THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 327



" Akhirnya aku bisa pulang juga kerumah walaupun keadaan ku sekarang ini belum kuat benar untuk berdiri, tapi syukur Alhamdulillah aku sekarang sudah mendingan." Ucap kak Nico tersenyum dengan posisi berada duduk diatas kursi Roda dan didampingi sang calon istri siapa lagi kalau bukan Lia, mereka berjalan menuju kearah mobil pribadi papah David, beberapa saat kemudian mereka sudah berada didalam mobil tersebut dan perlahan-lahan mobil itupun meninggalkan rumah sakit keluarga Wibawa, dengan wajah bahagia dan terpancar senyum manis dari wajah mereka dan disambut juga dengan celotehan Kevin yang berada didalam mobil tersebut menambah suasana hati mereka yang berada didalam mobil itu merasa bahagia, terkadang terdengar tawa ringan dari mereka karena mendengar cerita dan pertanyaan dari Kevin. Sebelum sampai dikediaman mamah Melisa, mereka mengantarkan calon menantunya tersebut pulang kerumahnya kembali, dilanjutkan mereka pulang kerumah pribadinya mamah Melisa, terpaksa sementara ini kak Nico harus tinggal dirumah sang mamah karena dia tidak diperbolehkan kedua orang tuanya kembali kerumah kediaman pribadinya sendiri karena keadaannya belum bisa untuk mengurus dirinya sendiri.


*****


Tibalah sekarang waktu yang dinanti yaitu hari pernikahan dr Roni dan Amelia, semua orang sudah berkumpul disebuah gedung yang memang sudah dipersiapkan mereka untuk pernikahan mereka berdua.


Disebuah kamar dimana didalamnya ada kumpulan beberapa orang lelaki siapa lagi kalau bukan Abiyasa, Arvin, Marco, Morgan dan dr Roni sendiri.


" Akhirnya sebantar lagi kak Roni melepas status lajangnya." ucap Arvin tersenyum. disambut senyuman mereka semua, dan mereka pun menatap kearah dr Roni yang hanya tersenyum tipis. Mereka kemudian menatap dengan heran dan kemudian saling pandang.


" Ada apa kak?kok kakak sepertinya gugup sekali?" tanya Abiyasa dianggukkan mereka.


" Bukan sepertinya gugup Biy, tapi emang gugup akunya, sampai jantungku ini berdegup sangat kencang nih coba saja dengar dan pegang aja terasa banget degupannya sangat kencang." ucapnya sembari memegang dadanya dengan kedua tangannya.mereka berempat menatap kearah tangan dr Roni yang melekat ditubuhnya tersebut yang mengatakan kalau dirinya mengalami debaran jantung yang sangat hebat sekali, dan tiba tiba saja mereka langsung tertawa renyah.


"Hahahahahha..." membuat dr Roni merasa heran dengan tawa mereka yang secara tiba-tiba dan menatap mereka inginkan jawabannya.


" Kenapa kalian tertawa, kalian pasti pernahkan merasakan rasa seperti aku ini rasa kegugupan yang sangat luar biasa seperti ini." ucapnya masih posisi kedua tangannya masih memegang dadanya sendirinya.


" Hehehehe...gimana kami nggak tertawa kak, kakak ini seorang dokter masa letak jantung berada dikanan sih? coba kakak lihat aja sendiri letak tangan kakak, letaknya salah, jantung ada disebelah kiri kak, kenapa kakak megangnya sebela kanan, hahahah...sejak kapan jantung manusia berpindah..." ucap Morgan sambil tertawa di ikuti yang lain, karena merasa malu dr Roni langsung tersenyum.


" Emang sudah berpindah kok jantungnya terutama jantung kakak, heheeh..." ucapnya berkelakar sembari menatap sesaat tangannya yang masih berada dibagian kanan dadanya dan kemudian berpindah kearah kiri dan langsung saja gelak tawa tercipota diantara mereka.


Setelah berhenti tawa mereka dr Roni pun berbicara lagi.


" Aku memang merasa gugup banget, beneran kok, aku takutnya salah nantinya dalam pengucapannya." ucapnya sembari menghela nafasnya dengan pelan.


" Santai aja kak, kami juga pernah ada diposisi kakak sekarang ini,rileks aja kak santai dan bayangkan saja nantinya dalam pengucapannya kakak lancar dan tidak ada gendala apapun." ucap Marco tersenyum dianggukkan mereka.


" Kebiasaan ya nih adik nggak ada akhlaknya ya, kalau soal ehem ehem kakak nggak perlu bantuan kamu semprull..." ucap dr Roni sembari tertawa dan mengundang tawa mereka yang lain dan tiba tiba mereka dikejutkan suara dari arah pintu siapa lagi kalau bukan suara papah Boby.


" Sudah siap?" tanya papah Boby sembari berjalan menghampiri mereka yang sedang duduk dan menatap kearah papah Boby.


" Alhamdulillah om sudah siap." jawab dr Roni tersenyum dan langsung berdiri dari tempat duduknya di ikuti yang lain.


papah Boby menatap wajah dr Roni dan diapun tersenyum.


" Jangan gugup Bro, kalau kamu gugup om bawa kembali mempelainya pulang kerumah heheheh.." ucap papah Boby seraya merangkul pundak dr Roni.


" Iya om, matap! bawa aja kak Amel nya kembali kerumah, karena kak Roninya gugup yang melanda sangat luar biasa maha dasyatnya." sambung Morgan tertawa dan langsung saja dr Roni mendelek kearah Morgan, dan Morgan langsung menghindar sembari terkekeh dan di ikuti mereka tertawa melihat ulah Morgan yang menggoda dr Roni.


" Jangan dengarkan kata-kata Morgan Om, Roni sudah siap lahir dan batin kok, dan rasa gugup itu sudah teratasi." ucapnya tertawa pelan.


" Teratasi gimana, kalau memang sudah teratasi nggak bakalan salah letak jantung." sambung Arvin tertawa.


" Salah letak jantung?" ucap papah Boby seraya menatap kearah dr Roni.


" Arvin??!! " ucap dr Roni seraya ingin meraih Arvin dengan tangannya namun Arvin keburu menghindar dengan tawanya diapun menatap kearah kakak iparnya tersebut dan dr Roni hanya cengengesan saja sembari tersenyum.


" Iya Om, bener banget tuh, masa seorang dokter salah letak jantung manusia, karena rasa gugup yang melanda, seharusnya jantung yang berada disebelah kiri, eh...malah jantung kak Roni ada disebelah kanan, hahahaha." sambung Abiyasa tertawa lepas mengingat sang kaka yang salah mengatakan letak jantungnya sendiri, disambut tawa mereka semua,sedangkan dr Roni hanya tersenyum melihat adik-adiknya menggodanya.


Kemudian mereka berjalan keluar ruang kamar dan menuju kearah tengah ruangan gedung tersebut, dan papah Boby pun mengantarkan dr Roni ketempat duduknya didepan pak penghulu dimana disitu sudah hadir dr Ilham sang kakak kandung Amelia yang jadi wali nikah sang adik yang sudah bertahun-tahun lamanya tidak bertemu dan dipertemukan kembali sudah sama-sama dewasa dan sudah mau membina rumah tangga, yang mungkin sedikit sulit bagi mereka mengenal satu sama lain bagi kebanyakan orang yang ada diluar sana, tapi bagi Amelia dan dr Ilham yang terpisah bertahun-tahun itu tidak membuat kecanggungan bagi mereka berdua, dan mereka berdua pun sangat bahagia bertemu kembali walaupun sudah sama-sama dewasa.Terlihat dr Ilham tersenyum pada dr Roni sang sahabat sekaligus akan menjadi adik iparnya beberapa menit nantinya, tergambar jelas diwajah dr Ilham dan dr Roni rona kebahagian yang terpancar yang tidak bisa mereka sembunyikan,bukan hanya mereka tapi semua orang yang ada diruangan itu sangat terlihat bahagia sekali.