
" kalau masalah rumah ini kayanya kita sulit banget untuk memasukinya karena sudah terjaga dengan ketat,dan sepertinya tidak akan mudah masuk kedalam,jangan kan kita manusia, semut pun nggak bisa masuk" ucap salah satu predator suruhan sugeng.
" Iya sepertinya memang sudah lama di jaga" sambung yang lain.
". Ya udah kalau gitu kita lanjut laporkan dulu pengintai kita ini pada Bos"
Yang lain hanya bisa mengangguk saja.
Kemudian mobil melaju meninggalkan depan rumah kediaman Abiyasa.
Sedangkan dua orang yang di tugaskan untuk mengintai rumah Clarissa pun melajukan motornya untuk bertemu dengan bos mereka dan melaporkan hasil pengintaiannya, karena rumah bos nya tidak terlalu jauh dari rumah Clarissa jadi memudahkan orang suruhan Sugeng itu sampai di tempat kediaman Bos nya yang baru.
Mereka berkumpul dan membicarakan kembali rencana yang sudah di susun dengan rapi untuk membuat Abiyasa bangkrut dan mengalami kekalahan.
" Bagaimana dengan pengintaian gudang utama, rumah Abiyasa dan Clarissa?" Tanya Sugeng pada kelima predator suruhan dia.
" Maaf bos,kami sepertinya tidak bisa memasuki rumah Pak Abiyasa, karena penjagaan sangat ketat dan tidak bisa memungkinkan kami kami ini masuk dengan leluasa" ucapnya.
" Sepertinya mereka sudah mengetahui kalau kita akan membalas dendam" ucap Sugeng.
" Tidak mungkin mereka tahu.." ucap Misel.
" Singa betina itu kan pernah bilang padaku, biarpun aku di bebaskan dari kesalahan mereka tapi aku tidak bisa berkutik,karena aku ini sudah di awasi" ucapnya.
" Tapi selama ini kamu merasa nggak di awasi oleh orang lain?" Tanya Misel.
" Nggak! Aku merasa enjoy enjoy aja dan tidak merasa di awasi oleh siapa pun" jawabnya.
" Tapi.bos, kalau soal gudang utama sepertinya tidak di jaga terlalu ketat karena kami lihat gudang itu biasa aja dan hanya ada dua security nya saja yang menjaga, jadi memudah kami masuk dengan segera." Ucap salah satu predator mereka.
" Apakah yang kamu katakan itu benar Ali" ucap Misel.
" Iya bu bos, saya yakin." Ucapnya pasti dengan kata katanya tersebut.
Dikantor Abiyasa...
Gawai Clarissa berbunyi dan langsung dia menjawab panggilan dari ejen nya tersebut.
Setelah berbicara pada ejen pilihannya itu, Clarissa langsung mengatakan pada Abiyasa kalau si Sugeng akan melancarkan Aksinya dua hari lagi tepatnya malam hari,dan kalau dia berhasil dia akan segera meninggalkan indonesia dan pergi bersama Misel keluar negeri.
Abiyasa menarik nafasnya dengan berat setelah mendengarkan kabar dari ejen Clarissa tersebut.
" Tok...Tok...Tok..." Terdengar tiga kali ketukan di pintu ruangan Abiyasa.
" Masuk"
Pintu terbuka dan masuk lah Arvin sambil tersenyum.
" Ish...dasar bekantan! kirain siapa? Tumben pakai ketuk pintu segala biasanya masuk aja nyelonang" ucap Clarissa.
" Biar aku bakantan tapi aku di lindungi sayang..." Kekeh Arvin seraya mencoel dagu Clarissa.
" Ish...!! " Ucap Clarissa seraya menggosok gosok kan tangannya di dagunya sambil mendelik kearah Arvin.
Arvin langsung menghenyak kan tubuhnya di samping Abiyasa.
" Siapa pemilik mobil tersebut?"
" Mobil yang bernopol XXXX itu tidak terdaftar sepertinya mobil itu memang sengaja di palsukan plat nya,dan orang yang ada di dalam fhoto tersebut tidak di ketahui siapa dia,dan dia pun tidak ada di daftar hitam catatan kepolisian" ucap Arvin.
" Mobil? Nopol? Fhoto,?coba aku lihat?" Tanya Clarissa
Arvin memberikan gawainya pada Clarissa,dia memperhatikan orang yang ada di dalam fhoto tersebut.
" Hah!!dia ini kan?" Ucap Clarissa dengan ekspresi nya yang sangat mengejutkan kedua sahabatnya itu.