Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Kain Perca



🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak tercintah.🌹


🌹Follow juga igeh emak di : @RedLily123.🌹


🌹Emak sayang kalian, jadi selamat membaca yaaaa.🌹


Oma masih belum bisa tidur, dia melihat kabar yang beredar kalau Kakeknya Luke itu sekarang sekarat. Dan Luke dipaksa segera menikahi Medina yang merupakan seorang model.


Oma tahu betul bagaimana sifat Medina yang dipastikan tidak akan mengurus salah satu cucu kesayangannya itu.


Karena pusing memikirkannya, Oma keluar kamar untuk minum.


Eta adalah orang yang peka, dia selalu tahu kapan majikannya butuh seseorang di sampingnya.


Eta datang mendekat. “Apa ada sesuatu yang salah, Nyonya Besar?”


“Luke akan menikahi Medina.”


“Astaga, kapan itu?”


“Aku pikir masih di tahun ini. Mereka kini di Swiss bukan?”


“Iya, Nyonya Besar.”


“Pantas saja, aku merasa curiga ketika Luke menjual rumah besarnya dan membawa kembali pembantu Medina ke Swiss.”


Eta memberikan segelas air. “Semuanya akan baik baik saja, Nyonya Besar.”


“Aku pikir kali ini tidak, Eta. Dia wanita ular. Lebih buruknya, Luke berada di Swiss sehingga aku tidak bisa ikut andil dalam kehidupannya.”


Eta melihat jelas kekhawatiran majikannya, Eta menjadi saksi bisu bagaimana melihat majikannya sangat menyayangi ketiga pria yang sudah dianggap lebih dari keluarga, mereka adalah anak anak Oma.


“Swiss satu, di sini dua. Aku harus mengawasi yang lebih banyak tentunya.”


“Saya setuju.”


“Kita lihat saja apa yang terjadi, aku tidak bisa ikut andil jika kakeknya terus saja melakukan hal semena mena. Aku bahkan berharap kakeknya Luke meninggal supaya aku mudah mengurus anak itu.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


“Sayang, ayo bangun,” ucap Lily membangunkan kedua anaknya yang sampai sekarang malah terlelap. “Sayang, ayo bangun. Ini sudah siang. Kalian harus sekolah.”


“Mereka masih terlelap?” tanya David yang melangkah mendekat, dan melihat kedua anaknya masih saja memejamkan mata.


“Iya, tolong kau bangunkan Ares. Aku akan menangani Athena.”


“Okay,” ucap David tanpa aba aba langsung menggendong Ares.


“Hati hati, nyawanya belum terkumpul.”


David tertawa. “Jangan khawatir, Sayang. Ini yang selalu ibuku lakukan, aku akan membawanya mandi di kamar kita.”


Lily mengangguk dan kembali focus membangunkan Athena.


David memiliki ide tersendiri, dia tidak menunggu Ares yang mendatangi air, tapi David akan membawakan sendiri air pada putranya. Sambil menggendong, David menyalakan kran air hangat.


Sebelum dimasukan ke dalam air, David mengusap punggung Ares. “Ares, kau akan berenang.”


“Ya?”


Perlahan David memasukan kaki putranya, yang membuat matanya terbuka seketika.


“Daddy!”


“Ini air hangat, Son. Tenang saja,” ucap David menjatuhkan perlahan putranya ke dalam bathub.


“Ah… ini menghangatkan.”


“Kau akan pusing jika tidur lagi, jangan pejamkan mata.”


“Iam not,” ucap Ares bermain dengan busa.


Dia hanya diam membiarkan sang Daddy memandikannya.


“Oke, ini sudah bersih. Ayo pakai handuk, waktunya menyikat gigi.”


“Sebentar lagi.”


“Ares jika kau memejamkan mata lagi, maka Daddy tidak akan menyetujui hal hal aneh selanjutnya yang ada dalam pikiranmu.”


“Tidak aka nada hal aneh lagi, Ares hanya nyaman di sini.”


Sampai kehangatan itu membuat Ares kembali memejamkan matanya keenakan. Sadar dengan apa yang terjadi, David pun menyalakan air dingin yang membuat Ares berteriak seketika.


“Aaaaaa! Daddy!” teriaknya kesal. Dia langsung berdiri dan menyelesaikan mandinya.


Ares jelas marah, dia menatap David kesal. “Kenapa Daddy melakukan itu?”


“Kau akan tertidur kembali, ini waktunya sekolah.”


Sisa interaksi, Ares lebih banyak diam.


Sampai David berkata, “Tunggu di sini, Daddy bawakan seragamnya.”


Ketika sendirian di kamar ayahnya, Ares bersin hingga mengeluarkan ingus.


Dia mencari keberadaan tissue, tapi tidak mendapatinya.


Sampai Ares melihat ada kain putih dalam kotak, dia gunakan itu untuk mengeluarkan ingusnya. 


Bersamaan dengan itu, David datang. “Oooooohhh astagaaaa, Ares apa yang kau lakukan?”


“Membuang ingus,” jawabnya santai sambil membuang kain itu ke dalam tempat sampah.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE Continue