THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 91



Abiyasa dan Morgan saling pandang mendengar Clarissa mengatakan sesuatu pada Misel, Padahal mereka hanya melihat Misel terdiam saja dan saling pandang antara mereka berdua Misel dan Clarissa.


" Wah! mantap kamu Ris, ternyata bisa membaca pikiran orang,melalui kata batin, " ucap Morgan tersenyum.


" Namanya juga titisan om Boby, jadi gampang lah bagi Clarissa mengetahui semuanya." tambah Abiyasa tersenyum.


" Ya pastilah cuy, jangan kan manusia yang bisa aku ketahui pikirannya binatang yang hanya bisa di lihat melalui mikroskop juga bisa aku dengar mereka bicara, apa lagi nih si lampir yang jelas jelas ada di depan ku, dengan mudah aku bisa mendengar ucapan, gerutuan nya bahkan makian nya pun aku bisa mendengarnya ! " ucap nya seraya menatap kearah Misel yang hanya menunduk kan kepalanya.


" Mantap, sesuai dengan namamu Ris...Clarissa Putria Bo..." tiba tiba saja kalimat Morgan di sergah Clarissa dengan mencubit pelan pinggang Morgan, dan Morgan pun tersadar dan cepat cepat menutup mulutnya dengan kedua tangannya seraya tersenyum. Clarissa tidak ingin kata 'Bola' dibelakang namanya terdengar oleh dua kutu kupret di depannya itu, karena semua orang tidak mengetahui apa arti huruf B di belakang namanya selain orang tuanya dan para sahabat sahabatnya dan para guru serta dosen dosen nya saja yang mengetahui akan arti nya.


" Ngak salah dong orang tua ku memberikan nama Clarissa yang artinya PANDAI, jadi aku ini pandai segala galanya " ucapnya lagi.


Mereka bertiga tersenyum lebar.


Kemudian Clarissa mendekati Misel dan Sugeng.


" Heh guguk!!kenapa kamu tidak jera jeranya juga sih ! sudah di kasih kesempatan buat bertobat malah di buang sia sia,kenapa kamu masih melawan kami hah !!apa kamu tidak takut mendekam di penjara hah !!! " ucap Clarissa sangat emosi seraya menatap sugeng yang hanya mampu menunduk kan kepalanya saja.


" jawab !!! guguk kurap!!jangan hanya bisa menunduk saja kamu bisanya !!! punya mulut itu gunakan untuk bersuara jangan hanya diam saja !! ntar aku jahit juga tuh mulut biar nggak bisa ngomong sekalian biar tahu rasa " ucapnya sangat emosi sekali.


" Maafkan saya bu, saya mengaku salah, tolong bu maafkan saya bu. "


" Maaf ?!! sudah salah baru minta maaf, kamu sadar nggak hah ?!! hampir saja kamu membuat kerugian yang sangat besar !! kamu nggak mikir apa, kalau gudang itu terbakar, ratusan jiwa yang akan menderita, karena mereka semua menopang kan hidup mereka sepenuhnya dan menghidupi seluruh keluarga mereka semua dengan menggantungkan hidup mereka di perusahaan Wibawa Group!! sama seperti kamu saat itu sebelum di pecat menopang kan hidup di sana tapi bukan untuk anak dan istrimu, tapi untuk si lampir ini !!! sekarang apa pendapat kamu dengan membela si belatung ini yang mengajak kamu membuat rencana yang hampir saja merugikan orang banyak hah!! ujung ujungnya masuk penjara juga kan!! dasar onggo !! bodoh kok di pelihara, noh!! sana pelihara sapi biar ada manfaat bisa gemuk dan bisa di jual,!! ini malah memelihara belatung, gemuk belatungnya kamu yang jadi tengkorak,!! enak kan sekarang akan nginap di hotel prodeo gratis pasangan sejoli kelewatan batas normal !!! huh !! bikin emosi aja jadinya tekanan darah ku jadi nya naik turun,turun nya karena aku masih punya hati dan membiarkan kalian hidup!! dan naiknya darah ku ini, ingin ku libas dan aku lenyapkan saja kalian berdua jika seandainya nggak ada Morgan!! " ucap Clarissa panjang kali lebar.


Mendengar namanya di sebut Morgan langsung menoleh kearah Clarissa dan Abiyasa tersenyum di tahan.


" Mulai deh pak preman ngomel..." ucap Abiyasa tersenyum.


" Sabar Ris jangan emosi, teruskan saja aku mendukungmu" ucapnya tersenyum seraya menoleh kearah Abiyasa, mereka sama sama tersenyum lebar.


" Iya bu saya salah,maafkan saya bu,saya mengaku salah dan akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya, tapi saya mohon maaf kan saya bu, terutama pak Abiyasa saya mohon maaf kan pak kesalahan saya ini saya bersungguh sungguh meminta maaf pada bapak dan ibu " ucapnya dengan nada penyesalan yang sangat dalam.


Mendengar sugeng pasrah, Misel langsung menoleh kearah Sugeng seraya berkata...


" Apa apaan kamu menyerah begitu saja, bukan kita yang salah, tapi mereka yang membuat kita melakukan rencana ini, nanti keluargaku pasti akan membawakan pengacara yang handal dan akan membebaskan kita berdua dari sini. Jangan begitu saja menyerah si Risa yang kamu panggil dengan sebutan ibu itu bukan Tuhan dia hanya manusia biasa yang besar mulut saja, jangan takut sama dia !!ucap Misel lantang pada Sugeng.


" Iya !!! aku memang bukan Tuhan !!tapi aku malaikat maut mu, mau aku cabut nyawamu sekarang hah !! " ucap Clarissa marah.


Misel tersentak dan langsung saja dia menatap Clarissa dengan tatapan penuh arti, tidak tajam dan tidak sinis, hanya dia saja yang tahu arti tatapannya pada Clarissa.


" Heh lampir!!aku memang manusia biasa tetapi jangan pernah meremehkan ku !! karena aku juga bisa melakukan hal yang luar biasa !! Kamu kan sudah merasakan keluar biasaan ku itu, hampir saja kamu luar binasa karena pukulan ku !! mau lagi hah !!! " ucapnya seraya berdiri mendekati Misel dengan menggepalkan tangan nya, melihat itu langsung saja Morgan dan Abiyasa menghentikan langkah Clarissa dan mencegahnya, sedangkan misel menutup matanya dan mengangkat tangannya melindungi kepalanya dan wajahnya takut kejadian di gudang itu terulang lagi, sedangkan wajahnya masih terasa sakit karena hantaman Clarissa padanya.


" Sabar Ris, santai bu,,, kalau mau bikin geprek , ntar aku bantuin " ucap Morgan tersenyum. Abiyasa dan Uzi tertawa tertahan mendengar ucapan Morgan yang menyabari Clarissa tapi ujung ujungnya memberikan dukungan penuh buat sahabatnya tersebut menjadikan Misel dan Sugeng bulan bulanan Clarissa sebelum menjadi penghuni resmi hotel prodeo yang tersedia.


" Misel, kamu harus sadar dengan kesalahan kamu,siapa yang kita lawan sekarang, aku salah mengikuti saran kamu,dan aku juga salah telah membantu kamu untuk membalas dendam pada pak Abiyasa, aku sadar kalau aku hanya di manfaatkan saja oleh mu, aku membantu kamu balas dendam tapi aku tidak pernah kamu kasih tahu apa alasan kamu sehingga kamu mau membalas dendam dengan pak Abiyasa, kamu selama ini tidak pernah menceritakan apa masalah kamu yang membuat kamu mau membalas dendam, apa kesalahan pak Abiyasa padamu, sampai detik ini kamu tidak menceritakan duduk permasalahannya padaku " ucap Sugeng panjang lebar dengan datar.


" Itulah bodoh nya kamu, percaya begitu saja pada Misel, seharusnya kamu tanya dulu habis habisan dan kamu cari tahu terlebih dahulu apa motif nya sampai dia mau membalas dendam padaku " ucap Abiyasa angkat bicara.


******


ditunggu ya kelanjutannya...😘