
🌹VOTE YEEEEE🌹
"Biarkan Oma saja yang ke sana, bukankah kau ingin memberi kejutan pada David tentang kehamilan kedua ini?"
Lily mengangguk memeluk perutnya yang membuncit.
"Oma akan jemput si kembar, sekalian melihat David."
"Baiklah, Oma. Terima kasih."
"Sudahlah, tidur dan istirahat. Kau lelah karena anak anak itu bukan?"
Lily tersenyum, dia memang lelah karena anak anaknya, tapi dia senang dengan keberadaan mereka.
Usia Lily yang menginjak 23 tahun menjadi lebih berwarna daripada perempuan lain seusianya. Dia sudah memiliki dua orang anak, ditambah satu lagi yang sedang dikandung.
"Ayo kita siapkan kejutan untuk Daddy, Sayang."
Senyuman Lily mengembang, dia rindu pada David, pada canda tawanya. Dan janji David adalah akan tetap diam di rumah berasama keluarga.
Saat Lily sedang menyiapkan bahan makanan, Nina datang dengan menekan bel.
Memang Nina hanya mengantarkan, lalu kembali ke tempatnya bekerja. Prioritas Nina adalah menjaga sang majikan Nyonya Fernandez.
"Nyonya."
"Masuklah, Eta."
"Saya mendengar Nyonya Besar akan membawa Tuan Ares dan Nona Athena."
"Iya, mereka akan menemui Daddy nya."
"Bagaimana dengan less nya, Nyonya?" Tanya Nina yang memang juga bertanggung jawab pada agenda Lily dan anak anaknya. Dengan begitu, para pengasuh ada di bawah kendalinya.
"Aku rasa akan libur, kasihan David ada di rumah sakit."
"Apa anda perlu sesuatu, Nyonya?"
"Ya, tolong bersihkan saja tempat bermain anak anak dan kamar mereka, Nina. Aku akan menyiapkan cemilan untuk David datang nanti."
"Baik, Nyonya."
Lily bersiap siap membuat makanan kesukaan David, sebuah cemilan kue kue berbahan sayuran. David bilang dia ingin sehat sehingga masih bisa mengejar anak anaknya jika nakal nanti.
Selama empat bulan terpisah, mereka hanya sering Video Call, itupun kesulitan karena Lily menyembunyikan kehamilan keduanya ini.
Ingat akan sesuatu, Lily masuk ke kamar yang didominasi kayu, pun dengan aromanya. Dia melangkah menuju walk in closet dan menatap gaun tidurnya satu per satu.
Tidak ada yang muat, Lily segera menelpon Marylin.
"Hallo, Nyonya Muda, kau dimana?" Tanya Marylin lebih dulu.
"Aku di rumah, bis--"
"Aku di depan rumahmu, aku dapat kabar dari Nyonya Besar suamimu datang."
"Oke, masuklah."
"Ini terkunci…. Yuhuuuu….." Marylin masih berucap layaknya wanita.
Lily berdecak. "Tekan saja bell nya sampai ada yang datang, Nina sedang di belakang."
"Okee…"
Dan dua menit kemudian terdengar ketukan pintu kamar. "Masuk."
"Nyonya Muda, apakah an--- Aaaaaa!" Marylin berteriak terkejut melihat perut Lily yang membuncit. "Apa kau hamil lagi?"
"Ya, aku menyembunyikannya. Maka dari itu aku perlu kau untuk membuatkan gaun malam untukku."
🌹🌹🌹
Di sana Holland siaga menerima berbagai keinginan David. "Apa anda ingin sesuatu, Tuan?"
"Apa ini karma karena aku terlalu lama di Thailand? Karena aku tidak jujur?"
Holland diam, dia tahu sebenarnya majikannya pergi ke Thailand untuk membangun danau cinta untuk keluarganya.
"Itu bukan kebohongan , Tuan. Anda pergi untuk bekerja."
"Astaga, kenapa botaknya selalu terbayang bayang di benakku?" Gumam David.
"Anda perlu sesuatu, Tuan?"
"Sudah menghubungi Lily?"
"Ya, say--"
"Daddy!" Teriak Athena yang membuka pintu, dia langsung berlari dan naik ke atas ranjang. "Daddy! Are you oke?"
"Why are you here, Darling?"
Dan saat itulah Oma masuk. "Mereka merindukanmu, jadi Oma bawa ke sini."
"Dan Lily?"
"Dia di rumah, sedang tidak enak badan."
Dan tidak lama kemudian…., "Daddy!" Teriak Ares ikut naik ke atas ranjang. "Daddy! Jauhi Thea, dia punya kutu."
Ingat dengan yang saudaranya lakukan, Athena menangis seketika. "Huaaaaaa! Daddy! Ales jahatttt! Daddy!"
"Apa yang kau lakukan pada adikmu, Ares?"
Putranya berbisik. "Menanam kutu."
"Huaaaaa, Daddy!"
"Darling berhenti menangis, Daddy merasa mual melihatnya."
Sontak saja kalimat itu membuat Athena menangis semakin kencang, pikirnya Daddy nya jijik padanya. "Aaaaa!!! Huaaaaa! Omaaa!"
"Sayang, bukan begitu maksud, Daddy. Kemarilah." David memeluk putrinya. "Bukan padamu, Daddy hanya pusing."
Berbeda dengan Ares yang malah memainkan bulu kaki ayahnya. "Daddy?"
"What? Kemarilah, kau belum memeluk Daddy."
Ares menggeleng. "Ini cocok untuk kutu."
David melotot, dia melihat jelas pantulan dirinya dalam diri Ares. "Kemarilah, kita empat bulan tidak bertemu. Peluk Daddy. Come on."
"Daddy, do you know?" Tanya Ares.
"Tau apa?"
"Mommy sakit, sampai busung lapar."
Athena menambahkan, "Pelutna gede, milip baskom."
Saat itu pula David menatap Oma. "Oma, apa kau membuat Lily frustasi karena kepergianku? Kenapa kau tidak bilang istriku menderita karena suaminya yang tampan ini pergi?"
🌹🌹🌹
TBC