THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 307



" Selamat malam..." Sapa salah satu dari lelaki tersebut.


" Iya...selamat malam, maaf ada keperluan apa ya?" Tanya Abi Yosep.


" Apakah ini tempat kediaman pak Yosep pensiunan polisi?" Tanya salah satu tamunya Abi Yosep.


Abi Yosep pun terkejut mendengar salah satu dari dua orang lelaki yang ada dihadapannya tersebut mengetahui statusnya dalam pekerjaan.


" Oh iya, kebetulan saya sendiri yang bernama Yosep, silahkan masuk aja kita bicara didalam..." Ajak Abi Yosep mempersilahkan kedua tamunya tersebut.


Kedua tamunya tersenyum dan menganggukkan kepalanya sembari mengikuti langkah Abi Yosep memasuki rumahnya dan melangkah menuju kearah yang lainnya berada diruang tengah rumah tersebut.


" Silahkan duduk,. Maaf tidak menghunakan sofa karena kami baru saja menggelar acara tiga harian keluarga kami yang terlebih dahulu meninggalkan kami, tepatnya saudara kandung saya." Ucap Abi Yosep dan tamunya itu pun saling pandang kemudian tersenyum dan duduk diantara mereka semua, mereka yang terlebih dahulu berada diruang tengah itu hanya menatap lekat kearah kedua tamunya Abi Yosep yang baru saja datang, mereka juga tidak mengetahui siapa mereka sebenarnya karena mereka semua baru saja melihat dan mengenal kedua orang tersebut, berbagai macam pertanyaan dikepala mereka masing-masing tentang kedua orang lelaki yang ada dihadapan mereka sekarang ini.


Nampak salah satu dari mereka berdua yang terlihat lebih tampan dari temannya itu sedang menundukkan kepalanya dan terlihat juga terdiam.


" Maaf, Anda berdua ini dari mana ya? Oh maaf juga saya panggilnya Anda, karena saya tidak tahu harus panggil apa, kalu dipanggil bapak tapi terlihat muda dan kalau saya panggil Anda karena saya tidak tahu nama kalian berdua..." terang papah Boby sembari terkekeh.


Salah satu dari tamunya pun ikut terkekeh.


" Kami berusia belum setengah abat pak..." jawab salah satu dari mereka berdua.


Papah Boby menganggukkan kepalanya sembari tersenyum begitu juga yang lain ikutan tersenyum tapi masih dengan posisi yang penasaran tentang kedua cowok tersebut.


" Siapa mereka berdua ini, terlihat sih sebanarnya usianya tidak jauh dari Reno, dan berkisaran setahun dua tahun dari kakanya Reno si Bella, apa ada hubungannya dengan Bella ya? " gumam batin Abi Yosep seraya menatap kearah kedua cowok tersebut.


" Oh..ya kami sampai lupa memperkenalkan diri kami pada kalian semua." ucap salah satu dari lelaki tersebut, sedangkan salah satu dari mereka masih dengan posisinya yang menunduk dan terlihat ada yang dipikirkannya dan dia masih bersikap dingin tanpa suara setelah Abi Yosep mengatakan kalau kakak dari Abi Yosep sudah pergi untuk selama-lamanya.


" Nah,,,itu yang ingin kami dengar dari tadi..." sambung Ayah Candra.


" Maaf sebelumnya..kami berbicaranya bergatian karena kami disini semua adalah keluarga tepatnya saudara dari pak Yosep ini, jadi jangan ragu untuk memperkenalkan diri kalian, keperluan kalian datang kerumah ini, dan mau mencari siapa, silahkan saja kalian berdua katakan, biar kami bisa mengetahuinya." ucap Papah Andre.


Dianggukkan mereka semua yang ada diruangan tersebut.


" Iya pak, kami mengerti." ucapnya sembari tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan beberapa kali.


" Kami berdua ini adalah kakak beradik, saya William dan ini Delbert, saya bekerja di kantor WD group yang beroperasi dibidang properti, dan Adik saya ini bekerja di perusahaan yang ada diluar negeri dalam bidang yang sama." ucap William.


Abiyasa,mengetahui perusahaan itu pemiliknya bernama William Akbar, tapi dia tidak mau menanyakannya langsung pada tamu Abi Yosep tersebut, apakah dia ini bernama William Akbar atau hanya William saja,lagi pula dia juga belum pernah melihat pemilik perusahaan tersebut.


Mendengar ucapan William Marco langsung brosing tentang nama perusahaa yang disebutkan oleh William itu, dia terkejut melihat nama perusahaan itu.


" Baiklah William, jelaskan sekarang keinginan kalian datang kesini?" tanya Papah Andre.


" Maaf sebelumnya saya mau tanya boleh,,?" tanya Marco


" Boleh,,," jawab William.


" Maaf nih pertanyaannya soal pekerjaan..." ucapnya.


" Silahkan ..." ucap William,dengan tenangnya.


" Dikantor WD group menjabat sebagai apa?" tanya Marco sembari tersenyum, dia memang sengaja bertanya seperti itu dia ingin melihat reaksi dari William, Marco tahu sebenarnya William adalah pemilik tunggal perusahaan WD group tersebut, dan Adiknya memiliki perusahaan yang terbesar diluar negeri dengan nama DW grop yang diambil dari nama mereka berdua, kedua kakak beradik tersebut memang sukses dalam merintis usaha tersebut sampai sekarang berkembang dengan pesat, mereka berdua sudah menjadi yatim piatu sejak usia muda, dan sekarang William sudah mempunyai seorang istri dan dua orang anak, sedangkan Delbert masih berstatus lajang.


Dengan senyumannya William menjawab dengan kerendahan hatinya dan tidak ada rasa keterkejutannya mendapatkan pertanyaan dari Marco.


" Saya sebagai karyawan biasa saja." ucapnya.


Marco tersenyum, dia tidak ingin lebih jauh lagi bertanya dengan tamu Abi Yosep tersebut, sebelum mengetahui kedatangan mereka itu untuk apa.


" Tidak masalah,mau karyawan biasa,ataupun Bos sekalipun juga tidak apa-apa selagi masih dijalan yang benar." Ucap Ayah Candra dianggukkan Marco dan yang lainnya sembari tersenyum.


William pun tersenyum santai sembari mengangguk.


" Kedatangan kami kesini ingin bertemu dengan Bella..." ucap William.


" Bella?" tanya Abi Yosep terkejut, karena dia tidak pernah melihat keponakannya itu berhubungn dengan lelaki secara langsung setelah perceraian dengan suaminya terdahulu, Abi Yosep mengira Bella menikmati kesendiriannya selama ini.


" Maaf, ada hubungan apa kamu dengan Bella keponakan kami.?" tanya Ayah Candra.


" Bukan kakak saya yang ada hubungan dengan Bella, tapi saya yang ada hubungan dengannya." ucap Delbert memulai bicaranya, seraya mengeluarkan gawainya dan memberikannya pada Ayah Candra dimana dilayar gawai tersebut ada fhoto Bella yang menjadi wallpaper gawainya Delbert.


" Iya ini Bella kita Yos, Ndre, Bob..." ucap Ayah Candra memberikan gawai Delbert kemereka yang disebutnya itu.


" Bagaimana kalian bisa kenal?" tanya papah Boby.


" Awalnya saya salah sambung nomer gawai, saya terus berbicara membahas pekerjaan, dan saya tidak menghiraukan ucapan Bella kala itu kalau saya salah sambung dan bukan dia yang saya maksud,Bella kemudian mematikan gawainya dan saya terus menghubunginya dan terus juga dia mematikannya, lalu saya kirimkan email saya padanya agar dia bisa mengirimkan semua kabar tentang pekerjaan yang di tugaskan padanya melalui chat pribadi, dia pun membalasnya melalui email dia dengan kata salah sambung, beberapa kali saya katakan padanya kalau dia adalah asisten saya dikantor dan dia tetap saja tidak mengakuinya, sampai akhirnya orang yang seharusnya saya hubungipun datang menemui saya, saat saya lagi bekerja,orang tersebut mengatakan semuanya karena saya tidak pernah katanya menghubunginya, dan saya baru tersadar kalau saya memang salah orang, dan berawal dari situlah kami mulai dekat dan sering bertukar cerita dan saat itu saya mulai mencari tahu dia lewat apa saja dan saya juga mengatakan padanya kalau saya menyukainya dan ingin menjadikannya istri saya dan saya siap datang ketanah Air melamarnya, tapi sayang dia menolaknya dan dia juga mengatakan pada saya tidak akan pernah menemui saya, saat itulah saya megatakan pada kakak saya kalau saya sudah ingin mengakhiri masa lajang saya dan sudah menemukan wanita pilihan saya,dan Akhirnya kakak saya pun megetahui tempat tinggal Bella disini." terang Delbert seraya mengusap wajahnya dengan pelan dan menyandarkan tubuhnya ditembok rumah Abi Yosep.


" Hmmm...hobi ya orang ketemu jodoh salah sambung..." ucap Morgan terkekeh pelan.


" Iya sih...kaya Alena..." ucap Abiyasa tersenyum dan dianggukkan Arvin.