THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 84



" Ris.." panggil Arvin.


" Ya, "


" Siapa sih ejen kamu itu, kenapa kamu nggak kasih tau sih siapa dia ke kami ini ?" Tanya Arvin.


" Ntar aja aku kasih tau siapa dia,ntar kalian tahu juga kok siapa dia" ucap nya tersenyum.


" Oke lah kalau begitu" ucap Arvin tersenyum.


" Ntar sehabis sholat dzuhur dan santap siang,kita berdua Ris langsung ke gudang utama " ucap Abiyasa.


" Siap Bos.."


Setelah kesepakatan di terima oleh keempat sahabat tersebut, mereka pun langsung menjalankan rencana yang sudah mereka susun dengan rapi, Arvin dan Morgan pun kembali kekantor dan Clarissa juga kembali lagi keruangan nya.


*****


Setelah para sahabatnya berlalu darinya Abiyasa menarik nafas nya dengan berat dan melepaskannya dengan pelan.


" Kenapa Misel sampai berbuat seperti ini, aku jadi kasihan dengan dia karena kemarahannya mengendalikan semua pikirannya" gumamnya.


Tiba tiba dia ingat istrinya dan langsung dia mengambil gawai nya dan menghubungi Ayesha.


Beberapa saat tidak di jawab Abiyasa dan walaupun sudah tersambung.


" Kemana istriku?" Ucapnya seraya menghubunginya melalui sambungan telpon rumahnya.


" Hallo...." Akhirnya di jawab juga oleh istrinya.


" Ya Hallo sayang... Assalamualaikum.." ucap Abiyasa.


" Waalaikumsalam mas..." Jawabnya.


" Kenapa gawaimu nggak di angkat sayang mas hubungi..?" Tanya Abiyasa.


" Yesha diruang tamu mas sama nenek,gawainya ada di kamar, maaf ya mas,Yesha charger gawainya " jawabnya.


" Iya sayang nggak apa apa, mas cuma nanya aja,kalau kamu ada di rumah ya nggak apa apa, ya udah kalau gitu mas lanjut kerja ya"


" Iya mas,.."


" Assalamualaikum.."


" Wa'alaikumussalam " ucap Ayesha heran dengan suaminya karena nelpon cuma menanyai dirinya ada di mana,dia hanya tersenyum dan geleng geleng kepalanya seraya menatap gagang telpon yang ada di tangan nya tersebut,kemudian dia meletakkan gagang telpon di tempatnya.


" Mas Abiyasa aneh deh,ah..." Ucapnya pelan tersenyum.


" Alhamdulillah,istriku berada di rumah, dan aku akan telpon sopir adik adik ku" ucapnya seraya mencari nomer telpon sopir pribadi Almira.


Sedangkan di rumah kediaman Misel yang baru,dia dan Sugeng langsung menyusun rencana yang akan di lancarkan aksinya nanti malam.


" Gimana sayang? Sudah kamu atur semua langkah selanjutnya?" Tanya Misel.


" Tenang aja sayang, sudah aku bereskan semuanya,dari dokumen dan tiket keberangkatan kita sudah selesai semua dan kita akan hidup bersama di kota mu" ucap Sugeng merasa senang.


" Maksud kamu..?"


Sugeng menatap kearah Misel.


" Ya maksud aku kita pergi sama sama kekota kamu,dan hidup bahagia." Ucapnya tersenyum.


Misel terdiam dan mendengus kesal.


" Aku tidak ingin hidup dengan mu ! Aku bersama kamu hanya ingin melancarkan aksiku saja membalaskan dendam ku pada Abiyasa,aku tidak suka padamu, apa lagi kamu terlalu lemot dalam urusan ranjang! Aku muak dengan mu!!" Gumamnya seraya menatap kearah Sugeng.


Sugeng tidak mengetahui kalau sebenarnya dia hanya di manfaatkan saja oleh Misel, dia tidak mengetahui kalau misel hanya berpura pura saja mencintai nya.


Tepat jam makan siang Abiyasa keluar dan berniat makan siang di rumahnya bersama keluarganya,karena perasaan Abiyasa saat ini sangat cemas, tapi dia tidak tahu apa yang membuatnya merasa sangat cemas sekali.


Saat dia melangkah menuju arah parkiran mobilnya dia melihat seseorang yang mencurigakan,dan dia langsung mengejar nya karena seseorang itu langsung berlari kearah belakang gedung bangunan kantornya,tapi Abiyasa tidak menemukannya,dia pun kembali kearah parkiran mobilnya.


" Siapa dia?" Gumamnya dan dia pun langsung menemui security nya.


" Pak,tadi sebelum saya keluar apakah ada orang yang mau masuk kantor ini?"tanya nya pada security nya tersebut.


" Tidak ada pak, memang kenapa pak?" Tanya nya kepada Bos nya itu.


" Nggak ada apa apa pak, tolong jangan lengah ya berjaga jaganya,perhatikan siapa saja yang masuk kekantor ini jangan sampai lepas dari pengawasan bapak,dan kalau ada yang mencurigakan segera bertindak" ucapnya.


" Siap pak."


" Ya udah, saya permisi dulu, jangan lupa makan siang dan pergunakan waktu istrirahatnya dengan sebaik baik nya" ucapnya seraya menepuk pundak securitynya tersebut.


" Siap pak, laksanakan" ucapnya tersenyum seraya mengawasi mobil bos nya yang perlahan lahan meninggalkan kontornya tersebut.


Di dalam mobil Abiyasa masih bertanya tanya siapa sebenarnya laki laki itu yang sangat mencurigakan sekali,dan Abiyasa sempat sekilas melihat wajah nya.


Mobil yang di kendarai nya memasuki halaman rumahnya dan dia pun keluar dari mobilnya memasuki rumah kediaman nya tersebut.


Abiyasa terus berjalan menuju keruangan makan di mana adik dan istrinya beserta nenek Nani mau bersantap siang.


" Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam" ucap semuanya menatap kearah Abiyasa.


" Mas? Kok nggak bilang kalau mau pulang?" Tanya Ayesha seraya meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya dan Seperti biasa Abiyasa mencium pucuk kepala sang istri,Ayesha melangkah menuju kedapur untuk mengambilkan piring makan untuk suaminya, untuk bersantap siang bersama.


Setelah makan siang Abiyasa masih duduk bersantai di meja makan sambil memperhatikan anggota keluarganya yang masih melakukan makan siangnya.


Nenek Nani memperhatikan Abiyasa dan penuh pertanyaan padanya.


" Ada apa dengan Abiyasa? Kenapa dia menatap istrinya penuh kesedihan seperti itu" gumam nenek Nani.


" Ya Allah semoga tidak terjadi apa apa dengan cucu ku Abiyasa, lindungi dia selalu ya Allah" doa nenek Nani.


" Mas? Ada apa? Kenapa mas menatap Yesha seperti itu,ada apa mas?" Tanya Ayesha pada suaminya karena dia heran suaminya menatap dirinya seakan akan ada sesuatu yang mengganjal di suaminya.


" Nggak ada sayang, mas cuma ingin menatap kamu aja" ucapnya tersenyum.


Melihat istrinya selesai makan,Biyas langsung berdiri dan meraih tangan istrinya dan mengajaknya keluar rumah untuk mengantarkan dirinya berangkat kembali lagi kekantor.


" Mas berangkat lagi ya" ucapnya seraya mencium kening sang istri dan dia pun langsung memeluk istrinya sangat erat.


Lama dia memeluk istrinya serayaemejamkan matanya dan kemudian dia melepaskan pelukannya.


" Mas hati hati ya " ucapnya seraya mencium punggung tangan suaminya tersebut.


Abiyasa hanya mengangguk dan membelai pipi sang istri.


"Assalamualaikum.." ucapnya.


" Waalaikumsalam" jawab Ayesha seraya melambaikan tangan nya kepada suaminya yang memasuki mobilnya.


Setelah mobil suaminya berlalu,dia langsung mengambil gawainya dan kembali duduk di kursi teras rumahnya,dia pun langsung menghubungi Arvin.


Tak seberapa lama sambungan telpon langsung tersambung...


Mereka pun saling berbicara dan Ayesha menanyakan pada Arvin tentang sikap suaminya yang terlihat cemas, Arvin hanya bisa memberikan kesabaran pada Ayesha dan mengatakan masalah Sugeng pada nya.setelah memahami penjelasan Arvin mereka pun saling memutus sambungan telpon nya.


Dan di kantor Abiyasa,Clarissa sedang menunggu untuk berangkat kegedung utama mereka.


" Hai Ris, lama ya nunggu?" Tanya Abiyasa pada Clarissa yang ada di ruangan nya tersebut.


" Nggak kok, cuma satu jam aja nunggu nya " kekeh Clarissa.


" Ya itu sama aja,lama nunggunya,ya udah ayo kita berangkat sekarang." Ucapnya mengajak Clarissa.


Mereka melangkah beriringan turun kembali kelobby di dalam lift Abiyasa menceritakan pada Clarissa tentang seorang lelaki yang sangat mencurigakan tersebut, Clarissa terkejut dan langsung menatap kearah Abiyasa.


" Kenapa kamu terlihat kaget Ris, kamu juga melihat kah dengan sosok lelaki misterius itu?" Tanya nya.


" Ah....anu...Nggak, aku nggak liat kok Biy" ucapnya langsung menyibukkan tangan nya mengutak atik kan gawainya.


Pintu lift terbuka dan langsung mereka melangkah di Lobby dan menuju kearah mobil Abiyasa yang manis terparkir rapi di tempatnya.


Dirumah...Ayesha merasa gelisah, dia pun mulai di hantui pikiran yang tidak tidak, dia menatap fhoto suaminya dan dirinya yang terpajang besar di dinding dekat kepala tempat tidurnya.


" Ya Allah, lindungi suami hamba dan lindungilah di mana dia berada saat ini, amin..." Ucapnya seraya mengusap wajahnya dengan kedua tangan nya.


Nenek Nani masuk kamarnya dan dia melihat cucu sulungnya tersebut terlihat gelisah.


" Kenapa cucu nenek gelisah sekali?" Tanyanya.


" Nenek melihat nggak kegelisahan di wajah mas Abiyasa?"


Nenek Nani mengangguk,..


" Kita berdoa saja semoga tidak terjadi apa apa pada suamimu, hanya Allah yang bisa melindunginya." Ucap Nenek Nani berusaha menenangkan Ayesha cucunya tersebut.


Mobil yang di kendarai Abiyasa dan Clarissa melaju menuju jalan ponegoro di mana letak gudang utama milik perusahaan Wibawa group berada, Clarissa melihat kearah Abiyasa ada keanehan di sana.


" Biy..." Panggil Clarissa.


" Ya, ada apa Ris" jawabnya tapi tak sedikitpun dia menoleh kearah Clarissa.


" Kamu kenapa Biy? Kok terlihat sedih kaya gitu?"


" Eh...anu ...Ngak kok, aku biasa aja, kamu kali yang salah lihat" ucapnya tersenyum.


Clarissa terdiam,..


" Kenapa dengan Biyas ya, kelihatannya dia gelisah dan sedih,apa mungkin mikirin Misel ya " gumamnya.


" Biy, apakah kamu mikirin Misel kah?" Tanya Risa lagi.


" Misel? Aku pikirin? ya nggak lah Ris, buat apa aku mikirin dia,"


" Jadi apa yang kamu pikirin Biy? Terlihat jelas kok kamu terlihat cemas dan sedih, kaya ada apa apanya gitu"


Terdengar Abiyasa menarik nafas beratnya.


" Aku mikirin istriku dan Adik adik ku, kalau seandainya terjadi apa apa padaku, siapa yang bisa jaga mereka,sedangkan kedua orang tua ku jauh di sana"


Clarissa terkejut mendengar Abiyasa berkata seperti itu.


" Biy, kita ini mau nangkap orang bukan mau perang Biy, " ucapnya


" Iya Ris, kita memang mau nangkap Orang, tapi orang yang mau kita tangkap ini sangat nekat, apa pun akan di lakukannya agar dia bisa merasa puas dengan balas dendamnya dan dia pun harus bisa mendapatkan target utamanya bagaimanapun caranya, makanya aku kepikiran target Misel kan aku, apa pun bisa terjadi kalau kita sampai lengah" ucap Abiyasa.


Clarissa diam dan dia tampak berpikir keras untuk terus mengawasi Misel.


Mobil yang di kendarai mereka memasuki halaman gudang mereka berdua langsung turun dan memasuki gudang bersama sama.


BERSAMBUNG...