
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BUAT BACA INI YA.🌹
“Pesanan anda, Tuan Putri,” ucap Arin memberikan lipstick yang diinginkan oleh Athena.
Seketika Athena yang sedang melamun itu bertepuk tangan. “Aaaaa…. Thankyou, nanti aku transfer.”
“Santai, nanti makan di luar yuk.”
“Tidak bisa, aku mulai sibuk dengan berbagai les.”
“Oh, Thea….,” ucap Arin merengek, dia duduk di samping temannya itu. “Kenapa kau sangat sibuk?”
“Ini tahun terakhir kita, kita harus bersiap untuk masuk ke universitas.”
“Dimana kau akan melanjutkannya?”
“Aku akan keluar dari Negara ini, kurasa Ares juga akan melakukannya. Mengingat dia yang akan memegang kendali perusahaan.”
“Wah….., dia akan sangat keren.”
Athena berdecak, dia menggeleng gelengkan kepalanya. “Karena tampangnya saja dia terlihat keren, entah jika nanti.”
Saat menoleh, ternyata Arin tidak mendengarkannya. Athena menatap kea rah tatapan Arin keluar jendela kelas, ternyata di sana Ares dan gerombolannya sedang lewat.
“Astaga.”
“Samuel mengirimiku pesan akhir akhir ini.”
“Hati hati, dia itu playboy. Kau paham maksudku bukan?”
Athena hanya menghela napas, sampai dia melihat sang ketua Osis masuk ke kelasnya. “Apa ada Guru?”
Pria itu tidak menjawab, membuat Athena kesal. Dia berdiri dan memilih menghirup udara segar diluar kelas.
“Thea, kau mau kemana?”
“Menemui Cantika.”
Dan saat mengintip ke kelas tetangga, terlihat Cantika yang sedang bergurau dengan teman teman sekelasnya di dalam. Cantika adalah orang yang hangat, dia mudah diterima di lingkungan mana saja.
Menyadari keberadaan Athena, Cantika melambaikan tangannya dari dalam. Dibalas hal itu pula oleh Athena.
“Hei, apa yang kau lakukan? Bel sudah berbunyi, cepat masuk.”
Athena menoleh pada sang ketua kelas. “Aku masih ingin menghirup udara segar.”
“Segera masuk.”
“Kenapa aku harus mematuhimu? Kau saja tidak mau menjawab pertanyaanku.”
Dan saat Galuh hendak berbicara, tiba tiba seorang gadis menabraknya dari belakang.
“Ups, maaf.”
“Tidak apa.”
“Aku murid baru, namaku Laura.”
“Galuh.”
Athena berdecak. “Semua pria sama saja ternyata.”
🌹🌹🌹🌹🌹
“Ar, lu tau gak? Ada murid baru di kelas XII IPA 2,” ucap Samuel.
“Cantika?”
“Bukan, yang barunya lagi. Asli lu bakalan jatuh cinta sama dia, namanya Laura. Beuh, type lu banget, Ar.”
Ares memang mendengar desas desus itu sejak tadi, dia juga mulai penasaran dengan hal itu. Maka darinya, setelah jam pelajaran selesai tepat pukul 3 sore, Ares berdiam sejenak di parkiran di atas motornya menunggu murid baru.
Namun, banyaknya orang asing membuat Ares bingung yang mana.
Karena dia mendapat informasi kalau anak baru itu kelas XII IPA 2, maka Ares butuh sumber informasi yang akurat dan terpercaya.
Maka dari itu, saat melihat Cantika, Ares memanggilnya dengan gerakan tangan.
Cantika yang terkejut itu menunjuk dirinya sendiri.
Ares mengangguk. “Iya kau.”
Membuat Cantika segera mendekat. “Ada apa?”
“Ada murid baru di kelasmu?”
Cantika mengangguk.
“Yang mana?”
“Eum….” Cantika membalikan badannya dan melihat sekeliling. “Sepertinya sudah pulang, dia keluar lebih awal karena menjawab pertanyaan dengan benar.”
“Jangan bilang kau yang terakhir.”
“Tidak, aku ketiga.”
“Bagus.”
“What?”
Cantika tertawa. “Aku harus pulang, nanti angkotnya meninggalkan aku lagi.”
“Kau akan ke pasar lagi?”
Cantika mengangguk.
“Ayo naik.”
“Tidak mau, naik motormu membuat pinggangku sakit.”
“Tapi sepadan dengan wajah tampan ini bukan? Kau ingin wajah tampanku menarik gas becak atau bajaj?”
Cantika menggeleng.
“Ayo naik, aku harus ke bengkel.”
“Tidak latihan basket? Aku dengar akan ada pertandingan.”
“Besok,” jawab Ares sambil menahan ketika Cantika naik motornya.
Dan saat Ares mulai melajukan motornya, banyak anak khususnya wanita yang membicarakannya. Ares membawa seorang wanita di jok belakang, tentu saja itu membuat mereka gempar.
Namun setelah melihat wajah Cantika yang tidak terlalu cantik, beberapa dari mereka berkata,
“Tidak mungkin pacarnya, dia jelek, bukan selera Kak Ares?”
“Jangan khawatir, tidak mungkin type Ares yang seperti itu.”
“Wanita itu terlihat dibawa oleh kak Ares beberapa kali.”
“Aku dengar mereka adalah teman kecil, jadi jangan khawatir. Lagipula lihat wajahnya.”
“Benar, lihat wajahnya. Bukan seleranya, Kak Ares bahkan lebih putih.”
Yang mana membuat Cantika yang mendengarnya tersenyum masam. “Lagipula aku tahu diri.”
“Kau bilang apa, Centini?!”
🌹🌹🌹🌹
“Apa saja yang kau lakukan di Amerika?”
“Tidak banyak, hanya sekolah.”
“Centini, aku serius. Apa rutinitasmu selain sekolah?”
“Umm, belajar.”
“Ah, sudahlah,” ucap Ares yang sedang mengendarai sepeda motor.
Hal yang Ares sukai adalah berbincang bersama Cantika di motor, sambil menghirup udara segar. Ares menyukai hal ini, mengenang hal hal kecil bersama teman masa kecilnya.
“Apakah di sana ada pria tampan?”
“Banyak.”
“Ck.” Ares berdecak.
“Tapi kau tetap yang paling tampan, Ares.”
“Bagus, kau memang memiliki mata yang sangat bagus, Centini. Bagaimana bisa aku dibandingkan dengan yang lain? Lihatlah bagaimana sempurnanya wajahku ini, bukan begitu?”
“Kau sangat tampan dan juga hebat, apalagi saat bermain basket.”
Ares tersenyum penuh kebanggan di sana. “Ayo, terus lakukan. Puji aku lagi.”
Cantika terdiam karena motor berhenti. “Tapi kita sudah sampai.”
“Oh benarkah? Yasudah lekas turun, kau pasti sangat suka dibawa pria tampan olehku bukan?”
“Terima kasih atas tumpangannya untuk yang kesekian kalinya, Ares,” ucap Cantika sambil turun.
“Katakan dengan benar, katakan aku tampan dan mempesona.”
“Terima kasih Ares yang tampan, mempesona dan juga sangaaattt mengagumkan,” ucap Cantika dengan tulus. Matanya sampai berbinar menunjukan bagaimana dirinya kagum pada Ares. “Kau hebat.”
Ares tertawa. “Sudah sana masuk, kau akan sakit karena overdosis melihat ketampananku ini.”
“Wah, bagaimana bisa aku berpaling darimu?” ucap Cantika dengan nada merendah seolah menahan kekaguman.
Aes berdecak. “Sudah sana masuk, aku harus ke bengkel. Mimpikan saja aku dan jangan lupa kau ha……..” Ares mengangguk angguk. “Dia sudah melangkah menjauh.”
Dan saat Ares sedang memakai helm, dia melihat sebuah mobil sedan berhenti di rumah di samping Cantika. Dan turunlah sosok gadis cantik, dengan rambut panjangnya yang begitu berkilauan.
Sesaat mata mereka bertemu, hanya sepersekian detik, tapi membuat Ares bertanya, “Wah, gadis apa yang bisa memalingkan wajahnya dariku hanya dalam hitungan detik? Lihat saja kau.”
🌹🌹🌹🌹
 
TO BE CONTINUE