang, maka kau ingin cepat dia mati. David butuh pelajaran, Lila.”


Lily diam sesaat, sampai akhirnya dia paham. “Baik, Oma. Akan aku lakukan.”


“Bagus! Besok Nina akan menjalankan rencananya. Jangan lupa ajak anak anak.”


“Baik, Oma.”


“Eh, tidak apa. Biar Oma saja, kau tidak akan bisa.”


“Huh?” 


Dan ketika mereka berdua memasuki ruangan senam, Oma melihat Mete di sana sedang tersenyum.


Sebenarnya beberapa hari terakhir ini Oma banyak berdebat dengan Mete karena selalu terlambat. 


“Akhirnya kau datang tepat waktu.”


“Jangan marah, Nyonya Besar. Saya membawakan sesuatu untuk anda.”


“Tidak perlu, aku ti⸻ Astaga! Itu Army Bomb!”


Mata Lily terbelalak melihat Oma yang kegirangan dan tertawa mendekat ke arah Mete memegang sebuah lampu bulat dengan stik. 


“Astaga, Mete! Kau yang terbaik. Lihat ini, Lila! Ini Army Bomb! Bomb!”


“Apa itu Army Bomb?” tanya Lily.


Yang mana membuat Oma berdecak. “Ya Tuhan, dia sedikit tradisional.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TBC alias To Be Continue….