
" Assalamualaikum bidadari surgaku" sapa Abiyasa.
" Waalaikumsalam" jawab Ayesha tersenyum merasa bahagia karena mendapat sapaan yang membahagiakan sekali.
Mereka saling berbicara dan sesekali terdengar tawa renyah Ayesha karena gombalan gombalan Abiyasa.
Di perjalanan menuju kantor Clarissa melajukan mobil pribadinya sendiri sambil menikmati musik yang ada di dalam mobilnya tersebut.
Selang beberapa saat mobil. Yang dikemudikan nya memasuki area parkir kantornya,Risa memarkirkan mobilnya tanpa bantuan security yang ada,karena dia bukan Bos besar,karena dia memang tidak ingin merepotkan security kantor.
Saat dia mau keluar dari mobilnya dia melihat Sugeng sedang berbicara melalui ponsel dengan sembunyi sembunyi,sifat ingin tahunya mulai meronta ronta ingin segera tahu apa yang di bicarakan olah sugeng.
Risa mengendap kearah tiang yang tak jauh dari mobilnya dan dekat dengan Sugeng yang sedang telpon telponan.
"Sayang,sabar ya aku akan memberi pelajaran pada dia,tunggu aja kabar dariku" ucapnya
"Siapa yang di hubunginya? Di panggil sayang lagi,padahalkan dia sudah punya istri" gumam Clarissa.
Setelah sugeng menelpon kekasih gelapnya tersebut,dia kemudian berbicara lagi di telpon.
" Mamah sayang,lagi apa?maaf yah mah bulan ini papah nggak bisa ngirimi mamah, biasa mah belum di bayar gajihnya oleh kantor karena kantor lagi mengalami kebangkrutan tapi masih beroperasi sih mah walaupun mengalami kebangkrutan" ucapnya.
" Apa?bangkrut? Perlu di tabok dia ini dengan setrika panas biar di kasih tanda di jidadnya,ngatain perusahaan mengalamin kebangkrutan...!" ucap Clarissa mulai marah masih berada di tempat persembunyiannya.
" Sabar ya mah, papah usahakan untuk mengirim nya, mamah dan anak anak baik baik di sana ya" ucapnya lagi seraya mengakhiri telpon nya pada sang istri.
Sugeng tersenyum...
" Istri ku ini mudah sekali di bohongi,bagus juga kamu sugeng berakting hehehe" kekeh nya sambil berlalu dari tempatnya semula berjalan masuk kedalam kantor.
Tapi sebelum masuk kedalam dia sempat berhenti di dekat Risa bersembunyi.
" Oh iya, aku harus hati hati dengan mak lampir si Risa itu, dia kayanya tidak bisa di remehkan,untung saja dia tidak mendengar aku bicara ini, kalau dia dengar habislah aku di tangan mak lampir itu, dasar lampir,lampir, lampir !" ucapnya mengumpat.
Risa yang mendengar dia di katakan lampir hampir saja keluar dari persembunyiannya,dan menghajar habis habisan sugeng.
" Wong edan iki !belum tahu lagi tongkat lampir beraksi,aku masukkan ntar dia di gunung merapi biar kawah merapi melahapnya baru tahu rasa!" Gumamnya menahan amarahnya.
"Ho oh....pintar kali kau berdusta, tapi sayang nya sugeng bin sugeng aktingmu akan berakhir di tangan ku, apa lagi kamu membohongi keluargamu sendiri mengatas namakan kantor ini," ucapnya berlalu dari tempat nya bersembunyi.
Clarissa masuk ke lobby dan terus berjalan menuju lift khusus pimpinan dia memencet tombol kelantai dua di mana ruangan bagian keuangan ada di lantai dua,dia mau tahu berapa gajih yang di terima oleh sugeng dan berapa bonus yang di dapatnya tersebut,apakah benar selama ini dia tidak menerima gajih karena sesuatu dan lain hal.
Kemudian dia berjalan menuju ruangan Tia dan Clarissa mengetuk pintu ruangan tersebut.
" Tok...Tok...Tok..."
Terdengar suara dari dalam menyuruh dia masuk.
" Ibu Risa?" Ucap Tia terkejut karena orang nomer dua di kantornya tersebut datang langsung keruangannya menemuinya.
" Maaf ibu, kenapa ibu datang sendiri,ibu kan bisa telpon saya kalau perlu sesuatu" ucap Tia langsung mempersilahkan Clarissa duduk di sofa nya yang ada di ruangannya.
Kemudian Clarissa dan Tia duduk di sofa tersebut.
" Begini mbak Tia,saya datang kesini ada yang ingin di tanyakan kepada mbak" ujar Clarissa.
" Apa bu,? Tentang apa bu?" Tanya Tia penuh tanda tanya.
" Tentang Sugeng" ucap Clarissa.
" Sugeng? Kenapa dengan dia?" Tanyanya lagi.
" Berapa gajih yang di berikan kantor padanya dan berapa bonus yang di dapatnya?" Tanya Clarissa pada Tia.
" Sebentar bu, saya cek dulu ya bu" ucapnya seraya mengambil laptop nya yang ada di atas meja kerjanya.
Kemudian dia melihat gajih semua karyawan di laptopnya.
Clarissa juga ikut melihat berapa besar gajih yang di terima oleh sugeng dari kantor.
Setelah di lihat dari daftar laptop nya Tia,betapa terkejutnya Clarissa karena gajih yang di berikan oleh pihak kantor sepadan aja pada kerjaan yang di kerjakan oleh sugeng,malah lebih dari cukup.
" Apa ada yang aneh bu?" Tanyanya lagi.
" Apakah kantor menahan gajih semua karyawan?" Tanyanya.
" Nggak ada bu, kantor aktif saja membayar gajih semuanya tepat waktu." Ucapnya.
" Oke, sekarang gajih sugeng tahan dan jangan di trasfer kerekeningnya, dan saya minta salah satu karyawan untuk mencari tahu tentang keluarga sugeng, dan laporkan segera pada saya." Ucapnya.
" Siap ibu, saya sendiri yang akan menjadi detektifnya" ucap Tia mantap.
" Oke, saya tunggu kabarnya," ucap Clarissa tersenyum.
Mereka berdua langsung tersenyum dan Clarissa langsung pamit keluar dan menuju lift lagi naik kelantai atas ruangannya tersebut.
" Akhirnya dia kena batunya" ucap Tia.
Sebenarnya Tia tahu keburukan sugeng karena dia sudah turun jabatan yang sekarang di gantikan Tia jabatannya tersebut, karena ketidak becusannya dalam bekerja makanya dia di gantikan oleh Tia menjabat sebagai kepala keuangan.
" Aku akan segera berangkat mencari tahu informasi tentang anak istrinya itu." Gumam nya langsung beranjak keluar ruangannya dan menuju arah lobby dan Tia melajukan mobilnya menuju arah dimana tempat tinggal istri dan anak anaknya sugeng.