
🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹
🌹Follow juga igeh emak di : @RedLily123.🌹
🌹Emak sayang kalian, selamat membaca ya semuanya.🌹
“Bagaimana ini, Oma?” tanya Athena merasa ngeri dengan apa yang dia lihat di depannya. Bobba nya mengeras dengan warna yang pucat juga bentuk yang mirip cendol. Melihatnya saja itu seperti menakutkan.
“Simpan saja di dalam kubangan susu ini,” ucap Ares.
Yang mana segera Athena tahan. “Jangan, nanti milip kotolan yang ada di kali.”
“Eoh, pikiranmu menjijikan,” ucap Ares bergidik ngeri.
Yang mana membuat Athena memukulnya kemudian berkata, “Ayo kita buat lagi, ayoooo….”
Dan Ares menatap jam, ini sudah hampir tengah malam. Apalagi besok mereka sekolah, Ares sudah lelah. Tapi dia ingin yang terbaik untuk mommy nya.
Dia menatap Oma meminta pendapat, sayangnya Oma mengangkat bahunya bingung dan menunggu keputusan Ares yang memimpin semua ini.
“Oke, ayo kita buat ini,” ucap Ares pada akhirnya.
Kali ini mereka membuat semuanya dengan hati hati dan mengecek sua kali.
Eta yang melihat itu tidak tahan, dia mendekat, “Biar saya bantu, Nyonya Besar.”
“No!” teriak Ares dan Athena secara bersamaan.
Yang mana membuat Eta kembali mundur.
Bahkan Oma hanya boleh berpartisipasi dengan hanya berdiri di sekitar mereka.
Setelah waktunya membentuk, Ares berkata, “Oma boleh menunggu di sana.”
“Kalian ingin Oma meninggalkan tangan tangan jahil kalian?”
“No, jika selesai kami akan memanggil Oma untuk merebusnya.”
Dan karena tatapan tajam Ares, Oma akhirnya keluar dari dapur. Dia duduk dengan pandangan tidak lepas dari kedua anak anak di sana, sama seperti Eta, Nina dan beberapa pengasuh yang mengawasi.
“Apa tadi David menelpon?” tanya Oma pada Nina.
Nina mengangguk. “Iya, Tuan menanyakan keadaan anak anak.”
“Kau menjawab mereka sudah tidur bukan?”
“Iya, Nyonya Besar.”
Karena di sana pasti ada Lily, jadi setiap David menelpon, para pengasuh akan disuruh untuk berbohong.
Eta menghela napasnya dalam, membuat Oma menengok menatapnya. “Tenanglah, Eta. Aku pikir mereka akan baik baik saja.”
“Saya hanya mengkhawatirkan mereka, Nyonya. Besok sekolah.”
“Ini tidak terjadi setiap hari, dan ini murni keinginan mereka.”
Sampai akhirnya, “Oma! Tolong bantu!”
“Biar saya saja, Nyonya Besar.”
“Sudahlah, aku bisa,” ucap Oma datang dan melihat bulatan bobba yang sudah terbentuk untuk direbus.
Sebelum merebusnya, Oma menatap kedua cicitnya, “Apa kalian siap?”
Ternyata, David membawa Lily ke sebuah tempat konstruksi untuk memperlihatkan pembangunan hotel yang sedang dilakukan. Dan yang dilakukan Lily adalah membantu David mengonsep beberapa kamar yang dikhususkan untuk keluarga yang liburan.
Lily dengan senang hati melakukannya, membantu pekerjaan suaminya membuatnya merasa berguna.
Namun, jika sampai selarut ini, Lily juga marah. Dia melihat jam yang hampir tengah malam.
“David, ayo pulang.”
David yang sedang memeriksa berkas itu perlahan pura pura menatap jam di tangannya. “Sebentar lagi, Sayang.”
“Anak anak sendirian di rumah,” ucap Lily yang merasa khawatir.
David menarik napasnya dalam, dia menggeleng. “Kan kita sudah memanggil pembantu juga Nina, jadi mereka baik baik saja.”
“Kalau begitu aku yang tidak baik baik saja, apa kau tega membuat aku yang sedang hamil ini bekerja sampai larut malam?”
Dan pertanyaan itulah yang membuat David tidak bisa berkutik, akhirnya dia berdehem. “Baiklah, ayo pulang.”
“Bawa pekerjaan itu ke rumah, ini sudah malam,” ucap Lily yang kesal keluar lebih dulu dan menuju basement.
David yang mengikutinya dari belakang itu berteriak, “Sayang, berjalanlah dengan perlahan.”
“Aku kesal padamu.”
“Ayolah, aku minta maaf ya,” ucap David saat mereka sudah berada di dalam mobil.
Dan saat berada di dalam mobil, Lily lebih banyak diam mengkhawatirkan anak anaknya. Ketika Lily sadar, David menhyetir lebih lambat dari biasanya, dia berkata, “David, kenapa semakin lambat?”
“Maaf, Sayang. Aku pikir kau tidak ingin terburu buru.”
“Oh astaga,” ucap Lily kesal memalingkan wajahnya.
David berusaha menepati keinginan anak anaknya.
Dan benar saja, mereka berhasil sampai di sana tepat jam 12 tepat.
Ketika Lily membuka pintu, semuanya gelap. “Kenapa ini gelap? Nina?!”
Dan tidak lama kemudian…
“Happy Birthda, Mommy!” teriak kedua anaknya bersamaan dengan lampu yang dinyalakan juga petasan pesta.
“Astaga!” teriak Lily terkejut. Dia menatap kedua anaknya yang berbinar. “Oh sayang sayangku, kenapa kalian melakukan ini?”
“Selamat ulang tahun, Mommy.”
“Terima kasih, Sayang.” Kemudian mata Lily focus pada kue yang dipegang Athena, dia melakukan doa sebelum meniup lilinya.
“Horeee! Ini adalah kue buatan kami, Mommy.”
“Itu benal, ini buatan kami.”
Lily kembali focus pada kue yang memiliki bentuk agak aneh. Apalagi di dalam kubangan vla dan susu itu ada benda bulat besar aneh. “Apa ini anak anak?”
Ares menjawab dengan santai, “Itu Bobba beranak.”
🌹🌹🌹🌹
TO BE Continue