THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 41



Sedangakan Mela masih terisak dan menikmati tangis yang dibuatnya sendiri, kemudian tante Diana mendekatinya, dan merangkul pundak anaknya. sambil berkata kepada semua orang yang ada di situ.


"Aku tidak mau tahu sekarang anak ku mengalami traumatic yang sangat berat, disamping kalian mengobatinya dan aku juga harus menikahkannya dengan Abiyasa, kalian pikir aja sendiri,apakah kalian mau malu di luar sana karena kesalahan Abiyasa yang ingin melakukan sikap yang tidak senonoh pada putriku?atau kalian bersedia menikahkan Abiyasa dengan putriku" ucap Tante Diana.


"Apa?! Menikahi Mela? Tidak bisa begitu,saya tidak mau untuk menikahi Mela,karena kesalahan saya tidak Fatal yang mengharuskan saya untuk menikahinya!" Ucap Abiyasa tegas.


" Eh...tante Diana, kalau mau cari mantu jangan seperti ini dong caranya,anak tante ini memang sudah ganjen, saat di luar negeri pun dia sempat mengganggu Abiyasa, tanya noh yang lengkap pada anak mu tante, Anak tante kan juga kuliah di luar negeri, Jadi apa yang di dapat bertahun tahun di negeri orang?belajar? Apa mengejar?saya rasa nggak dapat apa apa,jangan jangan ganjen dari dalam orok tuh anak nya, Mela itu kan satu kampus juga sama Abiyasa,jadi hari hari nya hanya bisa ngejar Abiyasa saja, tanya tuh sama teman-temannya Apakah dia bisa mengontrol dengan kelakuan nya saat di kampus bila ketemu Abiyasa,seharusnya tante tau sendiri, bagaimana sepak terjang anak tante sampai bisa berbuat apa saja demi mendapatkan hatinya Abiyasa, sedangkan Abiyasa sudah jelas-jelas dari dulu nggak mau pacaran sampai akhirnya pun dia dijodohkan. Kalau dia mau sudah lama dia menghancurkan anak tante di negeri orang,tapi dia berpikir,buat apa juga karena dia tidak menyukai anak tante yang terlalu ganjen dan terlalu menghendaki Abiyasa menjadi pasangannya itu, seharusnya tante tuh sadar dan pantau anak semata kuyang nya tante ini! makanya tante,jangan terlalu berdiam diri saja dan mengirim anaknya keluar negeri tapi tidak bisa di pantau keberadaan nya di sana,ujung ujung nya percaya aja dengan perkatan si kuyang peot ini!" Ucap Clarissa panjang lebar.


"siapa kamu! apa hubungannya kamu dengan keluarga ini! Seenaknya aja ngomong panjang lebar seperti itu,aku baru aja lihat kamu di sini,ikut-ikutan juga kamu dalam masalah ini,ini adalah masalah yang rumit, intinya Abiyasa harus bertanggung jawab, akan perbuatannya pada anakku yang telah menimbulkan traumatic padanya" ucap Tante Diana dengan sinis seraya menatap Clarissa.


Clarissa tersenyum,menanggapi tatapan tante Diana.


"Tante nggak tahu, siapa saya? Saya ini terkenal loh, saya ini adalah peramal terhebat yang bisa meramal siapa saja, dan saya ramalkan anak tante ini bukannya traumatik tapi gila!!" ucapnya penuh penekanan di kata gilanya.


" kurang ajar kamu!ngomong seperti itu, emang kamu siapa hah!! Mengatakan anak saya gila" ucapnya marah.


" kan saya sudah bilang saya ini peramal!gila akan Abiyasa yang jelas-jelas dari dulu sampai sekarang tidak suka dengan Mela masih aja dikejar! Apakah di dunia ini cuma Abiyasa aja laki-laki, dengar ya masih banyak di luar sana yang lebih dari Abiyas, saya bingung sama ibu dan anak ini,Sebingung bingungnya rumus matematika yang saya pelajari saya lebih bingung dengan kalian berdua, apa lagi tante Diana yang tidak bisa menyaring keterangan anaknya, lebih baik kita lihat buktinya aja Apakah Biyas yang salah atau yang salah si kutu ayam ini," ucap Clarissa lagi.


"nggak perlu! nggak perlu bukti lagi, ini sudah bukti nyata Anak saya sedang mengalami ketidak senonohan dari Abiyasa, dan Abiyasa harus bertanggung jawab dengan menikahinya dan membatalkan pernikahan dengan calon istrinya tersebut, masih ada kok waktu untuk mengurusnya lagi "ucapnya masih dengan perkataannya sendiri yang mengharuskan Biyas bertanggung jawab dan di anggukan oleh Mela


"Tidak bisa begitu Diana!" Ucap Anisha.


" Anak ku tidak salah," ucapnya lagi.


" Eh tante Diana! hidup itu sederhana seperti menggoreng ikan,prosesnya gampang kok, goreng, angkat lalu tiriskan. jangan tante bikin rumit seperti ini, jangan tante membikin hidup itu menjadi sulit, yang tidak mungkin Tante capai, tante ingin memungkinkannya mencapai itu, ini kan keluarga yang kata tante belasan turunan pun tidak akan pernah habis kekayaannya,dan otomatis semua ini pasti ada buktinya" ucap Clarissa lagi.


" Oh ya tante Anisha di sini kan ada CCTV nya, di balkon kamarnya Abiyasa kan sudah lama tuh di pasang CCTV nya,kita liat aja tuh rekamannya, biar kita tahu siapa sebenarnya yang salah, apakah Abiyasa yang duluan mau mencium bebek busuk ini, atau si bebek busuk ini yang mau mencium Abiyasa, kita lihat aja di situ, siapa sih yang salah" ucap Morgan lagi angkat suara .


" Nah mantap tuh!, itu yang aku maksud,gimana tante diana, siap nggak lihat rekamannya" ucap Clarissa lagi menatap tante Diana.


"Oke Risa, siap! Aku akan mengambil rekaman CCTV nya itu" ucap Morgan.


Kemudian Morgan berjalan menuju ke arah ruangan di mana khusus rekaman pemantau CCTV bersama dengan Almira,untuk mengambil khusus rekaman CCTV di balkon kamar Abiyasa.


Mela akhirnya langsung menghentikan tangisannya dan menghapus air matanya.


"Ayo mami kita pulang saja,dari pada di sini,kita pulang aja aku tidak mau tinggal di sini,aku tidak mau lagi berada di sini," ucapnya


" Eh,katak kurang air, Kamu mau ke mana? kita mau lihat dulu filmnya, film ini jarang-jarang lho di putar di bioskop,baru aja mau luncur tuh filmnya, ditonton dong dulu" ucap Clarissa menaik turunkan alisnya kepada Mela yang terlihat mulai gugup.


Wajah Mela mulai pucat.


" Makanya kalau mau berbuat jangan tanggung tanggung! Mau cium segala,pas ketahuan eh malah minta kawini, kalau sudah mau ketahuan belang aslinya kamu sendiri kan yang tidak terima,rasain sendiri akibatnya" ucap Clarissa sambil tersenyum sinis kepada kedua orang yang ada di hadapannya.


Nayra mendekati mamah Anisha.


"Tante Anisa maafin Kak Diana ya," ucap Nayra Seraya mendekati Mamah Anisha,dan Nayra duduk di samping mamah Anisha,Clarissa berdiri mempersilahkan Nayra duduk di samping mamah Anisha,mamah Anisha langsung memeluk Nayra dan menganggukkan kepalanya.


"Kenapa dimaafkan tante, kalau kita memaafkan kesalahan orang seperti ini, dia akan selalu berbuat salah" ucap Arvin.


" Hey...!! tutup mulut mu,siapa yang salah! yang salah itu adalah Abiyasa, aku tidak perlu bukti dari apapun,anak ku tidak salah, aku tidak akan minta maaf!Nayra! Apa apa an kamu minta maaf segala, Mela nggak salah Nayra" ucap nya bersuara lantang.


" Tante!! CCTV itu tidak bisa di bohongin tidak ada yang bisa lari dari rekamana itu kalau sudah terekam,terkecuali Mela saat berbuat masalah itu sadar akan adanya CCTV, kalau CCTV tidak bisa membuktikan kesalahan anak tante, berarti Tante lah yang menghapus rekaman CCTV itu!! ucap Clarissa kalah lantangnya berbicara pada kedua makhluk manusia yang tetap aja mengelak akan kesalahannya.


Mela dan tante Diana langsung terkejut dan menatap Clarissa yang sangat marah itu pada mereka.


" CCTV di lawan! Dasar orang hutan nggak percaya dengan bukti!" Gerutunya.