Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Popcorn



🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Terus follow juga igeh emak di : @RedLily123.🌹


🌹Selamat membaca, emak sayang kalian.🌹


Athena menggeleng dan menatap Ares sambil melangkah mundur kemudian berteriak. “Mommy!”


Athena berlari menemui sang Mommy dengan tergesa gesa. “Mommy!”


“Calm down, Baby,” ucap David sambil mengajarkan cara menarik napas dalam dalam dan benar. “Tarik napasmu, ya benar seperti itu. Bilang pada Daddy ada apa?”


“Mommy!”


Lily yang baru selesai dengan sayur itu membawanya ke ruang makan dengan tatapan penuh tanya pada Athena. “Jangan berteriak seperti itu, Thea. Ada apa?”


“Thea tidak mau kamalnya di dekat Ales.”


“Kenapa tidak?” tanya Lily dengan kening berkerut. “Apa Ares mengganggumu?”


“Iya, dia mengganggu Thea.”


“Tidak!” teriak Ares yang baru saja tiba. “Ares tidak mengganggu.”


“Tenang, Boy,” ucap David menggendong Ares yang mengembungkan pipinya pertanda dia marah, persis seperti Lily saat marah. “Jangan marah dan tarik napas.”


“Apa yang Ares katakan?” tanya Lily menunduk menatap putrinya.


“Ales bodoh, masa gigi disuluh goyang dangdut jadi lelah dan tidak sakit.”


“No!”


“Yes!”


“But itu hanya saran!” teriak Ares.


“Itu saran yang bagus, Nak,” puji David mencium pipi putranya. “Tapi terkadang hal yang tidak masuk akan membuatmu terlihat bodoh.”


“See? Daddy bilang kau bodoh.”


“No!”


“Oke ini hanya masalah gigi, jangan bertengkar dan ayo cepat sarapan.”


Lily menggendong Athena lalu mendudukannya di kursi makan anak, begitu pula dengan David yang mendudukan Ares di samping saudarinya.


“Daddy, Thea tidak ingin teltulal penyakit bodoh Ales, jadi ingin kamalnya jauh.”


“Ares tidak bodoh!”


“Ssssstttttt,” ucap David menutup mulut kedua anaknya secara bergantian dengan telunjuknya.


Pertama, David menatap Ares untuk memberi pengertian, “Ares, kau tidak bodoh, hanya kreatif. Tapi lain kali kau harus berfikir dulu oke?”


Kemudian David menatap Athena. “Dan Thea Sayang, bodoh tidak menular.”


“Tapi aku tidak mau beldekatan dengan olang bodoh, khususnya Ales.”


“What?!”


Lily hanya pasrah melihat kejadian itu, dia terdiam melihat tingkah kedua anaknya yang sepertinya dominan memiliki sifat David.


“Aku khawatir sekarang,” gumam Lily.


🌹🌹🌹🌹🌹


Sore ini mereka berencana ke rumah Oma untuk menjenguk Eta yang sudah keluar dari rumah sakit. Sekalian David juga ingin membujuk Oma agar pindah ke rumah yang ada di sampingnya.


Sebelum mereka sampai di rumah Oma, mereka berhenti dulu di sebuah toko roti.


“Thea mau loti bawang, Mommy.”


“Oke,” ucap Lily yang keluar dari mobil. “Ares, kau mau sesuatu?”


“No,” jawab Ares yang sibuk bermain gadget.


Lily memberikan kode pada David agar menghentikan Ares bermain gadget. Ares memang jarang diberikan benda itu, tapi sekalinya diberikan dia susah sekali lepas.


Lily memesan apa yang diinginkan anaknya dan juga beberapa roti kesukaan Oma. Saat kembali ke dalam mobil, Lily senang melihat Ares yang sudah duduk tanpa memegang ponsel lagi.


Hanya butuh beberapa menit dari toko tersebut sampai mereka sampai di rumah Oma.


Athena merentangkan tangannya meminta digendong oleh sang ayah, sementara Ares berjalan menuntun tangan sang Mommy.


“Be carefull, Mommy.”


“Thank you, Ares.”


Saat masuk, Ares memanggil.


“Omaaaa!” teriaknya, dan mendapat sahutan dari arah dapur.


“Oma di sini!”


Ares segera berlari ke arah sana untuk memeluk Oma. Begitupun dengan Athena yang turun karena ingin memeluk Oma.


“Wah…, kalian datang?”


“Bagaimana kabar Eta, Oma?” tanya david.


“Dia ada di kamarnya, Oma belum mengizinkannya bekerja dulu. Jangan menemuinya, dia sedang istirahat.”


David penasaran dengan apa yang dilakukan Oma. “Apa yang sebenarnya sedang Oma lakukan di dapur?”


“Ehehehe, Oma sedang membuat pop corn caramel.”


Mendengar itu, mata anak anak bersinar. “Apakah sudah siap?”


Oma malah tertawa. “Hasilnya seperti ini,” ucap Oma menunjukan biji jagung yang dilumuri caramel, dengan bentuk yang tidak berubah sama sekali, jagungnya tidak meletus.


Membuat Ares terkejut. Dan berkata, “Aih, apa benar ini pop corn caramel? Ini seperti batu akik.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


To Be Continue