THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 325



Keesokan paginya sesuai kesepakatan mereka yang diberikan mandat untuk menyelesaikan urusan yang diberikan papah Andre mengurus pernikahan dr Roni dan Amelia, Abiyasa kemudian menghubungi Clarissa beberapa saat dia berbicara pada Clarissa untuk menyerahkan segala urusan sementara dikantor pada srikandi abu gosoknya itu, karena dia mau menyelesaikan semuanya bersama Arvin dan Morgan, tentang pengurusan pernikahan dr Roni tersebut.


" Nah kebetulan nih aku tadi mau menghubungimu Biy, karena aku dititipi papah semua data kak Amelia, tunggu ya aku antar kerumah sekalian." Ucap Clarissa.


" Oke Ris aku tunggu ya..."


Setelah menyetujui apa yang dikatakan Abiyasa padanya, Clarissa kemudian menyudahi bicaranya. Abiyasa tersenyum dan menatap sesaat pada layar gawainya dan kemudian dia memasukkan kembali gawainya kedalam saku celananya dan melangkah menuju kearah papahnya dan Morgan yang sedang duduk diruang tengah rumahnya itu sembari menunggu dirinya yang sedang berbicara melalui gawai pribadinya.


" Gimana Biy, apakah kita langsung berangkat sekarang?" Tanya Morgan.


" Mmmm...oke sekarang kita berangkat, biar kita secepatnya mengurus semuanya, sebelumnya kita jemput Arvin terlebih dahulu ditempat mertuanya, tapi sebentar kita tunggu Clarissa dulu karena dia sudah dititipkan Om Boby semua datanya kak Amelia." Ucap Abiyasa sembari duduk disamping sang adik ipar yang sekaligus sahabatnya itu. Beberapa saat mereka menunggu terdengar suara Clarissa dari luar.


" Assalamualaikum " ucapnya sembari melangkahkan kaki mendekati mereka bertiga.


" Wa'alaikumussalam " ucap mereka dan bersamaan menatap kearah datangnya Clarissa. Setelah bersalaman dengan mereka bertiga Clarissa langsung saja memberikan data Amelia pada Abiyasa dan kemudian mereka bertiga pun langsung berpamitan pada papah Andre, mereka bertiga melangkahkah kaki menuju kearah mobil mereka dan beberapa saat kemudian kedua buah mobil itupun meninggalkan rumah kediaman keluarga wibawa yang diiringi dengan tatapan mata papah Andre sembari tersenyum bahagia karena sekarang anak dan keponakannya sudah mendapatkan garis jodohnya masing-masing.


Dipersimpangan mereka menuju arah masing-masing yang akan dituju, mobil Clarissa menuju kearah kantor Wibawa Group, sedangkan mobil yang dikendarai Abiyasa menuju kearah rumah dr Roni.


Dirumah kediaman mamah Raisha, terlihat beberapa orang yang sedang duduk didepan teras luar siapa lagi kalau bukan mamah Raisha sendiri beserta dengan anak dan menantunya yang sedang menunggu kedatangan Abiyasa dan Morgan.


" Mah..." Panggil dr Roni.


" Ya nak..."


" Tak menyangka akhirnya Roni akan melepas masa lajang Roni." Ucapnya sembari tersenyum diikuti Nadine dan Arvin tersenyum bahagia disertai anggukkan mamah Raisha tersenyum bahagia juga karena sang anak sulung sebentar lagi akan membina rumah tangga dengan wanita pilihan hatinya jodoh yang diberikan Allah pada putra sulungnya tersebut. Terdengar suara sebuah mobil berhenti didepan pintu pagar rumah mamah Raisha, mata mereka menatap kearah mobil tersebut, dan terlihat Morgan dan Abiyasa keluar dari dalam mobil itu dan melangkah mendekati mereka yang sedang duduk bersantai khusus menunggu mereka datang.


" Assalamualaikum..." Sapa Morgan sembari menyalami mereka semua diikuti Abiyasa.


" Wa'alaikumussalam." Ucap mereka semua.


Abiyasa dan Morgan duduk bersama mereka.


" Udah siap?" Tanya Abiyasa.


" Sudah, Alhamdulilah..." Ucap Arvin.


" Sekarang aja kita berangkat...." Sambung Morgan.


" Terimakasih ya pada kalian semua, karena sudah meringankan urusan kakak..." Ucap dr Roni tersenyum.


" Eits ..sebentar kak, jangan berterimakasih dulu." Ucap Morgan dengan ekpresinya menatap dr Roni.


" Ada apa Mor?" Tanya dr Roni.


" Iya Nih Morgan, ada apa?"


" Kita membantu ini ada imbalannya dong, masa nggak ada, kan kita yang cape." Ucap santainya. Mereka terkejut dengan ucapan Morgan itu.


" Apa? Imbalan? Oke kakak akan kasih apa saja buat kalian karena sudah membantu kakak, katakan apa yang kalian mau?" Ucap dr Roni tersenyum mendendengar ucapan Morgan itu.


" Enggak kak,Nggak ada imbalan segala kok, ish...Morgan ada-ada aja sih, masa dengan kakak sendiri itung-itungan sih " ucap Abiyasa.


" Iya nih Morgan...." Sambung Arvin.


" Imbalannya ringan aja." Sambungnya.


" Iya apa, bilang aja." Sambung dr Roni, Mamah Raisha dan Nadine bengong mendengar ucapan Morgan.


" Apa saja kan kak?"


" Iya, apa saja akan kakak berikan." Ucap dr Roni dengan ekpresi senangnya terukir senyum diwajahnya.


" Beneran kak?"


" Iya beneran...udah katakan aja."


" Oke....baiklah... Kalau sudah nikah sah nanti dan kak Amel berstatus istri sahnya kak Roni,Aku ikut tidur bareng ya...hahahahaha.." ucap Morgan langsung berlindung dibelakang Abiyasa.


" Apa?! Asem bocah ini!" Ucap dr Roni langsung melemparkan sendal jepit yang dipakainya kearah Morgan karena posisi Morgan berlindung dengan Abiyasa mereka berdua akhirnya menghindar dari serangan dadakan sendal lemasnya dr Roni. Morgan langsung tertawa lepas diikuti mereka yang berada disitu dengan tawa yang renyah dan terdengar pula tawa bahagia mereka.


" Maaf kak, Aku cuma bercanda...damai kak..." Ucap Morgan terkekeh, dan dr Roni pun terkekeh bahagia.


" Ya udah kalau gitu kami pamit dulu ya mah, kak..." ucap Arvin sembari tersenyum dan dianggukkan yang lainnya, setelah mengucap dan membalas salam, dengan diantar sang istri menuju kearah mobil Abiyasa yang terparkir didepan rumah mertuanya Arvin, mereka bertiga kemudian meninggalkan rumah itu dan melajukan kuda besi itu menuju kearah yang dituju.


Didalam mobil, Arvin merapikan berkas sang kakak ipar dan calon istrinya, terlihat beberapa data diperiksa Arvin dan dia pun mengangguk karena data tersebut sudah lengkap, mobil terus melaju kearah tujuan dimana mereka menyelesikan tugas yang diberikan orang tuanya itu