
Benar saja, Beberapa saat kemudian Abi Yosep dan umi Vita masuk kedalam dan menuju kearah para sahabatnya tersebut.
Para wanita yang ada di dapur pun langsung melangkah menuju kearah ruang tengah di mana para suaminya berada dan anak anak mereka pun ikut berkumpul semua di ruang tengah.
Mamah Anisha tersenyum dan mendekati tante Dwi dan mengambil duduk pas di depan tante Dwi.
Tante Dwi sedang berbicara dengan mamah Anisha dia tidak mengetahui kalau sang adik sudah ada di dekatnya.
" Kakak..." panggil Abi Yosep pelan.
Semua terdiam Kak Dewi pun ikut terdiam dia meresapi panggilan itu.
" Ya Allah...suara itu... Yosep kakak kangen kamu " ucapnya pelan.
" Tapi mungkin ini hanyalah khayalan ku saja, karena aku merindukan adikku " gumamnya.
Tapi dia tidak memalingkan wajahnya ke kanan ataupun ke kiri karena dia sudah pernah merasakan suara Abi Yosep seakan-akan memanggilnya, semua memandang kearah Abi Yosep,tapi Kak Dwi langsung menunduk kan kepalanya,tak terasa buliran bening mengalir dari kedua pipinya.
Mamah Anisha memandangi tante Dwi yang sedang menunduk kan kepalanya.
" Kak Dwi.." ucap Abi Yosep lagi.
" Ini aku Kak Yosep mu." Abi Yosep langsung memeluk kak Dwi dari arah belakang.
Kak Dwi yang masih duduk di atas kursi roda tidak ingin menengadahkan kepalanya dia tidak ingin kecewa, takut yang memeluknya bukan adik yang dirindukannya, dia hanya merasakan ada yang memeluknya, dia memandangi sebuah tangan kokoh yang memeluk nya itu, dia menggenggam nya memegang tangan tersebut.
" Anisha Apakah aku tidak bermimpi ?" tanyanya pada mamah Anisha.
Mamah Anisha tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Tidak Kak, itu benar mas Yosep ada di sini " ucapnya.
kemudian dia menengadahkan kepalanya terlihat jelas wajah Abi Yosep yang tersenyum padanya. Tante Dwi pun langsung sontak memalingkan wajahnya dan memeluk sang adik tangis pun jadi satu,semua yang ada di situ pun menundukkan kepala karena merasa bahagia yang tidak terkira pertemuan antara kakak dan adik, semuanya tersenyum bahagia.
" Yosep... kemana aja kamu dek? kakak selama ini mencari kamu,Kenapa kamu tega tidak memberi kabar tentang keadaan dirimu pada kakak " ucapnya.
Abi Yosep mengusap air mata sang kakak.
" Maafkan Yosep Kak, Yosep memang adik durhaka, Sekali lagi maafkan Yosep " ucapnya.
" Kamu tidak salah dek, kamu tidak salah, seharusnya kakak yang selalu ngabarin kamu, walaupun kita jauh tapi kita tetap dekat dihati " ucapnya.
Abi Yosep menghapus air mata tante Dwi yang terus mengalir di kedua pipinya itu.
" Maafkan Yosep ya Kak, Sekali lagi maafkan Yosep, bukan Yosep tidak mau mengabari tentang keadaan Yosep dan keluarga Yosep, tapi karena keadaan lah yang menuntun Yosep untuk tidak mengatakan semuanya kepada kakak, bukan pada kakak saja, tapi pada sahabat-sahabat Yosep pun tidak tahu keberadaan Yosep saat itu " ucap Abi Yosep.
" Memang ada apa yang terjadi kepada mu dek ? sehingga kamu tidak mau memberi kabar kepada kakak dan para sahabat mu?" Tanya Tante Dwi.
" Ceritanya panjang Kak " jawab Abi Yosep.
Kemudian mamah Anisha beralih dari tempat duduk nya memberikan duduk kepada Abi Yosep agar leluasa bicara pada sang kakak.
" Yosep mengalami kecelakaan saat itu Kak, Yosep juga tidak menyangka kalau Yosep sekarang bisa duduk di sini, dan bisa sehat seperti sedia kala, saat itu Yosep kecelakaan parah Kak,dan mengalami kelumpuhan, Yosep tidak mau memberitahu ke siapapun karena Yosep tidak ingin merepotkan semuanya, tapi Allah berkata lain Kak,Allah mempertenukan semua sahabat Yosep melalui Ayesha yang saat itu melamar pekerjaan di kantor Andre, dan sekarang Ayesha jadi anak menantunya Andre, Alhamdulillah kak,sekarang Yosep udah sembuh " ucapnya tersenyum bahagia,lagi lagi dia menghapus air mata sang kakak.
Tante Dwi memeluk sang adik dengan penuh kebahagian.
" Terimakasih ya Ndre, kali kedua kalian semua menolong keluarga kakak " ucapnya.
" Sama sama kak, Yosep adalah saudara kami, kebahagian Yosep kebahagia kami sakit nya Yosep sakitnya kami, karena Yosep dan kakak adalah keluarga kami " ucap papah Andre tersenyum di angguk kan semuanya.
Mereka pun saling bertukar senyum dan bercerita, kemudian Art datang menghampiri mereka.
" Bu Anisha hidangan pagi nya sudah tersedia, silahkan sarapan bu.." ucapnya.
" Oh iya Bi, terimakasih ya..." Balas mamah Anisha.
" Ayo kita sarapan pagi yuk.." Ajak mamah Anisha pada semuanya.
Mereka mengangguk dan langsung berdiri melangkah menuju ke arah ruang makan dengan senyum Dan tawa serta candaan candaan kecil yang mereka ciptakan membuat suasana bertambah bahagia. Mereka pun sarapan pagi bersama-sama.
*****
Di kota S tepatnya di sebuah kamar di sebuah club yang di singgahi nya tadi malam, seseorang bangun dari tidurnya Seraya memegangi kepalanya.
" Kenapa pusing sekali kepalaku ' ucapnya seraya mengawasi seluruh ruangan dimana dia berada sekarang.
" Ini bukan kamarku " ucapnya lagi berbicara sendiri.
" Kamar siapa ini ?" tanyanya dalam hati.
Kemudian dia duduk diatas tempat tidur yang dia rebahi tersebut, masih dengan memegang kepalanya yang sedikit pusing.
Lalu terdengar pintu terbuka dia menoleh kearah pintu.
" Gimana Pak sekarang keadaannya ?" Tanya pak Soni pemilik club malam tersebut.
" Pak Soni " ujarnya pelan seraya melemparkan senyuman nya. Di balas pak Soni seraya melangkah mendekatinya.
" Kenapa saya ada di sini Pak ?"
Pak Soni hanya tersenyum saja.
" Bapak tadi malam seperti nya kebanyakan minum, jadi bapak mengalami muntah dan tidak sadarkan diri, jadi maaf terpaksa saya membawa bapak ke ruangan ini " ujar pak Soni menjelaskan.
" Masa iya saya banyak minum perasaan sedikit aja tadi malam " ucapnya.
" Iya pak,mungkin bapak tidak menyadarinya "
" Tapi saya tidak mabuk " kilahnya.
" Wah ini pasti ada kesalahan nih, pasti ada sesuatu yang dimasukkan ke dalam air minuman ku sampai menyebabkan aku tidak sadarkan diri " ucapnya lagi menatap ke arah Pak Soni.
Pak Soni lagi lagi tersenyum saja mendengar ucapan pak Ginos.
" Ya Udah Pak kalau Bapak ingin sarapan atau membersihkan diri silakan,tempatnya ada di pintu sebelah sana " ucapnya seraya menunjuk salah satu pintu yang ada di dalam ruangan tersebut.
" Oh ya terima kasih " ucapnya lagi.
Kemudian dia berdiri agak sempoyongan mungkin karena masih ada pengaruh alkohol yang dia konsumsi tadi malam dan masih mempengaruhi otak nya tersebut. Melihat pak Ginos sempoyongan tersebut,pak Soni menawarkan bantuan nya lagi.
" Bisa saya bantu Pak " tawarnya
Pak Ginos tersenyum saja.
" Tidak usah saya bisa sendiri, terima kasih karena bapak sudah menolong saya " ucapnya menolak tawaran pak Soni.
Pak Soni hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Sama-sama Pak,ya udah kalau seperti itu Saya permisi dulu "
" Ya pak " jawab Pak Ginos.
Kemudian dia melangkah meninggalkan ruangan di mana pak Ginos yang ada di dalamnya nya tersebut.
" Perasaan aku cuma sedikit meneguk minuman nya,wah ini tidak benar gara-gara para ledies itu yang membuat aku mabuk " ucapnya tersenyum sendiri.
Lalu dia terus melangkah menuju kearah kamar mandi yang telah disediakan yang ada di ruangan tersebut, Dia membersihkan tubuhnya beberapa saat dia keluar dari ruangan itu dan terlihat agak segar badannya, Dia menuju ke ruangan Pak Soni saat Dia mengetuk pintu ruangan Pak Soni,terdengar suara dari dalam menyuruhnya masuk, dia pun kemudian masuk ke dalam Dia berbicara sebentar dan kemudian dia menyerahkan beberapa uang lembar kertas kepada Pak Soni tanda terimakasih nya karena dia bisa nginap di club nya pak Soni.
Beberapa saat kemudian dia keluar dari club itu yang beroperasi pada pagi sebagai cafe, dia melangkah menuju ke arah parkiran dan dia memasuki mobilnya beberapa saat kemudian mobil yang berada di di parkiran perlahan-lahan bergerak meninggalkan Clubnya Pak Soni menyusuri jalan yang beraspal melaju dengan kencang menuju ke arah kediamannya tersebut.