
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DI FOLLOW DI : @REDLLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹
🌹JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA INI JUGA YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
Cantika kembali ke dalam rumah, dia membawa baki berisi makanan untuk mama nya. Sebelum masuk, Cantika mengetuk pintu kamar mama nya. “Ma, ini waktunya makan malam.”
“Simpan di meja.”
“Baik,” ucap Cantika melakukannya.
Dan saat menyimpannya, Cantika sedikit merasa sedih. Namun, perasaan itu hilang tatkala mama nya merentangkan tangan.
“Kemarilah, beri Mama pelukan.”
Cantika tersenyum dan datang untuk memeluk mama nya dengan penuh perhatian dan kelembuatn. “Apakah Mama masih sakit saat berjalan?”
“Mama sudah mulai baikan.”
“Mama terlihat lebih parah, Mama lebih baik saat di Amerika. Kenapa tidak pindah ke sana? Dan biarkan Cantika sekolah di sini.”
Mamanya menggeleng. “Mama tidak akan pergi tanpa dirimu.”
“Tapi yang Cantika butuhkan hanyalah Mama, jadi Mama harus sehat.”
Mereka melapaskan pelukannya, membuat Mama nya dengan mudah menghapus air mata Cantika. “Mama juga akan sehat jika melihat Cantika bahagia, melihat Cantika sukses. Apakah di sini ada kelas piano?”
“Ma, berhenti membahas tentang piano, Cantika tidak menyukainya. Cantika hanya ingin Mama sembuh.”
Mamanya membawa Cantika kembali ke dalam pelukannya. Berulang kali Mama nya memberikan ciuman di puncak kepalanya. “Maaf Mama mengabaikanmu akhir akhir ini.”
Cantika terdiam di sana, merasakan pelukan Mama nya. “Cantika juga suka di sini, ada teman teman Cantika saat kecil. Ares dan Athena, Mama ingat?”
“Ares? Ah, anak muda tadi itu Ares? Yang pernah kau sukai?”
Cantika tertawa. “Aku masih menyukainya sampai sekarang.”
“Lalu apa yang kau tunggu? Dia tahu perasaanmu padanya?”
Cantika berfikir. “Kupikir Ares sadar kalau semua orang menyukainya. Lagipula meskipun Cantika menyukainya, itu tidak akan mengubah apapun. Mustahil menjadi orang terdekatnya, jadi Cantika memilih mengaguminya saja.”
“Hati hati, nanti menyesal.”
“Cantika juga tahu diri.”
“Eh, anak Mama gak jelek jelek amat kok. Itam manis cantik gimana gitu.”
Cantika tertawa.
“Tapi, di sini ada tempat les piano?”
“Ahh…, jangan bahas itu,” rengek Cantika tidak suka.
🌹🌹🌹🌹🌹
“Mommy?!” teriak Athena begitu sampai di rumah. “Mommy?!”
“Jangan berteriak seperti itu, ada apa? Bagaimana dengan les biola nya?”
“Ini menyenangkan, aku tidak sabar pergi melakukan pertunjukan sendiri,” ucap Athena yang mameluk Mommy nya dari belakang.
Lily yang saat itu sedang masak hanya bergumam, “Tidak sabar untuk meninggalkan Mommy?”
“Hei, ayolah, Mommy. Aku akan pulang, tempatku pulang adalah Mommy. Dimana Ares? Motornya belum ada.”
“Dia makan malam diluar, di rumahnya Cantika. Apa dia Cantika yang waktu itu?”
“Ya, dia Cantika yang waktu itu,” ucap Athena melepaskan pelukannya. ‘Tapi apa yang dilakukan Ares di sana?”
“Dia bilang mengantarkan Cantika ke sana, tapi malah kehujanan.”
“Ah…, ternyata orang orang membicarakan itu.”
“Membicarakan apa?”
“Ada yang melihat Ares membawa seorang wanita di motornya, kemarin itu ramai diperbincangkan.”
Athena mengangguk. “Tentu saja, mereka teman kecil.”
“Maksud Mommy, Ares punya banyak penggemar. Apa Cantika akan baik baik saja?”
“Hei, tenanglah, Mom. Klub penggemar Ares itu dipegang oleh Arin, dan mereka hanya mendukung bukan memiliki. Lagipula Cantika dan Ares berteman.”
Lily mengangguk anggukan kepalanya. “Mandilah dan turun untuk makan malam.”
“Daddy sudah pulang?”
“Dia bersama Alden.”
Athena segera naik ke atas, dan melihat apa yang sedang dilakukan ayah dan juga adiknya itu. Athena membuka mulutnya saat melihat sang ayah harus memegang lampu bohlam dikedua tangannya sambil berdiri.
“Apa yang Daddy lakukan?”
David menoleh. “Tolong Daddy, Thea.”
“Daddy jangan bergerak, Alden harus melakukan percobaan ini.”
Athena menggelengkan kepalanya. “Sampai jumpa, Daddy. Aku lelah dan ingin tidur.”
“Theaaaa….,” bujuk David melihat kepergian putri satu satunya.
🌹🌹🌹🌹
“Sayang….,” ucap David saat turun dari lantai dua. “Kau tahu apa yang Alden lakukan padaku?”
Lily menoleh sesaat. “Kalian melakukan percobaan lagi.”
David mengerucutkan bibirnya. “Aku rasa kita harus membuat adik untuk Alden.”
“Apa? Kenapa memangnya?”
“Dia cukup besar untuk mendapatkan adik.”
Lily berhenti mengaduk dan berbalik menatap suaminya. “Ares pernah bilang tidak mau punya adik lagi.”
“Tapi aku kesepian, Sayang. Aku ingin menggendong bayi lagi, ya?”
Lily terdiam sambil kembali mengaduk sayur sambil berfikir.
“Atau haruskah kita segera memiliki cucu? Athena dan Ares menikah di usia belasan sepertimu?”
“Jangan coba coba,” ucap Lily membalikan badannya dan menjadikan sendok sup sebagai senjata. “Aku baik baik saja selama Ares dan yang lainnya tidak apa apa.”
“Kenapa harus tergantung anak anak?”
“Sayang, bukankah kau melihat bagaimana Ares sering menjahili Alden?”
David berdehem membenarkan. “Yasudah, jangan beritahu Ares sampai akhirnya adonannya selesai. Bagaimana?”
“Adonan apa?” tanya Ares yang baru saja masuk ke rumah.
Seketika Lily dan David menengok pada Ares yang baru saja datang.
“Itu baju dari mana?” tanya David terkejut, apalagi dia tidak tahu kalau putranya itu berteduh di rumah orang lain dan ikut makan di sana. “Son, kau tidak bekerja di museum setelah uang jajanmu dipakai beli motor ‘kan?”
“What?” tanya Ares.
“Kau menjadi penjaga museum? Really? Astaga, bagaimana ini? sayang lihat, bahkan mereka memberikan pakaian yang kebesaran. Kau lebih baik membersihkan ruangan Daddy daripada bekerja sebagai penjaga museum. Tunggu, jangan bilang karena uang jajanmu, kau juga akan menjadi anggota partai. Serius?”
“Mom!”
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE