
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE SEBELUM MEMBACA YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹FOLLOW JUGA IGEH EMAK DI : @REDLILY123.🌹
🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA.🌹
Dengan perlahan, David meletakan wajan pink itu di samping kepala pasien yang sedang terbaring di atas ranjang rumah sakit. Dengan pelan, David memotretnya kemudian mengirimkannya kepada Oma.
Menunggu balasan, sampai akhirnya Oma menelponnya.
“Hallo, Oma?”
“David, jangan bercanda.”
“Apa aku terlihat bercanda?”
“Kenapa kau melakukan itu?”
David berdecak, dia segera memindahkan wajannya ke kursi yang ada di sampingnya. “Sudah tidak, oke?”
“Kalau begitu cepat cari dia.”
“Cari apa maksud, Oma? Jelas jelas Chef kesayangan Oma itu sudah terbaring tidak berdaya dan sedang sakit. Dia tidak bisa menandatangani wajan pink.”
“Kau pasti berbohong, pasti menggunakan aplikasi edit.”
“Ya Tuhan,” gumam David tidak percaya. “Haruskah kita melakukan video call?” tanya David.
“Kau pasti berbohong.”
“Tidak, Oma,” elak David dan langsung mengalihkan panggilan menjadi video call supaya dirinya bisa membuktikan kepada Oma.
Sampai akhirnya Oma mengangkatnya, David langsung mengarahkan kamera pada Chef yang sedang terbaring dengan matanya yang terpejam. “Lihat? Dia sedang sakit. Lihat aku memegang rambutnya, Oma.”
“Dimana wajan pink nya?” tanya Oma yang membuat David kembali meletakannya di samping kepala Chef itu. David juga mendekatkan wajan itu dengan bantal. “Lihat, bantalnya aku pukul dengan wajan.”
Ketika sedang asyik berbicara dengan Oma, anak dari Chef itu masuk dan kaget dengan apa yang dilihatnya. Dia pikir pengusaha itu sedang memukul ayahnya. “Apa yang kau lakukan?!”
David seketika mengambil wajannya. “Ini tidak seperti yang kau pikirkan.”
“Keluar kau, Psyco! Keluar! Dasar penggemar gila.”
David yang mendengar teriakan wanita itu keluar seketika dengan penuh ketakutan. Dia terburu buru sampai panggilan dengan Oma terputus.
“Ada apa, Tuan?” tanya Holland yang ikut kaget mendengar teriakan.
“Ayo kembali. Dan buang ini,” ucap David memberikan wajan yang dipegangnya.
“Ini wajan mahal, anda yakin ingin membuangnya?”
“Buang itu sebelum mereka menyangka kita psyco gila.”
“Tuan, anda harus tenang. Apa yang terjadi?”
“Astaga, Holland, wanita gendut itu berteriak sampai air liurnya mengeluarkan air mancur dan hampir mengenaiku.”
“Maaf, Tuan?”
“Aku maafkan, ayo kita pergi dari sini.”
🌹🌹🌹🌹🌹
“Belum tentu, apa Thea ingin sesuatu?”
Athena tersenyum malu malu. “Thea ingin mainan.”
“Mainan?” tanya David. “Tapi mainan Thea sudah banyak, bagaimana jika Daddy belikan makanan saja?”
“Baiklah,” ucap Athena dengan pipi mengembung. Membuat Lily gemas dan segera menciumnya.
Ketika Athena mendengar suara tawa Ares, dia berlari tanpa berkata apa apa lagi.
“Hei, Thea? Kau pergi kemana?”
Lily tertawa melihat itu, dia mengarahkan kamera pada wajahnya.
“Oh, hallo, Sayang,” ucap David yang langsung merubah nada bicaranya.
“Hai, aku dengar Chef itu sakit?”
“Dia diambang kematian, aku bingung bagaimana cara meminta tanda tangannya. Dan sayang, jangan bilang kalau aku harus menyusul.”
Saat itulah Lily kembali tertawa. “Cepat selesaikan urusanmu dan lekas pulang, aku merindukanmu.”
“Aku tahu itu. Dimana Ares?”
“Dia sedang bermain.”
“Apa dia tahu kalau aku sedang menelpon.”
“Sebentar aku panggil,” ucap Lily kemudian berteriak. “Ares Sayang, Daddy ingin melihatmu.”
“Iam coming!” teriak Ares dan langsung meloncat ke atas kasur. “Hallo, Daddy!”
“Hallo, jagoan. Apa yang sedang kau lakukan?”
“Apa Daddy tahu?”
“Apa?”
“Tidak ada gempa bumi di Mars.”
David terdiam dan terkesan. “Wah, Jagoan, kau sedang membaca buku pengetahuan? Itu sangat hebat.”
“Tidak.”
“Lalu dari mana kau tahu jika di Mars tidak ada gempa bumi?”
“Karena yang ada adalah gempa Mars. Muahahahahaha!”
Saat itulah Lily dan David terdiam melihat tingkah putra mereka.
🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE