
" Lagi ngapain nih bro.." sapa Abiyasa.
" Biy...kapan pulangnya? Kok nggak kedengeran sih ? Tau tau nya udah mandi aja " ujar Morgan tersenyum.
" Udah dari tadi pulangnya, masa nggak denger sih suara mobil orang ganteng " ucapnya terkekeh seraya duduk di samping Morgan.
" Prettt...!" Ucap Morgan tertawa.
" Iya beneran lho, nggak denger,padahal teras belakang ini kan dekat banget dengan garasi mu, ya kan Vin? Kamu denger nggak, suara mobilnya Biyas ?" Tanya Morgan menoleh kearah Arvin.
Arvin hanya tersenyum saja...
" Ahh ! kamu Vin mentang mentang senyum kamu enak di lihat, bisanya hanya senyum doang ! Bantu napa teman mencari pembenaran nih" ucapnya terkekeh.
" Nah berarti Arvin dengar tuh suara mobil ku, cuma kamu aja yang tidak denger,yang bisa denger suara mobil orang ganteng seperti ku ini yang datang, hanya orang orang ahli surga aja, heheheh " ucap Abiyasa tertawa lepas.
" Maksud kamu aku ini ahli neraka gitu !" protesnya seraya mendelik kearah Abiyasa.
" Iya,.. kan kamu nggak bisa masuk tuh kesurga, karena pintu surga di kunciin sama Clarissa hahaha.." ucapnya di barengi dengan tawa Arvin sedangkan Morgan hanya bisa garuk garuk kepalanya saja yang tidak gatal.
" Iya tuh,Dia itu kakak ipar yang nggak ada sayang sayang nya pada adik iparnya, sampai pintu surga aja di kunciin nya" ucapnya terkekeh.
" Oh...ya ? Clarissa mana ?" Tanya Arvin.
" Dia pulang kerumah,tapi aku suruh kesini kok, ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian" ucapnya memandang kedua sahabatnya tersebut.
" Soal apa ?" Tanya keduanya langsung secara bersamaan menatap lekat Abiyasa.
" Biasa aja kali ! ngeliatin nya, kaya aku ini tersangka gitu " ucap Biyas tersenyum melihat kedua lelaki di hadapannya menatap dirinya.
" Jadi kepo aku, cepatan Biy cerita ada apa " ucap Morgan.
" Sama aku juga, pengen tahu, cepatan Biy cerita ada apa " ucapnya.
" Jangan bilang kamu mau ka...." Ucap Morgan langsung di sambung Arvin kata katanya.
" Kawin lagi ?!" Ucap Arvin terkekeh.
" Idih....amit amit,..! Satu aja nggak akan habis,apa lagi dua, tak mampu broo..." Ujarnya tertawa renyah.
" Jadi apaan dong ? Jangan bikin penasaran kita kita Biy..?!" Lanjut Morgan lagi.
" Begini, dengarkan ya.." ucapnya kemudian mulai menceritakan pokok permasalahannya dari awal sampai akhir.
" Buset dah!! Laki laki tikus !! Istri sendiri jadi korban kelakuan yang tidak terpuji itu!! Benar benar tuh laki minta di sunat lagi sotong nya tuh,biar dia jera !!" Ucap Morgan emosi dadakan, setelah mendengar cerita dari Abiyasa tentang pak Bimo.
" Sabar broo,dia nya nggak ada di sini " ucap Arvin terkekeh melihat emosi Morgan.
" Emosi aku Vin, gimana nggak emosi denger cerita nya aja sudah membuat darah tinggi ku naik melewati ubun ubun, gimana kalau aku berhadapan dengan lelaki seperti itu,sudah aku habisi dia" ucapnya emosi.
" Kalau ketemu mau kamu apakan Mor ? " Tanya Arvin.
" Mau aku sayur asam tu laki." Ucapnya emosi.
" Kalau sudah di buat sayur asam aku masakin nasi nya ya Mor,biar kenyang nyantapnya" kekeh Arvin.
" Hooh..." Ucap Morgan singkat seraya tersenyum lebar.
" Hahahah..." Tawa lepas Arvin dan Abiyasa.
" Terus rencana kamu gimana Biy?" Tanya Arvin.
" Rencana ku, tunggu sampai dia menghubungi ku lagi, terus aku iyakan mau membantu dia, pasti akan di pertemukannya dengan istrinya, aku ingin tahu siapa si Bella itu yang terasa tidak asing rasanya." ucap Abiyasa seraya menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi teras rumahnya.
" Bagus juga sih rencana kamu itu, tapi alangkah baiknya kita selidiki dulu siapa Reno yang di penjara itu, aku akan menghubungi rekan satu leting ku yang ada di kota S, aku akan menanyakan padanya perihal Reno tersebut." Ucap Morgan.
" Tahun depan! Hehehe,ya sekarang lah Bos,masa iya di tunda tunda." Ucapnya tersenyum lebar dan mengambil gawainya dan langsung menghubungi teman satu letingnya.
Sedangkan Arvin dan Abiyasa menunggu kabar dari Morgan yang sedang menelpon, kemudian Clarissa nongol dan langsung bergabung dengan mereka.
" Cepat amat Ris kesini nya,jangan jangan kamu tidak mandi lagi " ucap Abiyasa.
" Emang nggak mandi hehehe, aku pulang kerumah cuma jemput Charlo aja dan langsung otw kesini, ntar mandi nya di sini aja hehehe " ucap nya seraya mengambil cemilan yang sudah tersedia.
" Sudah di ceritain sama mereka Biy?"
" Udah Ris,lagi nunggu Morgan menghubungi teman nya sesama polisi di kota S untuk menanyakan perihal Reno yang di penjara di kota S." Ucap Abiyasa seraya menatap Morgan yang masih fokus berbicara melalui gawainya.
Clarissa menganggukkan kepalanya seraya mengunyah cemilan nya tersebut.
Mereka terdiam dan menikmati alam pikirannya masing masing, beberapa saat Morgan sudah selesai berbicara dengan teman sesama polisi dan langsung saja dia berjalan menemui sahabat sahabatnya.
" Oh,sudah datang rupanya kakak ipar ku " ucap nya tersenyum lebar.
" Udah jangan banyak bacot ! cepatan apa kata teman mu itu " ucapnya dengan serius.
" Ok bu, akan saya jelaskan ! " Ucap Morgan.
Mereka bertiga siap mendengarkan penjelasan dari Morgan.
" Yang namanya Reno itu ada dua orang,kasusnya sama tentang korupsi, Rahmat nanya Reno yang mana ? Aku kan nggak tahu perusahaan apa yang di korupsi Reno yang Abiyasa maksud, karena mereka sama kasusnya korupsi uang perusahaan,yah aku minta keterangan aja sama dia dua dua nya. Kalau Reno Putra Santosa itu kasus korupsinya di perusahan YL Group yang beroperasi di bidang properti di bawah pimpinan pak Ginos, kasus nya masih di selidiki polisi disana dan lagi Reno Putra Santoso itu masih jadi tahanan titipan karena kasusnya belum kelar,dan Reno Sauri itu korupsi di perusahan NL Group di bidang tekstil di bawah pimpinan pak Mastur, dia sudah di tetapkan jadi tersangka dan sudah menjalani tahanannya " Terang Morgan.
" Reno yang mana Biy ?" Tanya Clarissa.
" Aku juga nggak tahu, Reno siapa adiknya si Bella itu, mana mungkin kan aku tanya ke pak Basir sekarang,karena aku nggak tahu tempat tinggalnya pak Basir itu " ucapnya lagi.
" Hmmmm..." Ucap mereka saling pandang.
" Ya benar tuh Biy, Bella memang kakak nya Reno,dia lah yang sering menanyakan kabar pada Rahmat tentang keadaan adiknya sekarang ini " Ucap Morgan lagi
" Iya, Bella adalah kakak perempuan dari Reno." Ucap Biyas antusias.
" Kalau masih di selidiki kasusnya Reno, berarti ada kesempatan dong kita mencari bukti nyata yang sebenarnya." Ucap Clarissa.
" Bisa aja Ris, tapi nanti setelah aku menemui nya besok." Ucap Morgan.
" Benar juga tuh apa kata Morgan, kalau si Reno yang kita maksud memang Reno nya Abi Yosep,kita atur lagi rencana selanjutnya." Sambung Arvin.
" Kata Rahmat tadi,Reno Putra Santosa bukan asli kota S, dia Aslinya nya kota kita ini,sementara Reno Sauri asli kota S, dan dia juga punya seorang ibu kalau nggak salah nama ibu nya itu Dwi Susanti " ucap Morgan.
" Dwi susanti ?!" Ucap Ayesha yang datang tiba tiba keteras belakang sambil membawakan minuman buat mereka.
Abiyasa dan yang lain nya langsung menoleh kearah Ayesha.
" Sayang.." ucap Abiyasa langsung berdiri dan mendekati istrinya dan Clarissa langsung mengambil nampan berisi minuman yang di bawa oleh Ayesha dan meletak kan nya di atas meja.
Abiyasa menuntun istrinya menuju kearah tempat duduk.
" Sayang...kenapa kamu terkejut mendengar nama Dwi susanti ? Apa kah kamu mengenalnya ?" Tanya Abiyasa.
Ayesha hanya menatap suaminya, kemudian dia berdiri kembali dan langsung saja melangkah menuju kamarnya,mereka semua hanya memandangi kepergian Ayesha yang tanpa suara itu.
Abiyasa hanya bisa memijit keningnya pelan.
Hening ! Tak ada suara,beberapa saat kemudian Ayesha datang kembali membawa sebuah Album Fhoto yang berada di tangan nya,dia melangkah menuju Abiyasa dan duduk di sebelahnya.
Bersambung...😘