THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 145



BAB 145


" Apakah Boby punya rencana lain?bukankah dia tidak bisa meminum minuman beralkohol." Bisik Ayah Candra pada Papa Andre.


" Aku juga tidak tahu Ndra, kenapa dia mau menerima tantangan dari anak muda yang ada di depannya itu." Jawab Papa Andre.


Mereka bertiga saling berpandangan karena mereka tidak menyangka kalau papah Bobby menyetujui untuk menerima tantangan dari anak muda yang ada di depannya itu yang bernama Ariel.


" Ini pasti ada rencana lain yang tidak diketahui oleh kami,Boby memang is the best dia selalu mempunyai rencana mendadak untuk mengalahkan lawannya." Gumam Abi Yosep seraya menatap kearah Papah Boby yang sedang tersenyum menatap ketiga sahabatnya yang terlihat dari wajah mereka bertiga merasa tidak percaya kalau salah satu sahabatnya tersebut menerima tantangan dari Ariel itu.


" Maaf Bobby Apakah kamu mampu melawan anak muda ini aku lihat sih anak muda ini sangat kuat untuk minum ini." Ucap Papa Andre.


Mendengar Papah Andre berbicara seperti itu Ariel merasa senang dan bangga kalau dia bisa mengalahkan papah Boby.


" Tenang, biar tua-tua seperti ini aku sanggup kok melawan dia, jadi jangan dianggap kita sebagai orang tua itu kalah dengan anak-anak muda seperti mereka, jika seandainya kita ini kalah dalam berbisnis dengan anak muda, aku akui itu adalah anak muda yang paling hebat, tapi kalau kita sebagai orang tua kalah dengan anak muda seperti mereka cuma untuk meminum minuman ini, itu namanya hari sudah kiamat, seharusnya dia sebagai anak muda itu mempunyai prestasi setinggi langit bukan prestasi dalam menang meminum-minuman beralkohol seperti ini, seharusnya dia sadar diri kalau dia memang sudah tidak bisa mendapatkan wanita cantik seperti wanita yang ada di sebelahku ini, lebih baik dia ke laut aja, biar jadi penghuni laut,jadi juara minuman beralkohol aja dia merasa bangga. Apakah cuma itu prestasi yang dia miliki. Jangan berani- berani melawan Boby, kalau nanti akhirnya dia yang tepar!!" Ucap papa Bobby dengan lantang.


Ariel menatap papah Boby yang tersenyum santai, kata-kata Papa Bobby itu serasa mencakar jantung dan hatinya. Ariel pun merasa tertantang dan tidak ingin dikalahkan dengan Papah Bobby.


Dia menatap Papa Bobby dengan tatapan sinisnya.


" Sudahlah Om! jangan terlalu banyak omong!kalau Om mampu menerima tantanganku lebih baik cepat dimulai saja. Aku ingin melihat apakah Om itu mampu bertahan dan berapa botol yang bisa Om minum! Aku ingin melihat apakah Om itu mampu melawan aku yang anak muda yang mempunyai sangat banyak kekuatan untuk mengalahkan orang tua seperti Om itu." Ucapnya merasa bangga seraya tersenyum sangat sinis kearah Papah Bobby.


" Oke !!siapa takut! aku akan menerima tantangan mu, kalau seandainya Kamu kalah kamu harus keluar dari sini dan jangan pernah ada lagi kamu di klub ini!cari klub lain karena! klub ini juga mau aku beli! karena aku tidak sudi kalau kamu berada di klub ini!" Ucap lantang papah Boby.


" Tapi kalau aku yang menang! Om yang akan pergi dari klub ini dan membiarkan wanita itu tetap menjadi milikku!" Tantangnya.


Papa Bobby menatap kearah Clarissa sesaat dia melihat Clarissa tersenyum tapi di senyumnya Clarisa merasa takut kalau seandainya papanya itu memang benar-benar meminum minuman beralkohol, Clarissa kemudian mendekatkan wajahnya ketelinga papanya.


" Papa yakin ingin menghabiskan minuman dan menerima tantangan dari dia.?" bisik Clarissa pada Papa Bobby.


papah Boby kemudian menepuk tangan anaknya tersebut.


" Tenang gadisku, kamu nggak usah takut aku pasti akan bisa mengalahkan curut yang ada di depan ini." Ucapnya sembari tersenyum.


" Jangan mengatakan aku curut Om! terima aja tantanganku jangan terlalu banyak omong Om! kita lanjutkan aja tantangan ini " Ucapnya seraya menantang Papah Bobby terlihat di tatapannya tidak sabar ingin segera mengalahkan Papah Bobby.


" Silakan kamu memesan mau minuman jenis apa aku akan meminumnya."


" Baiklah Aku akan memesannya " Ucap Ariel seraya memanggil pelayan yang ada di meja khusus mempersiapkan pesanan mereka.


" Pelayan aku perlu 20 botol minuman segera." Ucapnya.


" Waduh!! 20 botol 10 botol untuk dia 10 botol untuk Om Bobby." Abiyasa langsung menoleh kearah Clarissa. Clarissa terlihat gelisah tapi dia berusaha untuk tenang.


Maya pun tersenyum dia kemudian menepuk pundak Ariel dan langsung duduk disebelah Ariel begitu pula dengan Morgan langsung duduk disebelah Maya dia menatap kearah Papa Andre, Papa Chandra,Abi Yosep dan papa Bobby, Morgan tersenyum Dia memberi kode kepada ketiga sahabat Papa Bobby tersebut. Tapi sayangnya Papa Andre, Ayah Chandra dan Abi Yosep tidak menyadari apa sebenarnya arti dari kode yang diberikan oleh Morgan tersebut.


Beberapa saat kemudian terlihat seorang pelayan berjalan menuju kearah meja mereka,membawakan 20 botol minuman yang berukuran sedang,mereka tidak menyadari siapa pelayan itu sebenarnya.


Pelayan itu pun menyodorkan 10 botol untuk di depan Ariel dan 10 botol berada di depan Papah Bobby.


Papah Bobby melihat sepuluh botol yang berjejer rapi di depannya di atas meja dan sepuluh botol lagi berjejer di atas meja di depan Ariel,Ariel tersenyum sinis ke arah Papa Bobby.


" Kenapa Om? Om mulai merasa takut? ini tidak seberapa Om bagi diriku 10 botol itu tidak terlalu banyak kalau untukku, karena Om sudah tua jadi aku batasi untuk sepuluh botol aja paling-paling juga satu botol Om sudah tepar!! Hahaha" Ucapnya terkekeh diikuti oleh Maya yang juga tertawa.


" Aku rasa juga seperti itu Ril, Karena Om ini terlihat gayanya saja yang kuat padahal belum sampai satu botol juga nanti dia sudah tepar hehehe, ya nggak sayang" Ucapnya menoleh ke arah Morgan.


" Oh iya, sudah pasti itu." Morgan langsung menjawab sembari tersenyum,Papa Bobby pun ikut tersenyum.


" Oke! Oke! aku akan mengikuti tantanganmu! itu cuma 10 botol aja,ini bisa ditambah juga sampai 50 botol hahaha." Ucapnya membalas kata-kata Ariel.


" Udahlah Om! jangan terlalu banyak bicara! satu botol aja Om belum bisa menghabiskannya."


" Oke kita lanjut lihat baik-baik aku akan meminum 1 botol ini." Ucap Papa Boby langsung membuka botol yang tertutup itu, setelah terbuka langsung saja dia meneguk minuman yang ada ditangannya itu.


Papa Andre,Ayah Candra dan Abi Yosep langsung menutup kedua mata mereka, karena merasa tidak percaya kalau Papa Bobby meminum minuman beralkohol tantangan dari Ariel.


" Ya salam!" Ucap singkat Abi Yosep karena melihat Papa Boby begitu enaknya minum minuman yang disodorkan oleh pelayan tersebut Setelah selesai dia pun menghempaskan pelan botol di atas meja.


" Giliran kamu!" Ucapnya.


Ariel melihat kearah Papa Boby terkejut tidak terlihat apa-apa saat papah Boby meminum minuman terpopuler diklub itu.


Ariel melihat wajah Papa Bobby terlihat santai saja.


" Ayo Ariel,tunjukkan kalau kamu itu bisa." Ucap Maya.


Kemudian Ariel membuka tutup botol yang ada di depannya dan meneguk minumannya, belum sampai separo dia pun berhenti.


" Kenapa kamu berhenti? takut ya,sekarang kamu ada saingan hah!! aku sudah habis satu botol! Kenapa kamu separuh!!"


" Tenang Om ini adalah pemanasan.!" Ucapnya.


padahal dia berpikir apakah dia salah untuk menawarkan tantangan ini kepada orangtua yang ada dihadapannya itu.


kemudian Ariel meneguk minuman itu sampai habis lalu dia langsung menghempaskan pelan juga di atas meja.


" Lanjut giliran Om!!" Ucapnya seraya menunjuk Papah Boby dengan lantang sembari tersenyum sinis kearah Papa Bobby.


Papah Boby lalu membuka lagi botol yang harus diminumnya tersebut, tapi ini bukan satu botol melainkan dua botol sekaligus,satu botol diteguknya dengan cepat dan satu botol lagi diteguknya dengan cepat pula.


Ariel tidak percaya kalau orangtua di hadapannya ini memang kuat minum minuman beralkohol tersebut.


Ariel dan Maya saling bertatapan sedangkan Morgan tersenyum tipis.


" Aku sudah tiga botol yang aku habiskan secara langsung dan jumlah botol ku sisa tujuh karena aku minum langsung tiga botol sekarang lanjut giliranmu.!"


" Ternyata Om kuat juga ya minum minuman seperti ini." Ucapnya tersenyum sinis.


" Heh! makanya kamu jangan meremehkan aku! ini cuma sepuluh botol Akukan sudah bilang tadi lima puluh botol pun aku jabanin." Ucapnya dengan tersenyum terlihat sangat mengejek dengan Ariel.


Ariel pun merasa tertantang dengan ejekan dari Papah Bobby kemudian dia membuka tiga botol sekaligus dia langsung meneguk minuman yang ada di dalam botol kedua dilanjutkan dengan botol ketiga dan dilanjutkan lagi dengan botol keempat dan kelima, muka Ariel terlihat merah matanya pun merah dia terlihat mau muntah. Papa Bobby tertawa lepas.


" Hahaha! Kenapa kamu mau muntah! silakan kalau mau muntah tapi tantangan tetap harus diselesaikan!!"


" Aku tidak mau muntah! tantangan harus tetep di lanjutkan." Ucapnya sudah mulai tudak terkontrol.


" Sudahlah!!kamu sudah mabuk menyerah sajalah" Ucap Papah Bobby terkekeh.


" Tidak!! aku tidak pernah mabuk!! tidak akan ada yang pernah mengalahkan aku!! untuk minum minuman ini!! kamu juga tidak akan pernah mengalahkan aku.!! ingat itu!!" Ucapnya lantang padahal kepalanya sudah terasa pusing karena dia ngomong pun seperti orang sudah kehilangan arah,Ariel langsung meminum satu botol lagi dan meneguknya sampai habis.


" Kuat banget om ini!aku tidak menyangka!" Gumamnya.


" Kamu kenapa sayang? kenapa kamu menatap orang tua yang ada di depan kita ini? Apakah kamu menyukai dia.?" Tanya Morgan.


Maya terkejut!


" Oh tidak! aku tidak menyukainya cuman aku merasa heran aja Ariel sudah lima botol diminumnya sudah terlihat wajah dan matanya memerah terlihat sepertinya dia mulai tidak bisa menguasai dirinya, tetapi kenapa bapak yang ada di depan ini terlihat biasa-biasa aja, aku tidak menyangka kuat baget Om ini." Ucap Maya.


" Hehehe, itukan perbedaannya Bapak di depan itu masih minum tiga botol sedangkan Ariel sudah lima botol perbedaannya dua botol karena di dalam satu botol itu kekuatannya sangat kuat Jadi mungkin Bapak itu masih kuat karena dia mempertahankan wanita yang ada di sampingnya, sedangkan Ariel ingin merebutnya jadi Ariel teropsesi seperti dialah pemilik gadis itu." Ucap Morgan asal bicara saja,padahal didalam hatinya dia ingin tertawa lepas.


" Hahaha masuk kamu dalam perangkapku,Maya dan Ariel!!" Batinnya sembari tersenyum.


Abiyasa yang menatap ke arah Morgan,merasa curiga, Clarissa juga yang menatap lekat ke arah Morgan merasa heran.


" Ada apa sebenarnya ini?" Gumam Abiyasa.


Kemudian dia menoleh kearah Arvin yang sedang duduk, terlihat jelas di sinar lampu Arvin tersenyum sangat senang, kemudian Abiyasa berdiri.


" Kamu mau ke mana Biy?" Tanya Clarissa.


" Aku mau ke belakang dulu ke toilet." Jawabnya padahal dia mau mendekati Arvin,karena ada keanehan diantara senyumnya Arvin dan Morgan.


Abiyasa berpikir,pasti ada yang disembunyikan mereka berdua, karena rencana mereka tidak terlaksana dengan lancar,sepertinya rencana sudah diubah oleh mereka berdua.


Kemudian diapun melangkah mendekati Arvin yang sedang duduk santai didekat meja minuman tersebut.


Abiyasa kemudian mengambil kursi disamping Arvin dan dia langsung duduk disamping Arvin dia melihat wajah Arvin yang terlihat sangat senang serta tersenyum bahagia.


" Kamu kenapa Vin? senyum-senyum sendiri?tuh di depan sana om Bobby berjuang menerima tantangan dari Ariel, kamu malah tersenyum di sini, apa kamu tidak berpikir tuh gimana nanti Om Bobby jadinya, padahalkan rencana kita tidak seperti ini.?"


" Rencana kita sebenarnya berjalan dengan lancar Biy, tapi karena Om Bobby sudah melancarkan rencananya jadi kita harus merubah sembilan puluh derajat dari rencana tersebut."


Abiyasa menganggukkan kepalanya, tapi diotaknya yang masih berpikir,rencana apa sebenarnya.


" Maksud kamu rencana apa?"


" Tenang aja Biy, minuman itu tidak membahayakan Om Bobby, karena minuman itu tidak beralkohol."


" Tapi merek minuman itukan sama dengan yang diminum Ariel."


" Secepat kilat semua sudah dirubah, aku sudah mengubah semuanya dengan pelayan itu, aku sudah membayar pelayan itu untuk mengubah minum yang akan diminum Om Boby."


" Apa? minuman itu bukan minuman yang mengandung alkohol?"


" Iya Biy, hehehe itu hanya air putih yang dikemas sesuai dengan botol yang ada." Kekeh Arvin.


" Jadi..?"


" Iya.." jawab Arvin tersenyum.


" Hahah! pintar sekali kamu Vin, ini baru mantap! pantasan aja om Bobby tidak ada sama sekali rasa pusing dan mabuk." Tawa Abiyasa menggembang.


" Adanya gembung deh perutnya " Tawa mereka mengembang.


" Sebenarnya tadi ada Morgan menghubungiku melalui chat pribadi untuk merubah beberapa botol,berapapun biayanya aku harus membayarnya karena agar Om Bobby bisa meminum air itu tanpa menyentuh minuman yang mengandung alkohol, sedangkan yang beralkohol asli yang diminum oleh Ariel." Terang Arvin.


" Pantasan aja Ariel tiga botol aja minum sudah mulai merah wajahnya."


" Berarti kalian tidak menyadari kalau aku yang mengantar minuman tersebut.?"


Abiasa menggelengkan kepalanya.


" Dasar sahabat yang tidak ada ahlaknya, sahabat sendiri pun tidak dilihat."


" Aku kan tidak tahu kamu menyamar seperti itu pakai pakaian pelayan segala lagi." Ucap Abiyasa.


" Inilah rencana amburadul yang tidak direncanakan." Kekehnya.


" Ya sudah kalau seperti itu aku kembali lagi ke sana."


Ucapnya.


Arvin tersenyum dan menganggukkan kepalanya,Abiyasa kemudian meninggalkan Arvin yang sedang duduk santai didepan meja dekat minuman tersebut sedangkan Abiyasa menuju kearah meja semula.


Lima botol sudah diminum oleh Ariel, Ariel pun tidak berdaya dan langsung tidak sadarkan diri.


Maya yang melihat Ariel seperti itu, Maya langsung berbicara dengan mereka semua.


" Kalian sudah mengalahkan temanku aku tidak rela kalau temanku langsung tidak bisa lagi ke klub ini, aku akan melanjutkan lima botol minuman ini,aku yang akan menggantikan Ariel."


" Oh silakan!" Ucap Papah Bobby.


Kemudian Maya menatap Papa Boby dengan geram dan marah dia pun langsung mengambil satu botol minuman tersebut, dan dia langsung meneguknya. kemudian dilanjutkan lagi oleh Papa Boby mengambil minuman dia sendiri,Maya kemudian mengambil lagi satu botol dan diminumnya dengan cepat, dia pun kemudian merasa lemas dan kepalanya terasa pusing dan matanya pun berkunang-kunang dan dia pun tidak sadarkan diri kembali.


" Yes!! mari kita bawa dia ke tempat eksekusi, sebelum dua orang temannya tadi kembali lagi kesini " Ucap papa Bobby.


Karena kedua lelaki yang mengaku temannya Ariel dan Maya tadi meminta ijin keluar dari klub karena ada urusan diluar.


Mereka semua heran,Abiyasa hanya duduk saja tersenyum, begitu juga dengan Morgan tersenyum puas.


Papa Andre menatap ke arah Abiyasa,Kemudian menatap lagi ke arah Bobby serta Morgan.


" Ini ada apa sih sebenarnya?" Tanya Papah Andre.


" Nanti aja aku jelaskan." Jawab Papah Boby.


" Kamu tidak mabukkan Bob? kamukan sudah 10 botol yang kamu minum." Ucap papa Andre.


" Tenang aja Andre, aku tidak mabuk, Aku ini adalah dewa mabuk yang tidak bisa dikalahkan oleh pemabuk minuman ini, aku hanya mabuk dengan cintanya istriku yang ada di rumah." Kekehnya.


" Kalian harus menjelaskannya dengan ku." Ucap Papa Andre.


" Siap bos! sekarang kita bawa dulu mereka sebelum kedua temannya itu kembali lagi ke sini,"


Kemudian merekapun manganggukkan kepala mereka,lalu mereka membawa kedua orang tersebut yaitu Ariel dan Maya keluar dari klub dan memasukkan mereka ke dalam mobil,kedua buah mobil itu pun meninggalkan klub malam tersebut setelah mereka menjalankan rencana mereka yang tidak terencana.