
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA ANAK ANAK. AJAK JUGA YANG LAIN BACA CERITA INI YA.🌹
Dalam perjalanan menuju sekolah, keheningan menyelingkupi. Cantika sibuk menatap indahnya kota dengan ditaburi bintang bintang, dia tersenyum merasakan rambutnya terbawa angina dengan indahnya.
Berbeda dengan Ares, dia memikirkan kenapa Cantika meninggalkannya dan juga tidak menghubunginya.
“Ehem!” Ares berdehem yang membuat Cantika sadar.
“Ah iya, aku minta maaf karena tingkah kakekku yang seperti itu.”
“Apa?” gumam Ares tidak percaya kalau Cantika malah membahas hal ini. “Kakekmu?”
“Ya, dia memang suka seperti itu. Maaf ya.”
“Tidak apa, aku suka seseorang yang terbuka dan suka bercanda.”
“Aku minta maaf atas candaanya,” ucap Cantika dengan riang dan senyuman manisnya, kemudian dia kembali focus pada sekelilingnya.
Sementara itu, Ares menunggu Cantika mengatakan hal lain. Tapi nyatanya tidak kunjung mengatakan apapun lagi.
Hingga sampai di sekolah, Ares menyimpan motornya di gerbang depan. Membuat satpam yang berjaga di pos itu keluar. “Ada urusan apa ke sini, Den?”
“Ada yang ketinggalan, Pak.”
Kemudian Cantika ikut menjelaskan, “Buku saya tertinggal di loker, ada tugas yang harus saya kerjakan.”
“Yaampun, Neng. Kenapa tidak besok saja? sekarang sudah malam, memangnya tidak takut ke dalam sendirian?”
Cantika terkejut. “Bapak tidak akan menemani saya ke dalam?”
“Lah, yang jaga di sini siapa? Makanya besok saja, Neng. Ini sudah malam.”
“Lah yang bilang ini siang siapa?” tanya Ares. “Tidak usah khawatir, Pak. Lagi pula hantu juga berfikir, mana mau dia menculik gadis sepertinya.”
Cantika tersenyum manis. “Tidak apa apa, Pak. Saya butuh bukunya.”
Kemudian satpam itu membuka gerbang dan mempersilahkan keduanya masuk.
Awalnya, hanya Cantika yang melangkah masuk. Sementara Ares berdiam di belakang ingin melihat reaksi Cantika saat dirinya tidak ikut masuk.
Dan saat menoleh, Cantika mendapati Ares tidak ikut masuk. Dan tidak sesuai harapan Ares, Cantika malah berkata, “Tunggu saja di situ sambil duduk ya.”
Ares tertawa tidak percaya kemudian berkata, “Kau pikir aku pria macam apa?”
🌹🌹🌹🌹🌹
“Kapan pertandingan lagi? Ah iya, aku bicara dengan Laura kemarin, dia bilang Cookies rumahan kesukaannya rasa cokelat, dia juga suka jelly. Aku pintar membuat jelly, tapi kalau jelly dia lebih memilih membeli langsung, tanpa gula. Dia bilang dia suka colla.”
Tiba tiba saja Ares berhenti melangkah, membuat Cantika menabrak tubuhnya.
BUK!
“Aduh, kenapa berhenti? Ada apa?”
Ares membalikan badannya dan menatap Cantika yang lebih pendek darinya. “Apa kau menemukan pria yang lebih tampan dariku?”
“Apa?”
“Katakan.”
“Katakan apa?”
“Susun pria tertampan yang kau lihat dalam hidupmu. Cepat.”
“Itu…”
“Cepat.”
“Urutan pertama ada Renaldy Airanta.”
“Lihat!” teriak Ares terkejut. “Tempat pertama bukan aku? Astaga, aku tergantikan? Siapa itu? Aku ingin lihat wajahnya.”
“Itu Papahku,” jawab Cantika dengan santai.
Dan membuat Ares terdiam tenang. “Benarkah? Lalu yang kedua?”
“Kau, tentu saja kau.”
Ares tersenyum sekilas. “Lalu kenapa kau meninggalkanku sore itu? Kau tidak pulang bersamaku?”
“Sore saat selesai pertandingan?”
“Iya,” jawab Ares.
Dan kemudian keduanya mulai melangkah berjalan lagi di lorong sekolah.
“Tapi kenapa aku harus menunggumu?”
“Ah, lalu?”
Ares terdiam seketika, dia juga bingung harus mengatakan apa. Jadi dia hanya berdehem saja. “Jangan jauh jauh, bagaimana jika ada hantu yang menangkapmu?”
Cantika tertawa. “Hantu itu tidak ada.”
“Tidak ada? Dia menerkammu baru tau rasa.”
Dan saat sampai di loker milik Cantika, Ares bersandar sambil memeriksa keadaan sekitar dengan baterai ponsel.
“Ada?”
“Ada,” jawab Cantika.
Ares melihatnya, bagaimana loker Cantika dipenuhi oleh barang barang berwarna peach dan pink.
“Biasanya suka ada yang berpatroli di sekolah, kenapa sekarang tidak ada?” gumamnya penuh pertanyaan. Seingat Ares, disini banyak penjaga untuk berpatroli. “Kemana mereka?”
“Kau mengatakan sesuatu?”
Ares menggeleng. “Aku bukan penakut, jangan khawatirkan apapun, kau aman bersamaku.”
Cantika hanya tersenyum. Kemudian dirinya terpesona. “Wah, apa ini?”
“Apa?”
“Kau bahkan terlihat sangat tampan dalam kegelapan.”
🌹🌹🌹🌹🌹
“Ahhh, astaga,” gumam Cantika tiba tiba menghentikan langkahnya.
“Kenapa?” tanya Ares.
“Aku harus ke kamar mandi.”
“Apa?”
“Bisa antar aku?”
“Kau ingin aku ikut ke dalam kamar mandi?”
“Tentu tidak, tunggu aku diluar,” ucap Cantika dengan segera.
Yang mana membuat Ares kembali berdehem. “Yasudah ayo.”
Ares mengantar Cantika menuju ke toilet perempuan yang sedikit berada di bagian belakang. Yang mana membuat Ares sedikit khawatir, pasalnya banyak desas desus tentang hantu di temoat ini.
“Kau baik baik saja?” tanya Cantika.
“Hei, Centini. Apa yang kau pikirkan? Sana masuk, aku menunggu di sini.”
“Baiklah.”
Dan saat Cantika masuk, Ares memasang wajah siaga dan melihat sekeliling. Dia menelan ludahnya kasar dan memilih memunggungi lorong yang panjang itu.
Sementara dirinya memainkan ponsel.
Dan saat sedang asyik memainkan ponsel sambil memutar lagu, Ares sedikit rileks sambil menggoyangkan bahunya. Dia mulai santai dan dengan bebasnya memutar tubuhnya mengikuti irama lagu.
Dan saat dirinya membalikan badan sambil bergoyang.
“Aaaaaa setan peraaakkk!” teriak Ares melihat sosok dengan wajah yang berwarna silver perak dan berkilau.
“Aaaaa mana?!” teriak sosok itu dan malah memeluk Ares ketakutan.
“Yaaa! Lepaskan aku!” teriak Ares yang hendak menendang sosok itu.
Namun sosok itu malah memeluk kaki Ares. “Mana setan peraknya mana? Aaaaa dimana?”
“Lepaskan!”
“Tidaaaak!”
Dan saat Cantika keluar. “Aaaaa! Kalian kenapa?” tanya Cantika kaget melihat dua orang itu berteriak satu sama lain.
🌹🌹🌹🌹
 
 
TO BE CONTINUE