Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Menolak uang



🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak tercintah.🌹


🌹Tolong follow igeh emak di : @REDLILY123.🌹


🌹Selamat membaca, emak sayang kalian.🌹


David menatap tidak percaya saat isi dari kasur kapuk itu dibuka. Bukan hanya kapuk, ternyata Oma juga menimbun segala harta bergarha di sana. Uang Belanda zaman dahulu, koin emas dan perhiasan. 


Lily juga menyaksikan sendiri bagaimana para penjaga yang sedang membongkar isi dari kasur itu, dia terkejut bukan main. Sampai sampai David yang ada di sampingnya itu melingkarkan tangannya di pinggang sang istri saking terkejutnya, dengan tangan lain yang menutup mulutnya sendiri.


“Oma,” ucap David.


“Diam, nanti Oma jelaskan,” ucap Oma focus melihat pelayan wanita yang memasukan harta berharganya ke dalam keranjang. “Kalian masuk saja ke dalam, kasihan Lily sejak tadi diam.”


Seketika David melirik sang istri. “Ayo kita ke dalam dulu, Sayang.”


“Aku masih ingin melihatnya.”


“Kau berdiri terlalu lama.”


Karena memang merasa pegal, akhirnya Lily menurut. Dia dituntun oleh David masuk ke dalam rumah Oma. Rencananya mereka akan makan siang sambil menonton film India.


Sambil berjalan, Lily berkata, “Astaga, itu sangat mengejutkan. Oma punya harta yang sangat banyak.”


“Aku penasaran bagaimana dia memasukan semua itu ke sana? Apa dia sengaja menimbun?”


“Aku pikir tidak, kau lihat tadi uangnya kusam dan diremas tidak jelas. Aku rasa Oma memasukannya secara random ke dalam sobekan di samping.”


“Tapi kenapa?” tanya David. “Apa dia takut miskin?”


“Itu harta yang disimpannya zaman dulu, itu mungkin harta Oma dan suaminya yang disimpan di situ dengan sengaja. Entahlah, aku juga terkejut. Untung saja kau tidak membakarnya.”


David mengangguk setuju. “Aku penasaran sesuatu,” ucapnya yang menuntun Lily masuk ke kamar Oma dan meraba kasur satunya lagi.


“David? Apa yang kau lakukan?”


“Apa Oma juga tidur di atas tumpukan harta? Apa di sini juga ada uang dan harta?” tanya David yang meraba raba.


“David, tidak sopan melakukan itu,” ucap Lily. “Ayo keluar.”


“Sayang, apa kau tahu?”


“Tahu apa?”


“Uang, koin dan perhiasan itu sangatlah mahal. Tapi seingatku, Papahku pernah hampir gulung tikar, dan Oma tidak membantunya saat itu.”


“David, ayo keluar.”


“Apa yang kau lakukan, tengik?” tanya Oma yang berada di ambang pintu.


Yang mana membuat David kaget dan langsung berdiri. “Oma? Mueheheh, aku hanya penasaran.”


“Ingin David belikan oskadon, Oma?”


“Jangan bicara kau, bule tengik. Uangku hampir saja hancur.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ternyata tujuan Oma menimbun harta adalah menyelamatkannya untuk digunakan ketika sedang benar benar butuh saja. apalagi Oma tahu dulu putranya yang tidak lain adalah ayahnya David itu selalu boros, beberapa kali perusahaan terombang ambing. Jadi Oma mengajarkannya untuk hidup lebih disiplin dalam hal apa pun.


“Jadi… gitu ya?” tanya David menyesal telah mengira yang tidak tidak.


“Emang kamu pikir kenapa hah?”


“Enggak, Oma. Ehehehe.”


“Kamu nyangka Oma gimana emang?”


“Maaf, Oma.”


“Tau ah Om amah ngambek,” ucap Oma kembali ke dapur menyusul Lily yang sedang memasak.


Mengetahui itu, David segera mengejar Oma. Dia tahu jika Oma marah karena dirinya, maka Lily akan ikut marah juga.


“Oma kenapa?” tanya Lily.


“Oma sedang kesal.”


“Kesal kenapa?”


“David, dia mikir yang enggak enggak sama Oma.”


“Oma,” ucap David yang menyusul.


Baru juga datang, David sudah mendapatkan tatapan tajam dari sang istri. “Oma…. Uang jajan mau David tambah?”


“Oma gak mau uang, Oma kaya.”


“Oma jangan gitu dong. Maafkan David ya.”


Oma tetap diam.


“Oma…. Oma kok ngambek sih?”


“Atuh Oma teh mau seblak!”


“Hah?” tanya David heran saat Oma menggunakan logat bahasa Sunda. Dan David yang sudah belajar banyak dari sang istri itu pun menjawab. “Hayu atuh hayu. Seblak? Hayu lah!”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE