
Lia tersenyum melihat Ariel yang terlihat terkejut dengan kedatangannya itu, terlihat sekali wajah Ariel nampak terlihat guratan kesedihan, dan nampak juga tubuh Ariel yang dulunya terlihat gagah dan tampan bagi sebagian wanita yang melihatnya tapi sekarang tubuh itu jauh dari kata tampan dan jauh dari kata gagah karena terlihat tubuh Ariel sangat kurus dan terlihat juga dia berusaha untuk hidup berada didalam pengasingan tersebut. Ariel terlihat menatap kearah Kak Nico dan terakhir mata teduh Ariel manatap kesosok anak lelaki yang tampan dan lincah, siap lagi kalau bukan Kevin yang duduk berada ditengah-tengah Lia dan kak Nico.
" Mamah..siapa Om ini? " tanya Kevin sembari menatap kearah Lia kemudian menatap kearah Ariel.
" Mamah?" ucapnya pelan sembari berjalan mendekati kursi yang tidak jauh dari Lia dan kak Nico duduk.
Lia lagi-lagi tersenyum mendengar pertanyaan anak semata wayangnya itu.
" Ini bukan Om sayang, tapi ini adalah papahnya Kevin."jawab Lia mengatakan pada sang anak dan Kevin hanya terdiam sejenak, dan dia tidak merasa terkejut dengan ucapan sang Mamah. Entah ada kekuatan dari mana Kevin langsung berdiri tanpa berbasa basi dan langsung menghambur kedalam pelukan Ariel sembari bersuara dengan nada senangnya, terlihat jelas rona bahagia diwajah polosnya.
" Papah....kemana aja selama ini pah, Kevin merindukan papah." ucapnya yang begitu mengangetkan semua mata terutama Ariel yang langsung memeluk erat sang anak,Dia sangat terharu karena perbuatannya dimasa lalu membuahkan hasil seorang Anak lelaki yang ganteng dan mempunyai sifat tidak mendendam yang tidak terbatas, dan begitu mudahnya dia mengatakan kata ' Papah ' tanpa kaku dan malu-malu, Lia dan kak Nico tidak menyangka anak sekecil Kevin tidak merasa sungkan memanggil Ariel dengan sebutan ' papah ' padahal dimasa kecilnya dia tidak pernah bertemu degan sang papah, dan kasih sayang seorang papah pun Kevin tidak pernah merasakannya hanya kasih sayang Lia lah yang membuat dia bisa mengenal arti mamah, dan dengan kehadiran Kak Nico barulah Kevin merasa mendapatkan kasih sayang seorang papah, namun sekarang ini keajaiban terjadi didepan mata mereka, dengan hati yang terbuka dan dengan senyuman Kevin memeluk Ariel dan menanyakan keadaan papahnya saat ini, mendengar pertanyaan dari sang anak Ariel tersentuh dan haru, dia tidak bisa menjawab pertanyaan sang anak hanya buliran bening yang jatuh dari kedua bola matanya mewakili hatinya antara bahagia dan sedih dia rasakan saat ini, sedih karena kesalahannya dimasa lalu yang mengakibatkan masa depan seorang wanita tersakiti dan bahagia karena dia masih diberi kesempatan untuk bisa melihat buah hatinya yang sudah besar dan tumbuh tanpa kehadiran dirinya.
Kevin kemudian melepaskan pelukannya pada Ariel dan dia menatap kewajah Ariel yang masih memeluknya itu sembari berkata....
" Kenapa papah menangis? orang besar itu tidak boleh menangis, yang boleh menangis itu hanya dedek Bayi saja." ucapnya seraya jari-jari mungil itu mengusap buliran bening yang membasahi pipinya Ariel, dengan sentuhan tangan mungil anaknya itu, Ariel lagi-lagi tidak bisa lagi menahan tangisnya dan langsung saja dia memeluk sang anak begitu erat dan menangis sembari berkata...
" Maafkan papah nak, maafkan papah nak...karena papah, kamu dan mamahmu menderita, kamu berhak menghukum papah nak, kamu berhak, papah iklas menerima hukuman darimu." ucap Ariel disela-sela tangisnya.
Kevin tertegun dengan ucapan sang papah dan lagi-lagi dia hanya bisa menatap sang papah sembari memeluknya kembali.
" Lia...maafkan aku selama ini yang sudah jahat padamu...maafkan aku, aku iklas menerima hukuman ini." ucapnya yang masih memeluk sang anak.
Lia tersenyum dan mengangguk tidak ada rasa kebencian dirinya pada Ariel seperti waktu dulu, yang ada hanya merasa kasihan padanya karena dia sudah mengakui kesalahannya dimasa lalu.
" Sudahlah, jangan kamu ingat lagi kejadian dimasa lalu, karena itu sudah aku kubur dalam-dalam, dan sekarang kita sama-sama saling memaafkan dan memulai hidup kita yag baru, oh,..ya kenalkan ini adalah mas Nico calon suamiku, calon papah sambungnya Kevin, karena sebentar lagi kami akan melangsungkan pernikahan." ucap Lia sembari memperkenalkan kak Nico pada Ariel.
Ariel tersenyum dan menangkupkan kedua tangannya kearah Kak Nico begitu juga kak Nico membalas salam Ariel dengan menangkupkan kedua tangannya sembari tersenyum.
" Terimakasih pak Nico, karena sudah mau menjadi papah Kevin, aku bahagia mendengarnya, kamu pantas Lia mendapatkan orang yang terbaik, sekali lagi maafkan aku yang sudah sangat, sangat jahat padamu, aku sudah menghancurkan masa depan kamu dan anak mu ini." ucapnya.
Lia dan kak Nico hanya tersenyum.
" Ariel..." panggil perempuan paruh baya dan diapun menurunkan letak kacamatanya menatap Ariel yang sedang memeluk seorang anak kecil, Ariel dan yang lainnya menoleh kearah kedua orang tersebut, siapa lagi kalau bukan kedua orang tua Ariel yang kebetulan memeng hari itu adalah hari khusus membesuk Ariel.
" Mamah..." ucapnya sembari tersenyum pada kedua orang tuanya.
" Anak siapa ini Ariel? " tanya mamahnya dia tidak menyadari kalau Lia ada dihadapannya tapi mereka berdua hanya fokus dengan Ariel yang memangku anak lelaki tersebut.
" Ini anak Lia mah, pah..." ucap Ariel sembari menoleh kearah Lia, barulah mereka berdua menyadari kalau diruangan tersebut ada Lia.
" Ya Allah...Lia... bagaimana sekarang nak kabar kamu, terimakasih sudah menyempatkan waktumu menengok Ariel disini." ucapnya sembari memeluk Lia.
" Ini anak kamu? apakah ini suami kamu? " tanyanya lagi sembari menoleh kearah Kak Nico. Sebelum Lia menjawab pertayaan mamahnya Ariel, Ariel terlebih dulu menjawabnya.
" Itu calon suaminya Lia mah, ini Kevin...." Ariel menggantung kalimatnya.
Hening sesaat...kemudian mamahnya Ariel menyadari apa yang dikatakan sang anak.
" Ya Allah...jadi ini..." ucapnya sembari menatap secara bergantian Lia dan Kevin, Lia pun menganggukkan kepalanya.
Diapun langsung memeluk Kevin, dan Barulah Kevin terkejut dengan kedua orang tua tersebut, dia menatap kedua orang tua tersebut, dia dipeluk kedua orang tua Ariel dan dia hanya diam saja tidak memberikan respon apa-apa.
Setelah puas memeluk cucunya itupun Kevin kemudian berjalan mendekati kak Nico dan berlabuh dalam dekapan calon papah sambungnya, dan kedua orang tua Ariel pun duduk disamping sang anak, dan mereka mulai bicra lagi dengan Lia dan mereka berkali-kali meminta maaf atas kesalahan mereka dan kesalahan Ariel dimasa lalu.
Sampai waktu besuk sudah habis mereka pun kembali pulang dan Ariel kembali lagi keruangannya dengan tatapan sedihnya dia melihat langkah demi langkah anaknya yang begitu sangat akrab dengan calon papah sambungnya tersebut.
" Kamu pantas bahagia nak, doa papah hanya untuk kamu, jika umur papah panjang kita akan bertemu kembali dengan harapan baru, ya Allah...ampuni kesalahanku yang sudah menyakiti hati seorang wanita yang sangat baik padaku dan tidak mendendam padaku, lingkarilah dia dengan kebahagiaan yang hakiki." ucap batinnya sembari melangkah mengikuti petugas kembali keruangannya.
*****
Dirumah Abi Yosep,keluarganya sudah menunggu kedatangan mereka yang sudah bisa megajak pak Evan ikut serta dengan mereka, beberapa saat menunggu akhirnya yang ditunggupun datang, mereka sudah sampai didepan rumah tersebut, Umi Vita menyambut kedatangan suaminya itu. Mereka turun dari dalam mobil dan bersamaan melangkah menuju kearah dalam, tapi tidak dengan Morgan dia berpamitan pada mereka semua untuk kembali kekantor.