Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S3 : ARES FERNANDEZ



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN SEMUA, SELAMAT MEMBACA YAAAA.🌹


Cantika adalah gadis yang mudah akrab, dia memiliki daya tarik tersendiri yang memudahkannya mendapatkan banyak teman dan diterima di lingkungan baru.


Seperti sekarang jam istirahat, Cantika diajak oleh banyak teman perempuannya untuk ke kantin bersama. Tapi, karena dirinya ingin menemui Athena, jadi dia menolak dengan baik baik.


“Kau yakin tidak mau ikut? Cantika?”


Cantika yang sibuk membereskan buku itu tidak mendengar panggilan temannya.


“Cantika?”


“Ya? Kau mengatakan sesuatu?” tanyanya menengok.


“Ayo ke kantin, akan aku tunjukan beberapa tempat yang enak.”


“Aku ingin menemui teman lamaku dulu, kalian duluan saja.”


“Baiklah, kau sudah menyimpan nomorku bukan?”


Cantika mengangguk.


“Jika butuh teman ke kantin saja dan cari kami.”


Cantika tersenyum dengan manis. “Terima kasih teman teman.”


Dengan senyuman manisnya, Cantika melambaikan tangan. Kini hanya dia seorang di dalam kelas sedang membereskan buku miliknya.


Saat Cantika hendak keluar, seseorang lebih dulu masuk dengan wajah cantiknya. “Cantika?!”


“Theaaaa!”


Kemudian keduanya berpelukan erat sambil meloncat loncat ke sana kemari.


“Aku tidak tahu kau akan ke sini lagi, astaga aku pikir aku tidak akan melihatmu lagi. Berapa tahun? Lebih dari sepuluh tahun, kenapa kau baru datang sekarang? Apa sekarang kau menetap di sini?” tanya Athena sambil menahan tangis saat memeluk Cantika.


“Sudah jangan menangis, aku juga merindukanmu, Thea.”


Athena melepaskan pelukannya. “Bisakah kau pindah ke kelasku? Apa kau kesepian di sini?”


“Tidak, di sini menyenangkan. Ayo bicara di tempat lain. Bagaimana?”


“Ayo ke kantin.”


“Tunggu sebentar,” ucap Cantika kembali ke meja miliknya dan mengambil bekal makan siang.


“Eum, Cantika, pelayan kantin tidak akan senang kau membawa itu. Ayo memakannya di taman belakang, dekat lapang.”


Cantika mengangguk.


Kedua gadis itu bergandengan tangan sambil tertawa satu sama lainnya melepaskan kerinduan satu sama lainnya.


“Aku benar benar merindukanmu, aku tidak bisa menghubungimu.


“Kau mencoba menghubungiku?” tanya Cantika.


“Ya, Daddyku berusaha mencari nomor Papamu karena aku merindukanmu.”


🌹🌹🌹🌹


Keduanya kini makan di lapangan belakang, dimana di sana tempat olahraga luar lapangan dilakukan. Karena sekarang sedang sepi, Cantika dan Athena bisa duduk dibawah pohon rindang yang menyejukan.


“Pantas saja sekolah ini malah,” gumam Cantika.


“Kau mengatakan sesuatu?”


“Hah? Tidak ada.”


“Jadi, apa kau akan menetap?”


“Aku harap begitu, aku rindu Indonesia.”


“Rindu Indonesia? Kemana saja kau selama ini?” tanya Athena sambil ikut memakan nasi goreng yang dibawa Cantika. Satu sendok digunakan mereka berdua secara bergantian, mengingat keduanya sangat akrab dan tidak risih sama sekali.


“Di Amerika.”


“Kau disana? Selama ini?”


Cantika mengangguk. “Mamaku sakit, jadi harus diobati di sana.”


“Apa sekarang sudah sembuh?”


Cantika menggeleng pelan. “Dia ingin pulang dan mencoba metode dari sini. Kami sekarang tinggal di rumah Kakek dan Nenek.”


“Kakek dan Nenek dari Mamamu?”


Cantika mengangguk. “Mamaku sudah lama tidak menemui mereka, jadi dia berharap kebahagiaan bisa membuat penyakitnya lari.”


“Aku berdoa untuk itu. Oh ya, kau ikut ekstrakulikuler apa saja saat di sana?”


Cantika mengunyah sambil berfikir. “Tidak banyak, aku tidak mengikuti apapun.”


“Apa?”


“Papamu bekerja?”


“Ya jadi aku agak bosan di rumah.”


“Sekarang kau bisa main ke rumahku ya. Kau ke sini dijemput dan diantar?”


“Tidak, aku naik angkot. Papaku masih di Amerika untuk bekerja, keuangan kami sedikit merosot untuk saat ini. tapi bukan berarti naik angkot mengerikan, aku bisa bertemu banyak orang baru di sana.”


Athena tersenyum kemudian kembali memeluk Cantika. “Aku benar benar merindukanmu….”


Sampai pelukan mereka terlepas karena ponsel Athena terus saja bordering, yang mana membuatnya kesal dan menarik napasnya dalam.


“Angkat itu, Thea. Mungkin itu adalah hal yang penting.”


“Ares menelponku,” gumam Athena malas mengangkatnya, tapi dia tidak memiliki pilihan. “Hallo? Kenapa?”


“Kau dimana?”


“Di lapangan olahraga terbuka, kau mau apa?”


“Bawa Cantika ke sini, aku sedang bermain basket. Dia harus melihat kehebatanku.”


Saat Athena hendak menengok pada Cantika, dia kaget karena mendapati Cantika juga menempelkan telinganya di belakang ponselnya.


“Hehe,” ucapnya tersenyum.


“Baiklah,” ucap Athena menutup telpon. “Kau mendengarnya?”


“Sesuatu yang berhubungan dengan Ares membuatku penasaran, ayo ke sana.”


“Cantika, jangan bilang kau menyukainya lagi.”


“Hah?” tanya Cantika yang sedang membereskan kotak makan siang.


“Jangan bilang kau kembali menyukai Ares.”


“Kembali menyukai Ares? Aku tidak pernah berhenti menyukainya.”


“Apa?”


🌹🌹🌹🌹🌹


“Wah… Ares sangat hebat dalam bermain basket. Apa dia juga bermain sepak bola? Ototnya sangat bagus.”


Athena menggeleng melihat kelakuan Cantika yang terlihat menggila dengan senyumannya itu.


“Cantika, aku tidak ingin mempupuskan harapanmu. Tapi lihatlah sekelilingmu.”


Cantika melakukannya, dia melihat lautan wanita yang saling bersorak untuk Ares. Mereka sama menggilanya dengan teriakan.


“Wah, Ares tidak pernah berhenti popular. Dia sangat keren.”


“Ya, maksudku….”


“Apa?” tanya Cantika.


Karena tidak ingin melukai hatinya, maka Athena mengatakannya dengan pelan. “Jangan terlalu menyukai Ares, kau tahu dia banyak digemari wanita.”


“terlalu menyukainya? Tenanglah, aku mengaguminya dan juga sangat menyukainya.”


“Astaga, Cantika.”


“Athena?!”


Keduanya langsung menengok saat mendengar panggilan itu, ternyata itu adalah Arin, teman dekat sekelas dari Athena.


“Arin, kemarilah.”


“Hai, kau murid baru? Aku Arin.”


“Aku Cantika.”


“Senang berkenalan denganmu, kau juga menyukai Ares?”


Cantika mengangguk.


“Ada klub penggemar Ares, kau mau masuk?”


Cantika kembali mengangguk.


“Aaaaa ini akan sangat menyenangkan.”


Arin tertawa. “Senang bisa mendapatkan members baru dari klub penggemar Ares.”


Athena yang berada di tengah itu kembali memakan keripik kentangnya dan menggeleng. “Ayolah, kenapa kalian rela menjadi penggemar dari pia macam itu? Apa dunia ini sudah menggila?”


🌹🌹🌹🌹


 


 


TO BE CONTINUE


JIKA KALIAN PIKIR CANTIKA ITU CANTIK, KALIAN SALAH BESAR. CANTIKA ITU KULITNYA SAWO MATANG, INDONESIA BANGET, WAJAHNYA BULET LUCU, MATANYA KEK BOBA. JADI JAUH DARI KATA CANTIK, HAHAHAHAHA. CANTIKA TUH TIPE ORANG YANG MENARIK, BUKAN CANTIK KULIT PUTIH MULUS HIDUNG MANCUNG.