Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Peliharaan Mommy



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹


Lily meminjam ponsel David untuk menelpon anak anaknya dan menanyakan keadaan mereka,  Lily agak khawatir dengan mereka mengingat Oma bersama mereka, dan Lily tahu apa yang selalu dilakukan Oma, dia selalu saja memberikan apa yang mereka inginkan. Termasuk makanan yang membahayakan lambung.


“Sayang…, sedang apa?” tanya David yang baru saja mandi dan memeluk Lily dari belakang, dia mencium tengkuk istrinya. “Mau apa?”


“Menelpon Oma tapi tidak diangkat,” ucap Lily merasa khawatir. “Haruskan kita kembali? Ada banyak makanan makanan aneh di Villa, Oma tidak akan memberikannya bukan?”


“Tenanglah, Sayang. Semuanya akan baik baik saja,” ucap David mengambil ponselnya dari tangan Lily, dia tidak ingin kehilangan moment bersama sang istri.


Membawa Lily jauh dari anak anak dan Oma adalah kesengajaan supaya mereka tidak mengganggu dan membiarkan Lily dan dirinya bermesraan sebelum Lily kembali disibukan oleh sosok bayi yang akan hadir diantara mereka.


Namun saat David akan memeluk istrinya, dia mendengar suara dering telpon. Membuat Lily mengambil kembali ponsel David, apalagi melihat nama Oma tertera di layar itu.


“Hallo? Oma?”


“Lila, akhirnya kau menghubungi Oma. Kalian kemana saja? Apa saja yang kalian lakukan?” tanya Oma begitu Lily mengangkat telpon.


“Oma, bisakah aku bicara pada anak anak?”


“Kapan kalian pulang?”


“Hei, aku sudah memberikan Oma Black Card, kenapa ingin kami cepat cepat pulang?” tanya David menyerobot sebelum Lily mengatakan sesuatu.


Membuat Lily mendorong dada suaminya guna menyingkir darinya. “Biarkan aku bicara dengan Oma, David.”


“Dia akan meminta kita pulang.”


“Anak anak baru saja bermain,” ucap Oma di sana. “Kapan kalian akan pulang?”


“Sebentar lagi, Oma. Mungkin besok. Bisakah aku bicara dengan anak anak?”


“Jangan sayang, kau selalu ingin pulang jika melihat anak anak. Aku mohon jangan.”


“Hanya sebentar,” ucap Lily masih berusaha mendorong agar David menjauhkan tubuhnya darinya. “Oma, bagaimana?”


“Sebentar.”


Terdengar suara langkah, kemudian teriakan Oma. “Anak anak! Mommy dan Daddy kalian menelpon!”


Lily menunggu agar anak anaknya datang dan datang bicara dengannya.


“Hallo?”


“Mereka tidak ingin bicara dengan kalian, mereka akan menyiapkan nama adik mereka yang akan lahir.”


“Apa?”


“Maafkan aku, Lila. Satu satunya cara membuat mereka diam adalah dengan menyuruh mereka membuat nama untuk adik mereka. Bye.”


Lily terdiam kemudian menatap David. “Mereka yang akan memberi nama pada anak kita.”


“Apa itu hal yang gawat?” tanya David polos.


Yang mana membuat Lily memijat kepalanya terasa sakit. Dia jelas tahu sifat Ares yang seperti David, bahkan lebih.


“Sayang…, kita akan bermalam di sini bukan? ayo kita ke bawah, daripada stress memikirkan anak anak. Ayo jalan jalan saja.”


“Baiklah, ayo kita jalan jalan,” ucap Lily mengambil mantelnya.


Yang mana membuat David bertepuk tangan kecil. “Hehehehe, Ares yang berulah membuatku bahagia untuk yang pertama kalinya, aku tidak peduli nama yang akan dia berikan, asal bisa berduaan dengan istriku.”


🌹🌹🌹🌹


Ares berjalan jalan di sekitar villa, dia melihat beberapa anak perempuan yang berlarian di halaman villa, sesekali mereka melambaikan tangan dan mengajak Ares untuk bermain bersama.


Yang mana membuat Ares menggeleng. “No, no, tidak anak anak perempuan,” ucap Ares kemudian mengalihkan pandangannya pada jalan menuju keluar gerbang.


Ya, ada beberapa villa dalam satu lingkungan di sini, dengan posisi memutari halaman luas dan api unggun. Membuat Ares harus berinteraksi dengan turis lainnya.


Dia ingin keluar dari lingkungan villa ini sendirian, kesempatan dia dapatkan ketika Oma sedang tidur bersama Athena dan pengasuhnya sedang sibuk membereskan mainan Ares.


Namun belum juga keluar gerbang, kakinya tertahan karena melihat ada beberapa wanita cantik memakai bikini sedang berada di cafee villa.


Membuat Ares melangkah ke sana. 


“Holla, Ladies.”


“Holla, kau tersesat?” tanya salah satu wanita bule itu mengusap kepala Ares.


Yang mana membuat Ares menelan ludahnya kasar. “Kau cantik.”


“Terima kasih, kau juga tampan meskipun masih kecil. Mau duduk di sini? Dimana orangtuamu?”


“Orangtuaku keluar.”


“Dimana villamu?”


“Yang itu,” ucap Ares menunjuk villa yang ditempatinya.


“Wah…, aku melihat pria tampan dari sana. Dia ayahmu?”


Seketika senyuman Ares memudar. “Ya, dia daddy ku.”


“Dia sangat tampan, kau tahu?”


Ares mengangguk. “Mommyku punya peliharaan macan putih totol hijau botol yang bisa menelanmu bulat bulat, kau tahu?”


🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE