THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 316



" Tentang pergantian sayang..." ucap papah Andre pada sang istri dianggukkan Mamah Anisha karena dia sudah mengetahui tentang pergantian pernikahan anak-anak mereka.


"Ada apa pah? apa yang ingin papah bicarakan dengn Biyas ?" tanyanya seraya menatap sang papah yang sedang duduk dihadapannya, karena dia mendengar tentang kata pergantian yang diucapkan sang papah pada mamahnya. Terdengar helaan nafas papah Andre.


" Tidak terlalu menghawatirkan nak, ini hanya masalah pergantian pernikahan antara Nico dan Roni." ucap papah Andre seraya tersenyum dan membenarkan duduknya.


" Pergantian? maksudnya gimana pah?" tanyanya lagi, kemudian dia menoleh kearah sang istri sesaat yang datang membawakan minum untuknya dan mengambil gelas yang berada ditangan sang istri yang berisi teh hangat untuknya.


" Makasih sayang..." ucapnya seraya tersenyum pada sang istri dan langsung meraih tangan istrinya dan menyuruhnya duduk disampingnya, Ayesha hanya tersenyum.


" Iya Mas sama-sama.." ucapnya seraya duduk disamping sang suami.


" Begini Biy, berhubung Nico belum pulih benar makanya papah dengan tante kamu menemui tante Raisha untuk mengatakan kalau hari pernikahan Nico di undur sampai dia pulih kembali, dan di minggu ini yang tinggal beberapa hari lagi akan dilaksanakan pernikahan Roni dan Amelia,Yah! kesannya seperti mendadak, tapi kita tidak bisa membatalkan yang sudah di sepakati seperti gedung, dan yang lainnya, kita bisa mengusulkan pada mereka minta diubah nama mempelainya." kata papah Andre.


Terlihat Abiyasa menganggukkan kepalanya dan meminum teh buatan istri tercintanya tersebut.


" Abiyasa setuju sekali pah, memang seharus kak Nico pulih betul dan pernikahannya dengan Lia memang harus di tunda, jadi apa yang harus Biyas lakukan dengan yang lainnya agar pernikahan kak Roni lancar."


" Berhubung Amelia sudah lama tinggl di tanah Air, jadi dalam pengurusan berkas mereka berdua papah minta bantuan kalian semua, karena tidak mungkin yang ngurusnya Roni, karena mulai besok Roni dan Amelia diharuskan tinggal dirumah sampai hari Happynya tiba." Ucap papah Andre tersenyum.


" Kamu bisakan nak...?" sambung mamah Anisha.


" Bisa Mah, mamah dan papah nggak usah khawatir, Abiyasa, Morgan dan Arvin akan megurus semuanya, papah, Mamah dan Kelurga kak Roni tenang saja in sya Allah semuanya akan lancar, besok Abiyasa dan yang lainnya akan bergerak cepat dalam menyelesaikan semuanya." ucapnya seraya menyeruput tehnya lagi dan sesekali dia menoleh kearah sang istri, dia pun tidak malu-malu menggenggam tangan sang istri didepan kedua orang tuanya itu.


" Terimakasih banyak ya Nak, karena kamu memang anak papah yang bisa dibanggakan." ucap papah Andre seraya tersenyum sambil meraih gawainya yang berada diatas meja.


" Hah?! kak Roni belum tahu pah?" Tanya Abiyasa keheranan.


" Iya, belum tahu, kata tante Raisha sih nanti aja diasih tahu, tapi hari ini juga sih dikasih tahunya karena tadi papah dan yang lainnya tidak bertemu dengan Roni karena dia keburu berangkat kerumah sakit. Saat papah dan tante Melisa kamu berkunjung kerumah sakit dia tidak ada di sana, kata asistennya dia sedang keluar menemui temannya yang baru datang dari luar Negeri." terang papah Andre.


" Oh..gitu ya pah..."


Diaggukkan papah Andre dan dia pun langsung menghubungi mamah Risha, Abiyasa pun langsung berpamitan dengan sang mamah untuk membersihkan diri karena sebentar lagi sholat magrib tiba.


Mamah Anisha mengangguk dan memberikan senyum manisnya pada sang anak, dan Abiyasa berdiri serta merta dia mengajak sang istri untuk ikut bersama dengannya masuk kedalam kamarnya, dengan anggukkan dan berpamitan degan sang mertua Ayesha pun mengikuti langkah sang suami.


Setelah selesai bicara dengan mamah Raisha melalui gawai pribadinya, papah Andre tersenyum seraya mngucapkan syukurnya sembari menoleh pada sang istri.


" Alhamdulillah, tante Raisha setuju kalau Abiyasa dan yang lainnya untuk mengurus semuanya, dan Tante Raisha lagi menunggu Roni pulang kerumah untuk membicarakan semuanya." ucap papah Andre pada sang istri.


" Alhamdulillah kala kaya gitu pah, ya udah ayo kita siap-siap sebentar lagi sholat Magrib tiba." Ajak mamah Anisha seraya meraih tangan papah Andre.


" Gendong... " ucap papah Andre sembari tersenyum lucu untuk menggoda sang istri.


" Iiiihhh, papah! apa-apaan sih, manja banget sih, ayo dong cepatan sayang.." Ucap mamah Anisha, karena terdengar suara orang mengaji dari pengeras Masjid berkumandang menandakan sholat Magrib akan tiba.


" Hehehe...Oke sayang! yuk mari kita cus melaksanakan perintah Allah..." ucap papah Andre bangun dari duduknya dan merangkul sang istri dan membawanya kedalam kamar untuk bersiap-siap melaksanakan sholat magrib berjamaah di kediamannya bersama anak dan menantunya.


Morgan dan Anindita yang berbarengan datang dari tempat kerja mereka masing-masing pun bergegas memasuki rumah dan secepatnya membersihkan diri mereka karena sudah ditunggu keluarga untuk bersama-sama melaksanakan sholat Magrib berjamaah.