Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Anak anak prajurit



🌹Voteee yeee ghaissss.🌹


🌹maaf lelet, emak lagi mules, bad mood juga. Jadi haraplah maklum.🌹


🌹Tapi jangan lupa follow igeh emak dong di : @RedLily123.🌹


Lily terbangun, dia hendak memeriksa kedua anaknya. Tapi yang dia dapatkan hanyalah Athena di sana yang sedang bermain slime.


“Sayang, dimana Ares?”


“Sedang melakukan tugas negala.”


“Huh?” tanya Lily bingung. Dia duduk di samping putrinya. “Bermain di luar?”


“Heem.”


Athena yang tidak memperhatikannya membuat Lily sedih, membuat Lily mengira kalau Athena berpaling darinya karena dirinya tidak menghabiskan banyak waktu dengan mereka berdua. Lily segera memeluk Athena dari belakang. “Maaf, Mommy jarang bermain dengan kalian.”


“Its okay, Mommy. Kau halus menjaga baby.”


Lily mengangguk, dia terus menerus mencium pipi putrinya penuh kasih sayang. Sampai akhirnya dia merasakan perutnya begah hingga dirinya mengeluarkan sendawa.


Membuat Athena menengok. “Ale you okay, Mommy?”


Lily diam, dia merasa ingin berbaring.


“Tidul saja.”


Tapi Lily tidak bisa meninggalkan putri kecilnya sendirian di sini.


“Its okay, nanti ada Nanny yang menemani Thea.”


Lily tersenyum, dia memberikan ciuman di pipi putrinya. “Mommy berbaring sebentar ya.”


“hem, and don’t wolly.”


“Okay.”


“Thea sedang membuat amunisi.”


“Amunisi?” tanya Lily sedikit tertarik. “Amunisi apa, Sayang?”


“Ini,” ucapnya kembali focus pada slime yang sedang dicampurkan berbagai macam laritan. “Go away, Mommy.”


“Okay.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


“Cat, come here!” teriak Ares ketika anjing besarnya kembali. Dia tersenyum dan mengusap kepala anjingnya penuh kasih sayang. “Apa kau suka?”


Guk.


Guk.


Guk.


Ares tertawa, dia membawa Cat ke belakang dan menyuruhnya bermain di areanya sendiri. “Terima kasih, nanti aku panggil lagi jika ada kecoa.”


Guk.


Guk.


Guk.


“Jangan ganggu,” ucap Athena tanpa mengalihkan perhatiannya.


Membuat Ares bergidik, dia memilih menemui pengasuhnya dan memintanya untuk menghubungi Sebastian. Pengasuhnya melakukannya, dia melakukan panggilan video call.


Sambil menunggu jawaban dari pamannya, Ares duduk sambil minum jus mangga dan kueh cokelat.


“Hallo,………,” ucap Sebastian saat panggilan terhubung.


Memperlihatkan wajah pamannya yang berwarna hitam, hal itu membuat Ares heran. “What is that?”


“Masker.”


“For what?”


“Mommy mu pernah melakukan ini bukan?” tanya Sebastian, wajahnya kaku karena maskernya mongering. “Apa yang ingin kau katakana? Cepatlah, uncle sedang perawatan.”


“Perawatan apa?”


“Untuk awet muda.”


Ares malah tertawa. “Uncle ingin kembali menjadi bayi? Hahahahaha.”


Sebastian terdiam di sana, Ares tidak jauh beda dari David. Membuat Sebastian khawatir bagaimana ke depannya Ares yang mungkin akan lebih sering mengganggu orang lain, usil, jahil dan cerewed.


“Ingin mengatakan terima kasih untuk anjingnya?”


“No, Ares ingin kalung anjing yang bagus. Uncle tolong belikan ya, yang ada nama Cat nya. Nanti yang mengganti uangnya Daddy.”


“Astaga,” gumam Sebastian tidak percaya. “But, Ares kau ti⸻”


“Okay, thank you,” ucap Ares menutup panggilan.


Dia kembali memakan kueh cokelatnya.


“Alessss!”


“What?”


Athena datang dengan terburu buru sambil memperlihatkan slime yang dia buat dalam sebuah kotak. Dan aromanya yang menyengat membuat Ares menutup hidung. “Eohhh, apa itu?”


“Ini slime un⸻”


“Bau biuk.”


“Iya, un⸻”


“Tengik.”


“Yes, but⸻”


“Bau biuk.”


Seketika Athena menangis. “Huaaaaaaaa! Dengal duluuuuu! Huaaaaaa! Ini buattt si kecoak!”


🌹🌹🌹🌹🌹


To Be Continue