
🌹VOTE🌹
Sampai dering ketiga, baru Holland mengangkatnya.
"Holland, kau di sana?"
"Iya, Tuan Muda."
"Aku bergegas ke sana," ucap David mematikan telpon.
Sepulang bekerja dia langsung menuju rumah masa depannya bersama Lily. Bukan tanpa alasan David langsung bekerja begitu selesai resepsi, ada banyak pekerjaan yang tiba tiba menghampirinya. Kini David percaya, dibalik pria yang sukses ada istri yang tangguh.
Lily terlalu baik pada Tuhan hingga Tuhan memberinya apa yang dia harapkan. Dan karena dirinya adalah suami Lily, maka dirinya juga ikut terciprati air kemuliaan itu. Itu yang ada dalam pikiran David.
Sebuah rumah yang jauh dari keramaian. David membeli lahan yang luas. Sepanjang setengah kilometer mengelilingi rumah, David sengaja meminta pada arsitek untuk dibuatkan taman di hutan.
Jadi, meskipun sebenarnya mereka ada di tengah kota yang panas, David berusaha memasang nuasa alam. Pikirnya itu sangat cocok untuk porsi keluarga kecil.
"Tuan Muda."
"Jadi, ini selesai?"
"Silahkan masuk, Tuan Muda."
Dikelilingi benteng supaya tidak ada kejadian yang mengerikan.
"Ini pos penjaga bukan?"
"Iya, Tuan Muda. Saya menempatkan tiga titik. Dimana mereka akan bergantian menjaga anda selama 24 jam. Dan akan saya jamin, anda dan Nyonya takkan merasakan kehadiran mereka."
"Apa mereka makhluk halus?"
"A--apa?"
"Kau bilang aku tidak akan merasakan kehadiran mereka?"
"Maksudku mereka akan menjaga anda dalam diam, Tuan. Kris selaku ketua penjaga akan melaporkan setiap akhir hari."
"Bagus," ucap David saat menaiki tangga menuju pintu utama.
Terdiri dari dua lantai, tempat ini sangat sederhana.
"Lihat, Holland, aku merubah gayaku demi istriku."
"Anda melakukannya dengan baik, Tuan."
"Akhirnya aku jatuh pada pelukan wanita sederhana."
David melihat sekeliling, bangunan ini didominasi oleh kayu dan kaca. Memilii konsep alam terbuka hingga kaca di mana mana. Bukan kaca biasa, ketebalannya pun membuat peluru biasa tidak bisa menembusnya.Â
"Tinggalkan aku sendiri, Holland. Aku ingin melihat lihat."
"Baik, Tuan Muda."
"Dan belikan aku makan malam."
"Anda tidak akan pulang?"
"Aku akan di sini sebentar."
"Baik, Tuan Muda."
David melangkah keluar ke balkon lantai satu di mana ada kolam luas di sana. Demi keamanan anak anaknya, David membuat penutup kolam besar itu yang bisa secara otomatis tertutup dengan satu tombol.
"Astaga, Lily Sayang. Aku tidak sabar ingin ke sini bersamamu."
🌹🌹🌹
"Lila, lihat kau masuk ke majalah bisnis internasional."
Lily melihatnya, dia hanya tersenyum tipis.
"Aih, kenapa dengan wajahmu itu?"
"Kenapa David jarang pulang sekarang ya, Oma?"
"Mungkin dia sibuk."
"Dia pernah sibuk, dia pernah membatalkan rapat penting untukku. Tapi kini dia jarang berada di sini."
Oma menelan ludahnya kasar, dia menolak memberitahu rencana David yang sedang menyiapkan rumah baru untuk mereka berdua.
"Oma?"
"Oma tidak tahu, dia hanya sedang sibuk. Kenapa kau sangat khawatir? Lagipula siapa yang mau pada pria tua sepertinya?"
Lily diam, dia menatap Nina yang sedang memasak bersama Eta. Lily merindukan masakan Nina, yang mana membuat Lily memanggil wanita itu.
"Lila, sudah jangan mengingat hal buruk."
"Nyonya Muda, anda ingin memakai bawang bombai?" Tanya Nina pada majikannya.
"Tidak, Nina."
Lily kembali melamun merindukan David.
"Oma ingin sikat gigi dulu, di mana sikat giginya?"
"Ada di rak sana. Nina tolong berikan sikat dan pasta gigi pada Oma."
"Baik, Nyonya Muda." Nina mengambilkannya. "Ini Nyonya Besar."
"Oma akan memakai kamar mandi di sini," ucap Oma pergi ke sanaÂ
Lily menarik napas dalam, dia merindukan David.
Sampai Eta menyadarkannya dengan kalimat, "Nyonya Muda, makan malam sudah siap."
"Baik, aku akan pergi menemui Oma."
Lily mengetuk pintu kamar mandi dari luar. Sayangnya tidak ada jawaban yang membuat Lily gelisah, dia masuk ke dalam dan teekejut melihat Oma yang menyikat giginya.
Bukan menyikat gigi biasa, tapi gigi Oma ada di tangannya.
"Oma?"
"Astaga, tutup pintunya, Lila!"
"Oma… gigi Oma?" Lily tidak percaya Oma memakai gigi palsu.
"Diam, ini rahasia kita. Oma mulas, tolong sikat gigi Oma ya."
Oma berjalan ke bilik lain dan meninggalkan Lily dengan gigi Oma yang tergeletak di sana.
🌹🌹🌹
Tbc.