Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S3 : ARES FERNANDEZ



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA KARYA RECEH EMAK INI.🌹


“Jangan pernah menyuruh adikku lagi mengurus urusanmu,” ancam Ares sambil menarik kerah baju Galuh.


Setelah tahu apa yang dilakukan Athena di ruang computer belakang, Ares jelas marah. Dia menunggu saat pulang sekolah untuk menyeret Galuh ke kamar mandi demi menghindari keributan yang akan dilihat banyak orang.


“Kau tahu itu urusan kelas.”


“Dan suruh anak pria, jangan adikku,” ucap Ares melepaskan paksa setelah membenturkan punggung Galuh ke dinding.


Kamar mandi pria itu kosong, mereka bergegas keluar begitu Ares membawa Galuh ke dalam dengan penuh emosi.


“Kau masih marah karena kejadian itu?”


“Berhenti membahasnya dan pikirkan itu sendiri.”


“Itu sudah takdirnya untuk mati, sahabat kita,” ucap Galuh yang membuat Ares kembali mencengkram kerah bajunya, kekuatan Ares jauh lebih besar.


Dan sebelum Ares melakukan tindakan lainnya, pintu kamar mandi lebih dulu terbuka. Dimana Samuel masuk dan berusaha melepaskan tangan Ares dari kerah baju Galuh.


“Ar, udah, Ar. Orang orang pada ngomongil lu di luar, kalau dia keluar dengan luka, bukan cuma lu yang bakalan dibawa ke ruangan BK, tapi juga Thea.”


Saat itulah Ares melepaskan cengkramannya. Yang mana membuat Samuel menariknya untuk keluar. 


“Berhenti mencari masalah, jauhi apapun yang berhubungan dengan Ares,” ucap Samuel mendorong pelan supaya Galuh keluar dari kamar mandi. Setelahnya dia mendekati Ares dan mengusap bahunya. “Udah, Thea gak papa ‘kan? Jangan buat adik lu ikut kesered, lu tau gimana bersihnya nama Thea di sekolah.”


“Gue paham,” ucap Ares menarik napas dalam.


“Udah, kelas XII IPA 2 udah pada keluar, si Laura nyariin deh.”


Samuel merangkul Ares dan membawanya keluar, di sanalah Athena berlari ke arahnya. “Kau tidak membunuhnya bukan?”


“Andai saja dia kecoak,” ucap Ares yang mana membuat Athena memeluknya erat.


Membuat Samuel menelan ludahnya kasar di sana. “Aku juga mau dipeluk Athena.”


Yang seketika mendapat tatapan tajam dari Ares, Samuel mengangkat tangannya ke udara seketika. “Canda, Boss.”


“Sam, tolong beritahu Arin aku akan menjemputnya nanti malam.”


“Kalian mau kemana?” tanya Samuel.


“Menengok Cantika. Dia sudah menunggumu di sana.”


“Oh cewek gue dah nunggu,” gumamnya kemudian menatap Athena. “Jika terjadi sesuatu jangan sungkan hubungi aku.”


“Balik lu, jauhi adek gue.”


Samuel berdecak. “Gue balik dulu ya, Ar. Tar malem mabar kuy.”


Ares mengusap kepala Athena dengan penuh kasih sayang. “Aku tidak akan pulang.”


“Aku akan menengok Centini.”


“Sekarang?”


“Ya, sekalian mengantarkan Laura.”


Kemudian tatapan Athena beralih pada sosok perempuan di ujung lorong yang baru saja keluar kelas, dia tersenyum dengan begitu manis.


Sejak kejadian tadi, Laura diabaikan oleh Ares. Begitu melihat ada pria yang mengganggu adiknya, Ares meninggalkan Laura sendirian di jalan menuju kembali ke kelas.


“Tuan putrimu, kau yakin akan berpacaran dengannnya?”


“Entahlah, kita lihat kemana perahu itu berlayar, aku masih menyayangkan wajah tampan sepertiku harus dimiliki seseorang.”


Athena berdecak. “Teruslah seperti itu, otak bodoh.”


🌹🌹🌹🌹🌹


Laura mengerutkan keningnya saat Ares berhenti di salah satu mini market. Dia tertawa pelan ketika turun. “Kau ingin kita menghabiskan waktu di sini?”


“Apa?” tanya Ares bingung.


“Bagaimana kalau kita ke caffe D’Lare, itu tempat yang bagus untuk menghabiskan waktu.”


“Apa di sana ada susu strawberry?”


“Susu?”


“Aku akan menjenguk Cantika, dia pasti suka aku membawakan banyak susu. Kau ingin ikut ke dalam?”


Laura terdiam beberapa saat sampai akhirnya menggeleng, dia menghentakan kakinya saat Ares masuk ke dalam dan memilih menunggu di kursi yang ada di luar.


Bibirnya mengerucut merasa heran kenapa Ares tidak kembali mendekatinya seperti dulu, lebih peka atau mengajaknya berkencan saja. kapan pria itu melakukannya? Apa dia mempemainkannya atau bagaimana? Sampai otak laura mendapatkan jawaban yang lebih masuk akal, Cantika lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan Ares daripada dirinya. Itu yang membuat pria itu mulai tidak memiliki perasaan terhadapnya. 


“Ini menyebalkan, kenapa dia malah lebih dekat dengan Ares. Andai saja aku tahu lebih awal kalau Ares kaya, pasti aku akan meresponnya sejak awal.”


Karena Laura pikir, Ares adalah pria yang banyak tingkah pada awalnya tanpa memiliki apapun. Hanya bermodalkan tampang saja.


Laura sudah memiliki pengalaman lebih banyak daripada wanita seumurannya terhadap pria, dia tidak pernah mempermasalahkan wajah selama dompet pria itu tebal.


Dan sekarang dia menemukan yang memiliki keduanya, Ares tampan dengan hartanya yang bergelimang, juga dari keluarga terpandang. Siapa yang tidak tertarik? Laura akan mendapatkanya, dia berjanji pada dirinya sendiri akan mendapatkan Ares dan membuatnya menjauh dari Cantika.


Karena Laura sadar, ketertarikan Ares padanya mulai pudar.


“Cantik,” ucap sebuah suara.


“Kau sudah selesai membeli susunya? Jangan terlalu lama di dalam mini market, ac nya terlalu dingin, nanti kau sakit. Aku sedih jika kau sakit,” tanya Laura yang sibuk memainkan ponselnya itu.


Ares yang melihat Laura bicara dengan orang gila itu merasa takjub, dia menutup mulutnya. “Wah…., kau ini ramah atau pemberani?”


🌹🌹🌹


To be continue