
🌹Jangan lupa kasih vote sebelum baca ya anak anak kesayangan emak.🌹
🌹Follow igeh emak di : @RedLily123.🌹
🌹Emak sayang kalian, selamat membaca ya anak anak.🌹
David menatap tidak percaya pesan yang masuk, di sana menyebutkan jelas kalau Luke akan menikah beberapa minggu lagi. Ini benar benar tanpa persiapan sama sekali, bahkan seharusnya mereka menghabiskan waktu bersama dulu seperti yang biasa mereka lakukan.
Buru buru David menghubungi Sebastian untuk menindaklanjuti hal ini. Sayangnya, Sebastian yang masih berbulan madu itu tidak bisa dihubungi sama sekali.
Membuat David berdecak kesal. “Siialan sekali, kenapa dia tidak mengangkatnya?”
Begitu pula dengan Luke yang tidak mengaktifkan nomornya saat David akan menghubunginya. Karena memang sudah menjadi tradisi jika salah satu dari mereka akan menikah, maka ketiganya harus berpuas puas diri bermain dulu.
David tahu bagaimana sifat Medina yang tidak memungkinkannya untuk membawa Luke bermain keluar nantinya.
“Ini tidak bisa dibiarkan,” ucap David. “Luke mungkin membutuhkan bantuan, aku tahu dia tersiksa dengan keberadaan Medina.”
Dan saat itu terdengar suara ketukan pintu sebelum Holland masuk.
“Holland, apa pekerjaan di rumah sudah selesai?”
“Sudah, Tuan. Rumah Nyonya Besar sudah beres.”
“Baguslah, bisa kau bantu aku?”
“Saya sudah memesan tempat makan siang yang anda inginkan kemarin, Tuan.”
“Bukan itu, apa kau tahu Luke akan menikah?”
“Saya mendengar Nyonya Besar membicarakan hal ini dengan Nyonya Lily.”
David terkejut. “Apa Oma berbicara dengan Kakeknya Luke sebelumnya?”
“Saya tidak tahu, tapi sepertinya Tuan Luke yang mengatakannya.”
“Kenapa dia tidak mengatakannya padaku lebih awal? Apa kau pikir dia butuh bantuan?”
Holland terdiam, tapi dia paham atas apa yang akan dilakukan majikannya. Jika ketiga orang itu dipersatukan, selalu akan ada ide gila dan ketiganya menjadi kekanak kanakan. Maka dari itu Holland mengatakan, “Nyonya Besar bilang kalau kakek dari Tuan Luke sakit parah.”
“Hei ayolah, Hollad. Aku tahu temanku dalam kesulitan, mungkin Medina butuh sedikit pelajaran.”
Demi keamanan segalanya, Holland tidak ingin David melakukan hal hal bodoh bersama teman temannya, maka dia mengatakan, “Maaf, Tuan. Tapi saya mohon, ingat umur anda.”
Ketika paham, wajah David langsung datar. “Apa aku setua itu, Holland? Wajahku keriput? Aku melakukan dermatologi setiap minggu. Tidak kau lihat wajahku yang licin dan bersinar ini?”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hari ini David kembali pergi ke dokter kulit setelah pulang dari kantor. Sambil merasakan pijatan di kakinya, David mendapat telpon dari seseorang. Itu adalah Sebastian.
“Hallo, Bodoh. Apa kau masih hidup?”
Sebastian berdecak di sana. “Kau tahu aku sedang berbulan madu, jadi tidak bisa diganggu. Aku dengar Luke akan menikah.”
“Kau tidak mendengarnya, kau membacanya bukan?”
“Apa dia serius? Dengan Medina? Aku tahu bagaimana sifat ular wanita itu.”
“Wow, sekarang kau bisa membedakan yang mana wanita ular?”
“Diam kau,” ucap Sebastian kesal. “Aku akan ke sana langsung dari sini.”
“Hei, aku tidak memiliki teman di sini. Kemungkinan Lily dan Oma tidak akan ikut, kau ingin aku sendirian?”
Sebastian berdecak malas. “Kau bukan urusanku.”
“Apa kita akan membiarkan Luke menikah begitu saja?”
“Kudengar Kakek Nobles sakit.”
“Itu bukan alasan, kau tahu maksudku.”
Sebastian diam sesaat di sana.
“Bas, kau tidak tidur kan?”
“Tidak, Sialaan! Kau seharusnya paham kalau aku diam berarti aku tidak setuju.”
“Bagaimana aku tahu jika kau tidak bicara,” ucap David menahan kesal.
“Kau seharusnya tahu, karena kau sudah tua.”
Seketika kalimat itu membuat David mematikan telpon, dia langsung berkata kepada pekerja di sana. “Bawa dokternya ke sini, bawa dia cepat.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
To Be Continue