
Mereka semua memandang kepergian tante Diana dan Mela,mamah Anisha menarik nafasnya dengan berat dan melepaskannya dengan pelan.
" Mamah lebih baik istirahat aja" ucap Abiyasa,karena melihat mamahnya yang terlihat cape dan lelah karena semua yang baru di alami keluarganya.
Mamah Anisha tersenyum dan menganggukkan kepalanya,mamah Anisha berlalu dari hadapan mereka menuju kearah kamar pribadinya di lantai dua.
Abiyasa memandangi kepergian mamah nya sampai hilang dari pandangannya,karena mamah nya langsung masuk kedalam kamar.
Nayra dan mamah melisa berpamitan pulang dan mereka melajukan mobilnya menuju kearah rumah mamah melisa.
Tinggallah di ruang tengah tersebut mereka berempat duduk di sofa dengan tanpa suara,dan hanyut dalam pikiran mereka.
Kemudian Risa bersuara pada Abiyasa.
" Oh ya, aku nanti mau nyidang si Sugeng" ucapnya pada Abiyasa.
" Sugeng?kenapa dengan dia?" Tanya Abiyasa.
" Aku marah sama dia, karena dia itu sudah membohongi keluarganya,anak istrinya tapi mengatasnamakan kantor" ucap Clarissa lagi.
" Maksudmu gimana kaka ipar" ucap Morgan.
" Tumben kamu bilang Risa kakak ipar,adik ipar nggak ada akhlaknya,tadi aja bilang Rusa ompong,sekarang bilang kakak ipar, cari aman tuh Morgan" ucap Arvin.
" Ah, kamu vin tau aja kalau aku cari aman,diem diem napa Vin" ucapnya lagi.
Clarissa mendelik pada kedua sahabatnya tersebut.
" Awas ya kalian! Ntar aku sembur nanti dengan Bisa ku,Bisa ku ini melebihi kobra kelles" ucapnya tersenyum.
" Ih...takut??" Ucap mereka seraya mengangkat kaki nya sambil tertawa.
Abiyasa tertawa lepas melihat kedua sahabatnya tersebut.
Sedangkan Risa tersenyum aja.
" Oh ya Ris,maksud mu tadi mengatas namakan kantor itu apa?" Tanya Abiyasa seraya menatap kearah Clarissa.
" Oh itu, masalah Sugeng itu mengatakan kalau gajinya dia itu tidak dibayar oleh pihak kantor, sudah beberapa bulan lamanya. jadi tidak bisa mengirim untuk keluarganya yang jauh darinya, bahkan dia mengatakan kepada keluarganya itu kalau kantor itu sudah mengalami kebangkrutan. tapi masih beroperasi,yang lebih parahnya lagi sebelum dia menelpon istrinya Dia sudah menelpon selingkuhannya, bahkan sempat aku dengar waktu itu dia mengatakan 'Aku akan memberikan pelajaran kepada orang itu kamu sabar aja ya Sayang', ucapnya seperti itu". kata Clarissa menjelaskan kepada Abiyasa.
Abiyasa terlihat menganggukkan kepalanya dan memahami cerita Clarissa.
" wah parah orang ini mau digigit dia sama cobra betina nih".ucap Morgan.
"gimana kalau kita beri pelajaran dia, sebelum kita serahkan ke polisi "ucap Arvin.
" ngapain serahkan ke polisi sedangkan yang memberi pelajaran aja sudah seorang polisi" lanjut Clarissa terkekeh.
"Jangan bertindak gegabah dulu, setelah acara pernikahanku, baru kita selesaikan berempat. laki-laki seperti itu harus diberi pelajaran, agar dia merasakan bagaimana istri dan anaknya menunggu hasil jerih payahnya nafkah darinya. tapi dia menyalahgunakan kepercayaan perusahaan kepadanya" ucap Abiyasa kepada ketiga temannya tersebut.
" Oke kalau menurut kamu seperti itu aku akan mengikut aja, sebenarnya aku sudah nggak sabar sih pengen mengubah wajahnya menjadi sapi panggang, karena orang seperti itu tidak bisa diberi hati " ucap Clarissa.
"Benar tuh apa kata Clarissa,kapan nih ada yang bisa masuk hotel prodeo secara gratis, biar ku selesaikan di sana" ucap Morgan lagi sambil terkekeh.
Yang lain hanya tersenyum mendengar ucapannya.
" sabar mor sepeda butut, bule nyasar,nanti kita akan memasukkan seseorang ke dalam hotel prodeo itu, itu sesuai dengan kesalahannya," ucap Clarissa lagi.
" Wah! Parah kamu Ris, masa calon adik ipar masih di sebut mor sepeda butut sama Bule nyasar sih,ntar kualat lho," ucapnya tersenyum.
" Nggak ada sejarahnya kualat sama calon adik ipar" ucap Arvin.
" Ada lho, kualatnya itu menjadi ratu sehari " ucapnya terkekeh.
" Aminn, aku juga mau tuh jadi raja sehari,kaya Abiyasa sebentar lagi jadi raja sehari hahahah" ucap Arvin.
" Kalau mau jadi raja sehari itu,harus ada calonnya,ini jangan kan raja sehari calon aja belum nemu" ucap Morgan tertawa lepas.
Arvin hanya tersenyum senyum nyengir karena ucapan Morgan.
" Sombong! yang sudah punya calon" ucapnya lagi.
" Makanya wajah itu jangan terlalu ganteng ganteng amat" ucap Morgan lagi seraya menyenggol Arvin.
" Emang kenapa?" Tanyanya.
" Jadi aku terkalahkan tau!" Ucapnya seraya merangkul kepala Arvin di bawah keteknya.
" Iih, apa an sih rusak nih tatanan rambut eke" ucapnya seraya bergaya ngondek.
" Tapi Allah itu adil lho," ucap Clarissa.
" Adil apaan maksudnya" tanya keduanya.
" Iya adil, arvin ganteng nya kebangetan dan Morgan jeleknya kebangetan.namun...." belum selesai Risa berbicara dia langsung di serang dengan bantalan kursi dari Morgan.
" Rusa ompong....!" Teriaknya.
" Woi! Aku belun selesai ngomong" teriaknya seraya tertawa lepas.
" Maksud aku kamu jelek nya kebangetan itu cepat dapat jodohnya dan Arvin lama dapat jodohnya" ucapnya seraya melempar balik bantalan kursi kearah Morgan.
Morgan tersenyum lebar sambil berdiri dan memberikan hormat secara menunduk kan badan nya merasa bangga.
" Tapi yang salah itu Dita,kok bisa dapat Morgan ya" ucap Abiyasa lagi.
" Maksudnya apa nih,?" Tanya Morgan.
"secara gitu Dita kan kembaran ku,aku aja nggak nafsu liat Morgan kok Dita nafsu ya" ucap Abiyasa lagi terkekeh.
"Hahahah, yaiyalah kamu nggak nafsu kan kamu cowo,masa pepaya makan pepaya" ucap Arvin.
" Hahahaha" ucap ketiganya.
Abiyasa pun ikut tertawa...
" Tapi,kalian kalah semua dengan ku, karena aku yang duluan mau nikah,berarti disini aku yang paling ganteng nya pake banget dan tidak ada yang mengalahkan diantara kalian, heheheh" ucapnya seraya menaik turunkan alisnya dan mengembangkan senyumannya.
Dan langsung saja ketiga sahabatnya tersebut melemparkan bantalan kursi kearah Abiyasa.seraya tertawa lepas.
Setelah reda ketawa mereka,mereka masing masing menarik napas mereka,dan Clarissa mulai berbicara.
"Oh ya...ya...aku lupa besok lusa jam 8 akad nikah mu sudah dimulai, dari Pak penghulu ada chat pribadi aku. karena waktunya pak penghulu cuma jam delapan itu ada waktunya. Karena di hari pernikahanmu besok lusa ada empet orang yang menikah, tapi kamu yang pertama itu sih katanya" ucap Clarissa lagi.
"Makanya aku tadi ke sini langsung mau ngasih kabar ini, eh... enggak tahunya aku dikasih suguhan yang sangat menakjubkan dan membangkitkan gairah premanku yang tingkat dewa ini,Sudah lama tidak muncul "ucapnya tertawa lepas.
" Aku jadi kepikiran sih" ucap Morgan seraya memegang kepalanya.
Ketiga sahabatnya langsung menoleh kearah Morgan.
" Memang ada apa yang kamu pikirkan?" Tanya Abiyasa.
" Kalau ada sesuatu bilang aja,nanti aku bantu" ucapnya lagi di anggukkan oleh Arvin dan Clarissa.
" Aku kepikiran sama kakak ku Morco itu" ucap nya lagi.
Mendengar Marco di sebut, Clarissa langsung mendekati Morgan dan duduk di sebelahnya.
" Ada apa dengan Marco?" Tanya nya serius.
" Aku kepikiran dengan kak Marco kalau dia menikah bagaimana ya kehidupannya" ucapnya dengan serius sambil geleng geleng kepala.
" Memang kenapa dengan Marco, ngomong tuh yang jelas." Ucap Risa jadi penasaran.
" Iya, aku sudah jelas, aku tidak bisa membayangkan kalau kak Marco menikahi preman..." Ucapnya seraya melompat kebelakang Sofa menghindari amukan Clarissa.
" Morgan.....!!!" Teriaknya.
" Dasar adik ipar ku yang baik!,aku sumpahi kamu punya kekayaan berlipat lipat banyaknya!dan banyak punya anak! Sehat selalu dan dalam lindungan Allah yang maha kuasa! Di jauhkan dari segala mara bahaya! Dan siksa kubur serta masuk surga!" Ucap Clarissa seperti kereta api,seraya menatap Morgan tajam.
"Amin..." Ucap ketiganya seraya tertawa lepas,karena melihat clarisa marah marah dengan sumpah serapah nya yang baik baik semua.