
Setelah mandi Abiyasa duduk di sofa yang ada di kamarnya,dia menatap jauh ke luar jendela senyum sumringah selalu dia berikan entah pada siapa, karena dia merasa hari ini dia bahagia benar.
"Mudah-mudahan aja Ayesha menerima lamaranku, Apakah ini yang dinamakan cinta berjuta indahnya" ucapnya.
Kemudian dia melangkah menuju kearah luar, dimana keluarga nya ternyata sudah pada kumpul di ruang keluarga.
" Waduh pada kumpul aja di ruangan keluarga, berapa lama aku ada di kamar?" Tanya nya sendiri dalam batinnya.
Abiyasa kemudian melangkah mendekati mereka dan langsung duduk di sebelah adiknya Almira.
" Bahagia banget kak Biyas nih" ucap Almira.
" Ya iyalah bahagia, orang mau ketemu calon istri" ucap Anindita.
" Wow,pasti udah nggak sabat tuh mau bertemu" celetuknya.
Abiyasa terlekeh dan langsung merangkul sang adik yang ada di sebelahnya.
" Nih anak kecil tau tau aja deh" ucapnya pada sang adik.
Almira hanya tertawa saja dalam pelukan sang kakak.
Terdengar Adzan sholat Magrib, kemudian mereka bergegas berjalan menuju tempat wudhu untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat magrib berjamaah.
Sehabis sholat mereka bersama sama membaca ayat suci Al-Qur'an bersama sama.
Terdengar lantunan ayat suci Al-Qur'an dari Anindita begitu merdunya, karena Anindita pandai mengaji, hari harinya selalu membaca Al-Qur'an di waktu senggangnya dimana pun dia berada.
Setelah selesai melantunkan Ayat ayat suci Al-Qur'an, mereka langsung menuju ruang makan dan menyantap makan malamnya.
Mereka langsung menyantap makan malam nya tanpa ada suara karena mereka menikmati makanan buatan mamah dan istri tercinta, walaupun mamah Anisha ada Art dia tetap memasak makanan buat anak dan suami nya.
Makan malam telah selesai mereka kemudian duduk sebentar setelah makan.
Mereka kemudian bersiap siap untuk berkunjung kerumah abi Yosep.
Dengan dua buah mobil pribadi mereka meninggalkan rumah mereka menuju kearah rumah kediaman keluarga abi Yosep.
Selang beberapa menit kemudian mobil yang membawa keluarga Wibawa tersebut sampai di kediaman keluarga abi Yosep.
Mereka memarkirkan mobil mereka, kemudian disusul dua buah mobil masuk kehalaman rumah Abi Yosep, ternyata mobil tersebut adalah mobil ayah Candra dan mobil papah Boby.
Mereka turun bersama dan saling tersenyum, mereka kemudian bersama sama berjalan kepintu utama rumah Abi Yosep yang sudah terbuka dan telihat umi Vita menyambut kedatangan para tamu istimewa mereka.
" Assalamualaikum" sapa Papah Andre.
" Waalaikumsalam" jawab Vita tersenyum dan memperlihatkan senyum manis dan bahagianya karena mereka bisa kumpul kembali.
" Silahkan masuk" ucap umi Vita seraya mempersilahkan para tamunya masuk kedalam rumahnya.
Semua keluarga tersebut masuk dan duduk di Sofa rumah umi Vita.
Karena tidak cukup, jadi para anak mereka duduk di ubin keramik yang beralaskan karpet tebal dan empuk.
Dulu mereka cuma sepasang sekarang sudah menjadi banyak pasang dan terdengar canda dan gurauan yang terlihat di keluarga mereka.
Umi Vita masuk kedalam dan membawa abi Yosep keluar kamar, umi Vita mendorong kursi roda Abi Yosep menuju ruang tamu.
Terlihatlah oleh para istri mereka, keadaan sang sahabat tersebut.
Mamah Anisha meneteskan airmatanya karena melihat badan Abi Yosep yang sangat kurus sekali.
Begitu juga Mamah Lala dan Bunda Adel yang sangat terharu melihat derita Abi Yosep sekarang.
" Besok kita jam delapan berangkat" ucap Papah Andre.
" Besok seperti biasa aku jemput kerumah kalian." Ucap ayah Candra.
Kemudian datang Ayesha membawakan minuman dan beberapa kue yang sudah dia buat sendiri karena Ayesha hoby membuat kue.
Abiyasa menatap Ayesha yang berjalan menuju keluar sambil membawa minum dan kue tersebut.
Melihat Ayesha berjalan membawa bawaan yang dia bawa,Clarissa langsung berdiri dan menghampiri Ayesha, Ayesha terkejut.
" Mbak Risa" ucapnya.
Clarissa hanya tersenyum mendengar sapaan Ayesha itu.
"Sini biar aku bantuin" ucapnya seraya mengambil piring yang berisi kue, dan Anindita mendekati dan mengambil nampan berisi air minum buat mereka.
Kemudian Ayesha menyerahkan semuanya kepada Clarissa dan Anindita.
Mereka membawa keluar dan Ayesha kembali ke dapur mengambil lagi piring kue yang masih ada di dapur.
Dia berjalan kembali keluar, Abiyasa masih terus menatap Ayesha, Abiyasa tak menyadari kalau semua orang tuanya memperhatikan Abiyasa termasuk umi Vita dan abi Yosep, para orang tua itu saling tersenyum.
Ayesha memberikan kue kepada tamunya yang ada duduk di lantai ubin keramik tersebut.
Saat dia bersimpuh untuk memberikan piring yang berisi kue kehadapn Abiyasa, dia terkejut melihat Abiyasa yang menatap nya.
" pak Biyas" ucap nya pelan.
Abiyasa mengangguk dan memberikan senyuman termanisnya kepada Ayesha.
Ayesha terlihat malu malu, dan wajahnya bersemu merah, dia berusah menyembunyikannya dari Abiyasa karena mendapatkan senyuman manis dari pak Bos gantengnya.
" Cie...cie...yang lagi ketiban love love" celetuk Clarissa.
" Calon mertua aja nggak di tengok" sambung papah Boby.
" jangan kan camer, ortu sendiri aja nggak di hiraukan" ucap ayah Candra terkekeh.
" Siap siap aku cetak kan kartu SIM nih" ucap Arvin.
" Apa hubungan nya SIM sama hubungan mereka?" Tanya Clarissa.
" Abiyasa harus punya SIM, surat ijin menikah" ucap Arvin seraya tertawa.
Clarissa pun ikut tertawa....
" Hahahaha" ucap mereka tertawa lepas.
Abiyasa dan Ayesha hanya tersenyum simpul dan malu malu.
" Apa an sih Vin, " ucap singkat Abiyas karena semua orang menggoda mereka.
" Itulah manisnya cinta" ucap Abi Yosep tersenyum.
" Jadi setuju nih om yosep punya mantu Abiyasa?" Ucap Clarissa.
" Kalau om sih setuju aja, karena kayanya cinta terpendam nih keduanya" ucap Abi Yosep terkekeh.
" Ih...apa an sih abi nih" ucap Yesha tersenyum.
" Kalau begitu, aku sekalian mau minta Ayesha sebagai istrinya..." Omongan papah Andre langsung di potong oleh papah Boby.
" Setuju, pasti di terima" ucap papah Boby.
" Iih, ular piton, bisa dim nggak? Kalau nggak bisa diam aku sumpelin nanti mulutmu dengan kue ini" ucap abi Yosep.
" Setuju om, biar papah diem" ucap Clarissa lagi.
" Eh...ni anak nggak bantuin papah nya malah belain om nya" ucap papah Boby.
" Maaf pah, habis nya papah ngoceh mulu sih" ucap Clarissa tersenyum.
" Anak nya aja protes apa lagi cucunya nanti" ucap ayah Candra terkekeh.
Terdengar suara Adzan sholat isya, mereka pun bersam sama mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat isya di rumah Abi Yosep berjamaah yang di imami oleh Abiyasa.
Setelah sholat mereka kemudian kembali lagi keruang tamu dan melanjutkan perbincangan mereka yang tertunda.
" Kembli keawal lagi ya pembicaraan kita, aku sekalian mau meminta anak mu jadi anak mantu ku" ucap papah Andre.
" Aku sih setuju aja Ndre, tergantung Ayesha nya aja." Ucap abi Yosep dan di anggukkn oleh umi Vita.
" Gimana yesha, setuju nggak?" Tanya papah Boby.
Ayesha menoleh sesaat pada Abiyasa, dan Abiyasa tersenyum pada Ayesha.
Ayesha terdiam, dia terliht ragu ragu karena takut kalau Abiyasa sudah mempunyai kekasih.
" Abiyasa nggak punya kekasih Yes.." ucap Clarissa.
Mendengr Clarissa mengatakan itu, ayesha terkejut, karena Clarissa mengetahui keraguan di hatinya.
" Aman yes, di hati Biyas hanya kamu" celetuk Arvin.
Ayesha menarik nafas nya dengan pelan dan kemudian mengangguk kan kepalanya tanda menerima lamaran papah Andre untuk Abiyasa.
" Alhamdulillah, akhirnya Ayesha setuju" ucapnya pelan tanpa sadar.
"Wah... rupanya dari tadi ada yang harap harap cemas toh.." ucap Clarissa terkekeh...
Di ikuti semuanya tertawa.