
🌹Votee ya ghais. Jangan lupa ajak yang lain buat baca ini juga ya. Emak sayang sama kalian. Muehehehe, ILY.🌹
🌹Ig emak adalah : @REDLILY123🌹
Anak anak pulang lebih cepat karena para guru memiliki pertemuan. Hanya keluar selama beberapa jam, kini rumah kembali ramai.
Dan saat Ares bertanya, “Kenapa ranjang Mommy dan Daddy berubah?”
Lily kebingungan dengan kalimat itu, tapi Oma cukup handal dalam melaksanakan muslihatnya. Jadi dia mengatakan kebenarannya dengan pelan pelan.
Hingga akhirnya memunculkan kalimat, “Jadi Daddy keluar tanpa persetujuan Mommy?”
Oma mengangguk, yang mana membuat Athena ikut bertanya. “Itu jelek kan, Oma?”
“Tentu itu sangat jelek, kalian harus izin pada Mommy jika akan melakukan apa pun. Dan Daddy kalian tidak, jadi dia tidak menjaga calon adik kalian.”
Ares malah tertawa.
“kenapa kau tertawa, Ares?” tanya Oma.
Ares tidak menjawab, dia hanya cengengesan yang membuat Athena menebak apa yang ada dalam pikiran saudaranya.
Dengan wajah datar, Athena berkata, “Ales melencanakan lencana untuk Daddy.”
“Astaga, kau memang cicit Oma,” ucap Oma bangga. “Apa yang ada dalam pikiranmu, Ares?”
Kali ini Athena yang kembali menjawan, “Something bad, ya kan?”
Seketika Ares berlari menuju Lily yang ada di dapur.
“Mommy,” ucapnya sambil merentangkan tangan meminta digendong.
Membuat Lily mengangkatnya dan mendudukan putranya di meja. “Ada apa, Sayang?”
Ares merangkup pipi Lily dengan hangat, kemudian berkata dengan wajah lucunya, “Akan aku buat Daddy tidak meninggalkan Mommy lagi.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Ketiga pria itu diam di dalam mobil, enggan beranjak maupun bergerak.
Sebastian mulai merasa jenuh. “Tidak ada macan di sini.”
“Tentu saja ada, ini hutanku.”
“Lalu bagaimana kita bisa berakhir di sini?” tanya David mulai merasa kesal, dia ingin sekali menjambak Luke. “Kau sudah mulai ingat bagaimana kita ada di tengah hutan? Dimana jalan?”Â
Luke memilih diam daripada berdebat, dia hanya diam dalam mobil sambil sesekali melihat ke sekitar. “Mereka ada di luar sana. Kita tunggu saja anak buah kita menemukan kita.”
Sebastian menggeleng di sana, dengan mata tajamnya dia berkata, “Kita tidak bisa di sini terus.”
“Lihat, dia setuju denganku,” ucap David.
Saat itu Sebastian keluar.
“Bas, kau mau kemana?” tanya Luke yang khawatir. “Diluar sana banyak pemangsa yang akan memakanmu, Bas!”
“Kau tahu aku tidak lembek seperti kalian,” ucap Sebastian yang membuat sisi tangguh David terluka.
Pria yang sudah beristri itu tertawa, dia ikut keluar. “Kita akan mencari jalan?”
“Kau ikut?”
“Aku pria tangguh.”
Dan didalam sana Luke tertawa tidak percaya. Dia tetap menggeleng. “Aku akan menunggu di sini.”
Sampai akhirnya penggalan penggalan itu muncul.
FLASHBACK MODE ON.
Luke yang tertawa sambil mabuk itu terus mengendarai mobil dengan cara yang tidak betul, meloncat loncat yang mana membuatnya tertawa. Sampai akhirnya ketika tengah malam pas, jalanan sepi membuat Luke mematikan mesin sebentar.
Dia tertarik melihat sebuah mobil box besar yang dia kenal, jadi dengan keadaan mabuk pun Luke mendekat.
Sambil tertawa, dia melambaikan tangan pada salah satu pekerja di sana.
Dan sang supir mengenali Luke kalau Luke adalah majikannya, jadi dia segera mendekat. “Tuan Luke, kehormatan bagiku bisa bertemu dengan an⸻”
“Ya, diamlah!”
“Tuan, anda mabuk?”
“Tidak, aku tidak mabuk. Muehehehe.” Kemudian Luke menujuk mobil pengangkut di sana. “Apa itu kosong?”
“Ya, kami akan mengangkut beberapa pohon tumbang di hutan lindung milik anda.”
“Jadi sekarang kosong?”
“Ya, Tuan.”
“Mueheheheh.”
“Apa ada yang bisa saya bantu?”
Luke mengangguk, dia sendawa dulu dengan suara berat. “Kau benar, aku… muehehehe…. Ingin menunjukan hutan pada teman temanku, masukan mobil itu ke dalam mobil ini.”
“maaf, Tuan?”
“Muehehehe.” Luke tertawa, kemudian dia masuk kembali ke dalam mobil tua yang kecil. Tangannya memberi isyarat supaya mengangkut mobil kecil ini pada mobil box yang besar. “Cepat!”
“Baik, Tuan.”
Dan begitulah alasannya bagaimana mobil box yang dikendarai oleh Luke masuk ke dalam mobil box dan menuju hutan.
Di dalam mobil, saat box ditutup hingga gelap, Luke tertawa kuat. “Muehehehe, akan aku bawa kalian ke tempat yang indah. Itu adalah asset baruku, Muehehehe. Jangan khawatir, kalian akan terpana melihat kekayaanku.”
FLASHBACK OFF
Dan ingatan itu membuat Luke mengusap wajahnya kasar. “Astaga, kenapa aku error seperti mereka?”
Luke menarik napas dalam. “Aku akan mati di tangan mereka.”
“Luke!” teriak David yang berjalan ke arahnya. “Aku menemukan jalan, ada di bawah sana. Kita hanya perlu mengendarai mobil dan membawanya ke bawah sana.”
“Benarkah?”
“Ya. Kau tau apa yang aku temukan lagi?”
“Apa?”
“Thai Kuda, berjaga jaga jika aku tidak bisa menahan amarahku padamu saat kau ingat sesuatu.”
Saat itu juga Luke menggeleng kuat. “Aku tidak ingat apapun.”
🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE