
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK, JANGAN LUPA JUGA UNTUK FOLLOW IGEH EMAK DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
🌹AJAK YANG LAIN BACA KARYA RECEH EMAK INI YA.🌹
“Kau serius akan pulang lebih dulu?” tanya Cantika pada Arin.
Arin kembali mengangguk. “Bisakah kau memesankan taksi online ke sini? Aku tidak tahu tempat ini dan mobil harus masuk dari mana.”
“Aku tidak punya aplikasinya.”
“Pakai milikku saja,” ucap Arin memberikan ponselnya. “Boleh aku ikut ke kamar mandimu?”
Cantika mengangguk, dia mulai memesan taksi online.
Ditatapnya Athena yang ada di sampingnya itu sedang focus belajar.
Beberapa menit kemudian, supir taksi itu mengirimnya teks pesan.
Supir online : Dimana, Kak?
Me : Bapak dimana?
Supir online : Di depan AlfaMart
Me : Masuk gang yang ada plang merah bekas pos ronda, Pak.
Supir online : Oke.
Tidak lama kemudian, kembali mengirimi pesan.
Supir Online : Dimana, Kak?
Cantika brdecak. “Thea, aku keluar dulu melihat taksi online ya.”
“Oke,” ucap Athena yang kini memakan camilan buatan neneknya Cantika.
“Bilang pada Arin untuk keluar jika sudah.”
“Oke.”
Sementara itu, Cantika keluar dari rumah untuk menunggu taksi online Arin.
Me : Lurus saja, Pak. Nanti saya nunggu pinggir rumah
Supir online : Saya pakai Xenia abu bakar, Kak.
“Hah?” gumam Cantika.
Supir online : Abu abu maksudnya.
Me : Rumah cokelat jangan sampai kelewatan.
Cantika bahkan mengirimkan foto depan rumahnya.
Supir online : Saya ke titik penjepitan
Supir online : Penjajahan
Supir online : penjualan
Supir online : Ih maksudnya penjemputan, kamusnya yang rese!
“Kok ngamuk?” gumam Cantika.
Sampai akhirnya supir online itu menemukan Cantika, dan tidak lama kemudian Arin keluar.
“Ini ponselmu.”
“Terima kasih, Tika. Kau yang terbaik, nanti jadwalkan lagi untuk belajar bersama ya.”
Cantika mengacungkan jempolnya.
“sampai jumpa.”
Keduanya saling melambaikan tangan saat saling menjauh.
Dan belum juga Cantika masuk ke rumah, Athena sudah keluar. “Kau akan pulang?”
“Aku harus ikut les fisika juga.”
“Yaampun, Thea. Kau banyak sekali mengikuti les.”
Athena mengerucutkan bibirnya, kemudian memeluk Cantika. “Aku memilih sekolah ini karena keinginanku dan membantah masuk sekolah khusus, jadi aku harus bertanggung jawab. Minimal nilaiku tidak membuat mereka kesal.”
“Baiklah, hati hati.”
“See you tomorrow.”
“Oke.”
Athena mendekati mobil yang sudah menunggunya di sana. Dan sebelum masuk, seseorang menyapanya.
“Hai,” ucap Laura yang baru saja keluar dari gerbang rumahnya. “Apa kau baru saja belajar dari Cantika?”
Athena memicingkan matanya tidak menyukai Laura, tapi dia bisa apa. “Iya,” ucapnya masuk ke dalam mobil.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
“Kak Ares?”
Tok.
Tok.
Tok.
“Kak Ares?’
Ares terdiam, dia tetap bermain game dan focus mendengarkan music. Itu pasti Alden, pasti adiknya itu kesepian karena orangtua mereka masih berada di luar kota.
“Kak Ares?”
“Gawat, buta ijo mengamuk,” ucap Ares segera membuka pintunya. Dan dia terkejut melihat Alden yang mengetuk pintu menggunakan patung pajangan kayu. “Kau mengetuk menggunakan itu?”
“Aku khawatir Kakak benar benar tuli,” ucap Alden masuk dan duduk di single chair milik Ares.
Membuat pria itu mengerutkan keningnya. “Kau mau apa ke sini? Bukankah kau sibuk dengan penelitian penelitian itu?”
“Aku bosan, aku butuh pengalihan pikiran dulu.”
“Lakukan itu dengan yang lain, jangan ganggu aku,” ucap Ares kembali mengambil stick gamenya dan memainkannya.
“Kak?”
“Jangan ganggu aku.”
“Kak Ares?”
Ares diam.
“Kak?”
“Kenapa? ya Tuhan,” gumam Ares kesal.
“Kucing tidak memiliki bokong bukan?”
Ares menatap tidak percaya, antara kesal dan marah. Bagaimana orang sejenius Alden menanyakan hal itu padanya. “Memangnya kenapa?”
“Mereka tidak duduk.”
“Terserah padamu.”
“Lalu, bagaimana kucing bisa tidak mengupil padahal mereka mempunyai hidung?”
“Al, berhenti menanyakan hal hal aneh padakku, kau jenius.”
“Dan kau bodoh, Kak. Aku perlu mengasah otakmu.”
Ares berhenti memainkan game dan menatap saudaranya itu. “Bagaimana mereka bisa mengupil jika tidak memiliki jari jari tangan?”
Alden mengangguk angguk. “Baiklah, aku akan ke kamar lagi. Jangan ganggu aku, Kak.”
🌹🌹🌹🌹🌹
Malam ini, Ares butuh udara segar. Jadi dia keluar dari kamarnya.
Sejenak dia berhenti di depan kamar orangtuanya, ya Lily dan David sudah pulang beberapa saat yang lalu,
Tidak ingin ketahuan, Ares mengendap endap keluar dari rumah itu.
Dia menyalakan motornya dan berkendara keluar dari rumah. Ares hanya memberi klakson pada penjaga di sana dan tersenyum miring
Ares pergi ke tempat Samuel, dimana di sana juga ada teman teman sekolahnya..
“Woohooo, Bro. lu gak bilang bilang bakalan dateng!” ucap Samuel dan yang lainnya.
Mereka bersalaman seperti biasa.
“Tumben lu ke sini.”
“Gak di kasih jajan sama Nyokap, mau ngutang ke sini.”
“Anjiirr, Ar, lu kan kaya, masa iya bangkrut sih.”
“Mau rokok?” tanya salah satu temennya.
“Gak.”
“Mau minum gak?”
“Lu udah minum anjirrr?” tanya Ares.
“Minum air, Ar, lu pikir ngapa? Lagian juga udah legal. Kenapa kagak?”
Ares hanya duduk dan memakan kentang goreng milik temannya itu.
“Kenapa muka lu ditekuk?” tanya salah satu dari mereka.
“Emangnya harusnya gimana? Muka gue dicopot?”
“Lu lagi badmood ya, Ar?”
“Kayaknya gue bakalan punya adek lagi deh.”
“Adek? Emangnya kenapa? si Alden minta sama Nyokap lu?”
“Soalnya tadi gue tadi denger AJWNDKJHWFVJYFGWKJS di kamer Nyokap Bokap gue.”
“Hah? Apa, Ar?”
“Jomblo mana paham,” gumam Ares.
🌹🌹🌹🌹🌹
 
 
TO BE CONTINUE