Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Gelud Gelud



🌹Jangan lupa kasih voteee yhaaa ghaisss, emak sayang sama kalian.🌹


🌹Terus follow igeh emak di : @RedLily123.🌹


🌹Selamat membaca.🌹


Akhirnya David menyerah membuat slime, dia juga baru sadar jika seharusnya tidak mengikuti instruksi Athena yang harus mengirim slime sebagai hadiah.


“Um, Thea Sayang, Daddy rasa bukan ide yang bagus mengirimkan slime sebagai hadiah.”


“Daddy hanya malas bukan?”


David mengangguk, dia menatap jam yang sudah malam. “Ini waktunya tidur, besok ada pelajaran bukan?”


“Thea bisa bangun tepat waktu meski belgadang.”


David mengantuk, tapi dia tidak tega meninggalkan anaknya sendirian. Alhasil dia mengikuti instruksi anaknya.


Sampai akhirnya selesai membuat slime yang dipenuhi glitter hingga menyerupai warna ungu luar angkasa yang sangat cantik.


“Astaga, ini sangat indah. Tapi nanti Uncle menggunakannya untuk apa, Thea Sayang?”


“Untuk mainan bayinya.”


Seketika David tersenyum, dia memiliki alasan. Setidaknya Sebastian tidak bisa marah nantinya.


“Ide yang bagus, Thea. Sekarang waktunya tidur. Come on.”


Setelah membungkusnya dalam bentuk kaca yang cantik, dengan dibalut pita berwarna hitam.


“Thea ingin digendong.”


David tersenyum, dia tidak bisa menolak keinginan anaknya. Sampai akhirnya David harus menggendongnya sampai Athena tertidur.


Sampai David kembali ke kamarnya, dia terkejut melihat Lily yang terbangun.


“Sayang, kenapa kau bangun?”


“Besok antar aku ke pasar.”


“Siap laksanakan.”


🌹🌹🌹🌹🌹


David bangun kesiangan, dia memang berniat tidak akan pergi ke kantor untuk mempersiapkan untuk hadiah pernikahan Sebastian dan Nana. Dan rencananya dia akan menemani Lily untuk bisa menemukan barang yang bagus, tapi saat bangun dia sudah tidak mendapatkan istrinya di sampingnya.


“Sayang?” panggilnya memastikan Lily ada di kamar mandi.


Tapi sepertinya tidak ada di sana.


David keluar, dan mendapatkan anak anaknya sedang sarapan bersama pengasuhnya. “Kids.”


“Good morning, Daddy,” sapa Ares yang sedang makan omelet dengan sayuran.


“Morning.”


“Good molning, Daddy.”


“Daddy!” teriak Athena tidak setuju saat ayahnya meledeknya.


“Morning, My Princess,” bujuk David dengan senyuman, dia memberikan ciuman di puncak kepala anaknya dan duduk di tengah tengah. Kedua tangan David memeluk anaknya dari samping. “Kemana Mommy kalian?”


“Mommy bilang mau ke pasar sebentar bersama Nina.”


David menengok pada Ares yang sedang makan. Kedua anaknya sudah siap memakai seragam hendak ke sekolah. “Sepertinya Daddy tidak bisa mengantar kalian ke sekolah.”


“I know,” ucap Athena.


Ares mengangguk dan menambahkan, “Pasti Daddy akan mencari cara supaya Mommy tidak marah bukan?”


“Tidak, siapa bilang?”


“Really?” tanya Ares menggoda. “Tadi Mommy marah marah karena Daddy tidak kunjung bangun.”


Athena menusuk telur di depannya dengan kuat. “Sangat malah sepelti ini.”


David menelan ludahnya kasar, kedua anaknya ini selalu ada di pihak ibunya.


“Tapi Daddy bergadang bersama Thea karena membuat hadiah untuk Uncle Sebastian. Bukan begitu?”


Athena mengangguk. “Tapi Thea tidak bangun kesiangan.”


“Ish,” gumam Ares. “Daddy kan sudah tua.”


Seketika itu membuat David yang sedang minum tersedak. “Daddy tidak tua,” ucapnya menolak kenyataan.


“Oma bilang Daddy itu tadinya terlalu tua untuk Mommy.”


Athena mengangguk. “Tapi Oma bilang Mommy kasihan pada Daddy.”


“Mana ada, itu Mommy yang sangat mencintai Daddy.”


“Jangan menolak kenyataan, Daddy.”


“Ares, umur hanyalah angka.”


“But…., itu kenyataannya bukan?”


Athena tertawa melihat raut wajah kesal ayahnya, dia selalu senang melihat Ares dan ayahnya yang memiliki wajah serupa itu berdebat.


“Daddy tetap masih bugar.”


“Memang sih.”


Kemudian Athena bergumam, “Gelud gelud.”


Yang mana membuat Ares dan David menengok seketika. “Thea Sayang, darimana kau mendapat kalimat itu?”


“Oma mengatakan ini saat Uncle Sebastian dan Uncle Luke berdebat. Gelud gelud… seperti itu. Oma juga mengatakannya pada ayam yang bertengkar.”


🌹🌹🌹🌹


To Be Continue