THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 336



Sesampainya dikantor Wibawa group, Morgan dan Arvin pun berpamitan dengan Abiyasa dan Marco, mereka kembali lagi kekantornya untuk melaksanakan tugas mereka kembali, karena urusan kakak dan adik-adik mereka sudah selesai mereka pun kembali melanjutkan aktifitas mereka, sedangkan Marco menemui sang istri diruangannya untuk berpamitan kembali kekantornya.


Sesampainya di lantai atas mereka berdua berpisah, Abiyasa memasuki ruangannya dan Marco berjalan menuju ruangan sang istri.


Abiyasa mengambil gawainya dan langsung saja menghubungi sang Papah, setelah dia berbicara dengan papahnya melalui gawai pribadi itu dia menjelaskan pada papah Andre semua tugas yang diberikan amanat orang tua mereka pada mereka sudah terlaksana, setelah berbicara Abiyasa kemudian menyudahi bicaranya tersebut sambil tersenyum dan dia melangkah menuju kearah meja kerjanya dan kembali mengerjakan pekerjaannya tersebut yang sudah banyak tertunda.


Diruangan Clarissa Marco pun berpamitan dengan sang istri dan dia pun keluar kembali menuju arah parkir dan melajukan mobilnya menuju arah kantornya.


*****


Papah Andre yang sudah mendengar kabar kalau semua urusan sudah beres, diapun kemudian mengajak sang istri menemui para sahabatnya dirumah Abi Yosep, dengan menggunakan mobil pribadinya dan menyetir sendiri papah Andre bersama Mamah Anisha sangat merasa senang sekali karena kabar dari sang anak yang sudah menyelesaikan tugas yang diberikan mereka pada anak-anaknya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah Abi Yosep dia disambut tuan rumah dengan suasana yang bahagia, terlihat sang menantu juga berada dirumah orang tuanya karena sang menantu memang berada dirumah orang tuanya terlebih dahulu diantar dengan sang suami.


Papah Andre terkejut melihat kehadiran Pak Evan yang terlihat jelas rona bahagia terpancar diwajahnya, papah Andre mendekati pak Evan dan menyalaminya dengan rasa bahagia pak Evan menyambut uluran tangan papah Andre yang sudah lama juga dikenal pak Evan.


Kemudian mereka pun kembali bercerita dan terdengar gelak tawa diantara mereka, kemudian gawai papah Andre berdering dia melihat layar gawainya dan terlihat si pemanggil Ayah Candra, papah Andrepun menjawab panggilan itu.


" Ya Ndra, ada pa? " tanya papah Andre.


" Kamu dimana Ndre sekarang?" tanya Ayah Candra.


" Aku berada dirumah Yosep, kamu kesini aja Ndra sekarang."


" Baiklah aku akan kesana karena ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian, apakah Boby juga disana?"


" Iya kami ada disini semua, cepatlah kesini biar bisa bicarakan apa yang ingin kamu kasih tahu dengan kami."


" Ya udah kalau kaya gitu, aku berangkat sekarang kesana." ucap Ayah Candra sembari menutup sambungan bicaranya dan dia bersama sang istri langsung melajukan kembali kendaraannya menuju kearah rumah Abi Yosep.


Beberapa menit kemudian mobil tersebut memasuki halaman rumah Abi Yosep sang sahabat, dia bersama istrinya disambut kedatangannya dengan tuan rumah langsung beserta istrinya, mereka berempatpun menuju kearah ruang tengah rumah Abi Yosep, sebelum bercerita Ayah Candra merasa senang karena sudah melihat dan bertemu kembali dengan pak Evan orang tua Bella.


" MasyaAllah kak Evan, Alhamdulillah kita bisa dipertemukan kembali diruangan ini setelah lama kita tidak bertemu."


" Alhamdulillah pak, Akhirnya doa saya selama ini terjawab dengan ijinnya bisa bersama dan bertemu dengan kalian semua yang dulunya saya pernah membuat salah dan khilaf kala itu, mungkin pernah menyakiti kalia semua." ucapnya sembari menghela nafasnya dengan pelan,


" Udahlah kak, nggak usah diingat lagi masa lalu yang kelam itu, cukup untuk disimpan aja dan cukup jadi pelajaran untuk kita semua."


Dianggukkan mereka semua.


" Oh ya ada apa yang ingin kamu bicarakan pada kami.?" tanya papah Andre.


" Tentang calon menantu ku si Smith."


" Memangnya kenapa dengan dia..." tanya papah Boby


" Iya kenapa ada apa?" tanya Abi Yosep.


" Tentang keluarganya, dia tadi malam menghubungi salah satu temannya untuk jadi saksi dia menikah dengan Alena, tapi kata temannya dia mengenal dengan keluarga dari Smith, tapi dia tidak tahu dari sebelah mana keluarganya tersebut, lebih jelasnya lagi nanti tunggu Smith datang kesini, dia tadi baru saja keluar menjemput Alena dirumah sakit."


" lho kenapa Alena masih kerja sih, kan dia harusnya berada dirumah saja biar dia istirahat, agar nanti saat menikah terlihat fresh gitu." sahut Papah Andre.


" Itu kemauan Alena satu hari ini aja katanya besok dia sudah nggak kerja lagi sampai dia menikah."


" Oh gitu,,,"


" Gimana urusan yang sudah diurus sama anak-anak kita.?" tanya Ayah Candra.


" Syukur Alhamdulillah, sudah beres semua, dan kita akan mengadakan langsung pernikahannya dan kita akan menyewa gedung untuk resepsi yang lebih besar lagi." Jawab papah Andre.


" Iya, karena waktunya sangat padat sekali yang menikahkannya hehehe, biasa musim nikah sekarang ini." Ucap Papah Andre terkekeh disambut mereka dengan gelak tawa diruangan tersebut.


" Gimana menurut kalian orang tuanya?" Tanya papah Andre seraya menatap kearah mereka saling bergantian."


" Aku sepakat pernikaan mereka diadakan secara bersamaan." Jawab Abi Yosep.


" Sama aku juga sepakat, bagaimana dengan David orang tua Nico dan Nayra?" Tanya Ayah Candra.


" Dia mah pasti ngikut, karena dia nggak banyak ngomong, yang penting anak-anaknya bahagia." Ucap papah Andre tersenyum.


" Siplah kalau kaya gitu..." Sambung paoah Boby dianggukkan mereka semua.


" Eh, tunggu dulu dong, bagaimana dengan keluarga Delbert?" Tanya Ayah Candra.


" Pastilah setuju, kan Delbert udah kebelet tuh mau nikah hahahaha, dari pada terjadi fitnah dan dosa lebih baik disegerakan aja ya kan...." Ucap Abi Yosep tersenyum dianggukkan pak Evan.


" Alhamdulillah kalau seperti itu, aku sih setuju saja dan semoga lancar-lancar saja." ucap ayah Candra tersenyum dianggukkan mereka semua.


" Mantap! " Ucap Papah Boby tersenyum.


" Kok mantap sih ada apa?" Tanya Abi Yosep dan yang lain merasa heran.


" Ya iyalah mantap, akan terlukis di ingatan dan akan jadi sejarah di musium, keluarga Sabun Colek memecahkan rekor mengadakan pernikahan besar-besaran anak-anak mereka...hahaha...mantap kan, nikmat mana yang kau dustaka Yos..." Ucap Papah Boby terkekeh.


" Congormu itu lho yang aku dustakan hehehe...." Ucap Abi Yosep melempar bantalan sofa kearah papah Boby.


" Ach ...Abi Yosep ganteng kok gitu sih ngomongnya..." Ucap Papah Boby sembari menyentuh dagu Abi Yosep dengan lembut.


" Asem Mak tom Cruise!! " Sanggah Abi Yosep sembari mendelik kearah papah Boby.


Mereka pun tertawa bersama


" Tapi kalau dipikir emang mantap sih..." Sambung Ayah Candra terkekeh


" Hehehehe...iya juga ya...mengukir sejarah kita ya..." Ucap Abi Yosep lagi terkekeh, dan mereka pun sama-sama terkekeh.


" Ya Allah tak menyangka aku akhirnya aku sekarang akan selesai tugasku menjaga anak-anak ku, dan tiba saatnya nanti hanya menunggu dan bersenang-senang dengan cucu aja." Ucap Ayah Candra.


" Kamu enak Ndra, anak mu udah habis semua menikah, aku masih ada dua, Nika dan Charlo yang harus aku jaga." Ucap Papah Boby.


" Sama aku juga satu masih ada yang harus ekstra dijaga." Sambung Abi Yosep tersenyum.


" Aku juga masih ada satu bro.." sambung papah Andre


" In sya Allah Fahrizki dan Charlo akan selalu menjaga kedua saudara perempuannya, Almira dan Nika." Sambung Abi Yosep.


" Rencananya kalau mereka sudah lulus sekolah menengah atas akan aku kirim kuliah diluar Negeri dengan bidang yang dikuasai mereka masing-masing." Ucap papah Andre.


Mereka semua mengangguk...


" In sya Allah mereka akan membanggakan kita dan jadi anak yang dapat menjaga harkat dan martabat orang tuanya." Sambung Ayah Candra.


" In sya Allah..." Ucap papah Boby.


" Aamiin.." sahut mereka semua, Sedangkan para istri mereka berada diruang tv berbicara sesama perempuan dan mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya untuk persiapan pernikahan anak-anaknya.