
🌹VOTE YEE GHAISS🌹
Saat pintu penginapan terbuka, anak anak langsung berlarian memberantakan sofa di sana.
Ketika Lily hendak melarang dan memberi teguran, David malah bergabung bersama mereka.
"Whaaaaaa! Kalian akan Daddy tangkap!"
"Aaaaaaa! Awas, Thea! Ada Monster!"
"Aaaaa! Mosntel jadi jadian!"
"Lariiii!"
"Laliiiiii!"
Lily menggelengkan kepalanya melihat mereka yang saling mengejar.
"Letakan saja di sana, Holland," ucap Lily melihat pria tua itu membawakan banyak koper. "Terima kasih."
"Sama sama, Nyonya."
Lily menutup pintu, dia mengedarkan pandangan di ruangan yang sangat cantik dengan kaca yang mendominasi.
"David? Ares?" Panggil Lily saat mereka entah berlari kemana. "Thea?"
Tidak ada jawaban dari mereka membuat Lily terus menerus melangkah.Â
Sampai tidak dia sadari, dia berada di ujung ruangan di mana ada tangga menuju ke bawah. Sayangnya di bawah sana gelap, membuat Lily enggan ke bawah.
"Athena? Ares?"
"Here, Mommy," jawab Ares dari bawah sana. "Come here."
"Apa yang kalian lakukan di sana?!"
Tidak ada lagi jawaban.Â
"Ares?!"
"Come here, Mommy," teriak Ares dari bawah sana.
"Apa Daddy ada di sana?" Tanya Lily memastikan. "Ares, Athena?! Jawab Mommy. Apa Daddy ada di sana?"
"Yes, come here, Mommy."
"Come hele, Mommy. We all hele."
Meski penuh keraguan, Lily menuruni tangga. Tangannya erat memegang pegangan saat semakin gelap.
"David?" Lily mulai ketakutan. "Kids?"
Tidak ada jawaban membuat Lily semakin khawatir. "David?"
Dan seketika lampu dinyalakan.Â
"Surpriseeeee!" Teriak ketiga orang itu.
Yang mana membuat Lily terdiam.Â
"Wellcome to lake of love, Mommy," ucap Ares yang membuat Lily sadar kalau ruangan itu ada di bawah danau.
"Ya Tuhan," gumam Lily terkagum kagum.
Lily melihat ke dinding kaca dimana di sana memperlihatkan dasar danau yang sangat jernih. Ada taman air di sana denga rerumputan yang menuliskan nama Lily.
"David?"
"Ya, Sayang. Aku membuatnya."
Dan saat David mendekat kemudian mencium istrinya, kedua anaknya bersurak sambil bertepuk tangan.
"Horeeeee! Kiss Mommy again, Daddy"
David tersenyum dan menatap istrinya. "Dengar kata mereka, Sayang?"
"Cieeeeee! Wittt wiiwwwww!"
🌹🌹🌹
"Apa kau yakin akan keluar?" Tanya Lily yang sedang menggendong Athena.
David mengangguk di sana. "Tentu, jagoan kita bertanggung jawab. Bukan begitu, Ares?"
"Yes, Daddy."
Sebelumnya Athena dan Ares memiliki jatah cemilan yang terbagi rata. Namun, saat Athena sedang lengah pergi ke kamar mandi, Ares yang belum puas itu memakan bagian adiknya.
Karenanya sekarang David ingin mengajarkan putranya tentant bertanggung jawab pada siapa pun.
"Come on, Ares."
"Apa kita akan jalan kaki?"
"Yes."
"Kenapa tidak menyuruh Holland?"
David mengerutkan keningnya, dia menatap putranya yang masih memakai sepatu di sana. "Apa Holland memakan cemilannya Athena?"
"No."
"Kalau begitu ayo pergi."
Ares mengerucutkan bibirnya, dia menggapai tangan David dan berjalan di pinggir danau menuju ke pusat makanan di sisi lain.
Keramaian di sana membuat Ares kalap dan lupa tujuan. "Daddy, i want that."
"No, kita ke sini untuk Thea, fokus cari makanannnya."
"Tapi Ares mau itu."
"Iya, setelah mendapatkan makanan Athena kita membelinya."
"Yes!"
Ketika sedang melangkah, Ares tidak sengaja tersenggol sampai akhirnya dia jatuh.
David yang tidak tega langsung menggendongnya. "Are you okay?"
"Yes," ucap Ares melihat ke berbagai arah. "Daddy! Itu cemilannya!"
Saat itu juga David melangkah ke sana. Namun, ada antrian yang membuatnya harus menunggu.
Ketika sedang menunggu itulah ada beberapa turis yang menghampiri. Melihat wajah David yang identik dengan orang Eropa membuat para turis yakin jika David fasih bahasa Inggris dan paham.
"Excuse me."
"Ya?" David menengok.
"Do you know this place? (Apa kau tau tempat ini?)"
David melihat gambar yang diperlihatkan. Karena dia lama di sini, jelas David tau. "Yes, this building is behind that building. Stay straight and turn left. (Ya, bangunan ini ada di belakang gedung itu. Tinggal lurus dan belok kiri.)"
"Oke, Thank you."
Dan kejadian menanyakan arah, gedung juga makanan terus saja terjadi. David tidak bisa menghindar karena masih mengantri.
Sampai kembali datang turis yang keenam kalinya.
"Excuse me, can i ask you something?"
Saat itulah Ares yang kesal menjawab, "Iam sorry, we not speake English. Wakanda Forever! Love Zimbabwe!"
🌹🌹🌹
TBC