
🌹Vote dulu ya ghaisss.🌹
🌹Jangan lupa juga buat follow ig emak ya di : @REDLILY123🌹
🌹Selamat membaca dan Terima Kasih.🌹
“Oma,” panggil David yang masih diacuhkan oleh Oma, sepertinya Oma kesal karena dirinya menemui Emma atau karena tidak memberitahukannya. “Oma, aku sudah janji tidak akan menemuinya lagi. Oma jangan khawatir.”
“Siapa yang khawatir? Kenapa kau sangat membuat Oma risih, menyingkirlah.”
David enggan beranjak dari samping Oma, dia terus memepet Oma yang duduk di sofa. “Jangan beritahu Lily ya, aku tidak ingin dia khawatir. Ya? Oma?”
“Kau ingin Oma berbohong?”
“Lagipula itu sudah selesai, dia akan pergi dan aku tidak peduli.”
“Ini dia kelemahanmu, bula tengik. Kau selalu bersembunyi atau menyembunyikan sesuatu. Meskipun sudah selesai, kau harus memberitahu Lily. Dia itu istrimu, dan supaya Lily juga tidak salah paham.”
Tanpa diduga, Ares yang sedang makan cemilan itu menyahut, “Iya, supaya Lily tidak salah paham.”
Athena terdiam, dia berhenti mengunyah. “Bukankah Lily itu Mommy?”
“Entah, benarkah Daddy?”
“Asatagaaaa,” ucap David tersenyum menunjukan semua giginya. Dia tidak menyangka anak anaknya akan menguping seperti ini. Dia segera mendekat dan memeluk satu per satu anaknya guna percakapannya dengan Oma tidak bocor. “Sejak kapan kalian menguping? Kenapa kalian menguping?”
“Karena kami punya telinga,” jawab Ares dengan polosnya. “Telinga kami di sini.”
Athena mengangangguk setuju. “Daddy belbuat nakal lagi? Mommy akan marah.”
“Tidak, Daddy tidak melakukannya.”
Dan saat itu, Lily masuk. Ares yang tidak pernah menyimpan rahasia itu sontak bicara, “Mommy, tadi Daddy bil⸻ hmmppph.”
David menahannya dengan tangan supaya Ares tidak lagi mengatakan sesuatu yang aneh.
“David apa yang kau lakukan? Jangan bungkam dia.”
“Daddy jahat, Daddu Evil!” teriak Athena memukuli ayahnya dengan bantalan sofa.
Oma yang melihatnya bertepuk tangan di sana. “Lagi lagi,” ucapnya merasa puas saat cucunya dipukuli cicitnya.
“David,” ucap Lily yang hendak mendekat.
Sebelum Lily datang, David menarik istrinya ke balkon. Dan setelah melepaskan bungkaman pada Ares, anak laki lakinya itu menangis seketika.
“Kau mau membawaku kemana?”
“Aku ingin bicara denganmu.”
“Ares menangis karenamu.”
“Dia akan diam sendirinya.”
“Dia menangis.”
“Oma! Tolong aku!” teriak David.
“Gampang!”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Lily lebih banyak diam saat mendengar keterangan dari suaminya.
David lebih banyak menunduk, dia tidak mampu menatap mata istrinya. Dalam pikirannya, Lily akan memarahinya, dia akan menggeser lagi ranjang dan tidak peduli lagi padanya.
Dan David mengucapkan dengan pelan, “Maafkan aku, aku pikir ini bukan hal yang harus aku beritahu agar tidak membuatmu khawatir. Aku tidak ingin kau pergi lagi, Sayang.”
“Kau pikir aku akan selalu pergi jika kau bermasalah?”
David diam.
“Kau pikir aku masih kekanak kanakan bukan?”
“Aku tidak menganggapnya kekanak kanakan, aku pikir karena kau hamil dan hormonmu selalu berubah. Jadi aku diam, karena aku bisa menyelesaikannya sendiri.”
“aku paham kau bisa menyelesaikannya sendiri, tap⸻”
“Itu bukan kalimat mengagungkan diri, Sayang. Percayalah, aku hanya tidak ingin kau khawatir. Maafkan aku.”
Lily menarik napas dalam, dengan pelan dia melangkah menuju suaminya dan berpelukan.
“Aku mencintaimu, David. Tidakkah kau pikir rasa sakit juga harus dibagi supaya cinta menyembuhkan?”
David terharu, dia balas memeluk istrinya.
Dan saat mereka sedang berpelukan, tirai penghalang balkon dan bagian dalam ruangan itu terkena angina. Ares yang ada di sana melihat kedua orangtuanya berpelukan dengan matahari tenggelan di depan sanah.
“waw, that’s was epic,” ucapnya. Kemudian menatap Oma. “Oma, can I borrow your phone?”
“For what?” tanya Oma.
“Please,” ucap Ares.
Dan Oma memberikannya saja.
Ares tersenyum, dengan kaki kecilnya dia mendekat untuk mengambil objek yang tepat. “That’s was epic,” ucapnya lagi.
Dan ketika memotret.
CEKREK.
Terdengar suara yang mana membuat David dan Lily menengok.
Ares segera tersenyum. “Its okay, Ares tidak akan bilang cie.”
“What are you doing, Son?”
“Nothing.”
🌹🌹🌹🌹
TBC