
🌹Voteee dong ya, Ghais.🌹
🌹Jangan lupa follow ige emak ya.🌹
David menatap kosong pada anak anak dan istrinya yang bersenang senang, mereka berenang sambil melambaikan tangan ke arahnya. Ini lebih menyakitkan daripada Lily yang marah. Kebahagiaan Lily dan anak anaknya seolah membuktikan kalau mereka tidak khawatir lagi.
“Daddy, come here!” teriak Ares.
Berbeda dari sebelum sebelumnya dimana mereka selalu marah jika David melakukan sesuatu, dan sekarang mereka tidak khawatir sedikit pun. Senyuman yang menyakitkan.
“Daddy!” teriak Athena lagi.
David hanya mengangguk angguk sambil mengangkat jus yang sedang dia minum. Jus ini bahkan David buat sendiri, berbeda dengan sebelumnya dimana Lily selalu menyiapkan segala mulai dari jamu, mengingatkan akan olahraga dan makanan makanan sehat lainnya.
“Senyuman mereka menyakitiku,” ucap David dengan sedih.
Dan saat itulah terdengar teriakan dari bawah, “David! Oma akan pulang! Beritahu Lila!”
Sebelum Oma keluar, David bergegas menemuinya untuk mengatakan sesuatu. “Tunggu, Oma.”
“Apa?” tanya Oma sambil berbalik. Oma pun tidak marah marah dan memukul punggungnya seperti biasa, kata tengik pun belum juga keluar dari sang Oma yang selalu mengganggunya. “Katakana da apa? Oma akan pulang, ada arisan.”
“Apa Oma yang menyuruh Lily seperti itu?”
“Memangnya Lily kenapa?”
“Dia seolah menyiapkan kematianku, Oma.”
“Lalu? Semua orang akan mati, David,” ucap Oma dengan penuh senyuman.
“Oma, apa Oma menyumpahi aku agar mati?”
“Bukan begutu, tapi waktu terus berjalan, David. Jadi Lily itu berfikir realistis. Sudahlah, Oma akan pulang. Dah.”
David terdiam di sana, dia kembali ke kamar dan melihat ranjang yang begitu terpisah jauh. David menelan ludahnya kasar. Bagaimana bisa dia berjauhan dengan istrinya seperti itu.
Saat mendengar anak anaknya berlarian, menandakan acara berenang telah usai. Dan saat itu Lily masuk kamar dengan wajah ceria. “Kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya Lily.
“Sayang, aku tau aku salah. Tapi jangan lakukan ini, aku suamimu.”
“Lakukan apa?” tanya Lily dengan santai sambil memakai pakaian.
“Masa kita tidur berjauhan, ini tidak baik bagi sepasang suami istri.”
“Ini baik, karena mungkin saja kau mati besok.”
“Kau ingin aku mati besok, Sayang?”
“David….,” ucap Lily menatap suaminya dengan wajah cantiknya. “Aku bilang aku hanya berjaga jaga, melihat gaya hidupmu yang sekarang membuatku was was. Ini juga keinginan bayi kita agar mommy nya bersiap.”
Malam tiba. David belum bisa menekan istrinya agar memindahkan ranjang mengingat Lily terus menggunakan bayi mereka sebagai alasan.
Selesai makan malam, David akan mencoba pendekatan pada anak anaknya. Mereka juga biasanya memukuli David karena meninggalkan mommy mereka, tapi sekarang anak anak malah senyum dan seolah tidak terjadi apa apa.
“Hallo, anak anak Daddy,” ucap David dengan senyuman merekah di bibir. “Berhenti bermain ayo, saatnya tidur.”
“Sebentar lagi,” ucap Ares yang sedang menembaki boneka Athena dengan robotnya.
“Ayolah….. daddy rindu kalian, apa kalian tidak rindu daddy?”
“No,” jawab keduanya secara bersamaan.
“Kenapa begitu?” tanya David menelan ludahnya kasar. “Kemarilah dan akan Daddy ceritakan apa yang terjadi bersama Uncle Sebastian dan Uncle Luke.”
“Tidak usah,” ucap Athena dengan nada dilagukan. “Aku tidak teltalik.”
“Ayolah, Sayang. Daddy tersesat di hutan.”
“Daddy anak nakal,” ucap Ares.
“Siapa yang bilang?” tanya David terkejut.
Saat itulah Athena berlari. “Sayang, kau mau kemana?”
“Mommy!”
Dan Athena meninggalkan David dan Ares di sana. Mencoba bermain, David mengangkat tubuh Ares dan mengangkatnya berulang kali. Bukan tendangan dan tawa yang didapatkan, melainkan rengekan.
Yang membuat David segera menidurkan Ares di atas ranjang. “Kau tidak suka?”
“Aku merasa mual.”
“Astaga, maafkan Daddy. Tidurlah di sini, Daddy akan bacakan dongeng.”
“Ares tidak mau dibacakan dongeng oleh Daddy.”
“Kenapa begitu?”
“Because….. Daddy mungkin akan lebih cepat kadaluarsa.”
“Hah?”
“Its okay, Daddy,” ucap Ares dengan santai, anak laki laki itu membaringkan dirinya. “Kami akan baik baik saja walau Daddy kadaluarsa lebih cepat. Selamat malam, Daddy.”
🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE.