
Di Kanada...
Setelah mendapat chat dan telpon dari sang anak tercinta yang mengabarkan kalau mereka ditanah air baik baik saja,Bunda Adel merasa lega dan terlihat jelas kalau wajah nya berseri seri sampai sang suami menatap nya keheranan.
" Wahai istriku yang cantik,ada apa gerangan yang membuat wajah mu berseri seri begitu,sampai suami mu ini merasa keheranan " ucap ayah Candra seraya merangkul istrinya yang terlihat bahagia.
" Wahai suamiku aku lagi hamil... Hahahaha..." Sahut Papah Boby yang berada di belakang mereka sembari tertawa lebar menggoda kehangatan dan keromantisan sepasang suami istri yang ada di depannya tersebut.
Mereka langsung menoleh kearah belakang,dan melihat wajah papah Boby yang sedang memainkan kedua alis matanya naik turun.
" Semprul..." Ucap ayah Candra seraya melemparkan handuk yang ada di lehernya kearah papah Boby.
Papah Boby tertawa lebar,seraya mengambil handuk yang di lempar oleh Ayah Candra padanya.
" Di Amin kan napa Ndra, biar nambah satu personil lagi adiknya Arvin dan Alena." ucap papah Boby tersenyum seraya duduk di sofa di ikuti dengan Ayah Candra dan Bunda Adel duduk di sofa seraya tersenyum.
" Amin, tapi untuk kamu ya, biar kamu nambah lagi juga hehehehe..." kekeh Ayah Chandra.
" Biar kita menyaingi si Andre, dia yang unggul punya anak tiga, nah kalau kita sama sama dua, nambah lagi kan nggak apa apa dong..." ucap Papah Boby terkekeh.
" Hmmmm, benar juga ya kata mu Bob,mumpung di luar tanah air dan hawa dingin sangat mendukung banget nih. " ucap Ayah Candra seraya melirik mesra sang istri.
" Iiihhh... apa apa an sih mas, bang Boby lagi ah ngompor ngomporin segala sih, senang mas candra kalau ada dukungan seperti itu..." ucap Bunda Adel merengut.
Ayah Candra dan Papah Boby tertawa lepas...
" Hahahahahaha...."
" Ada apa ini, asyik banget " ucap Papah Andre dan Mamah Anisha yang baru saja keluar dari kamarnya menuju kearah mereka yang duduk di sofa.
Sedangkan Mamah Lala lagi menelpon anak bungsunya di teras luar.
" Lagi ngomongi yang mau nambah anak dan ada yang lagi hamil " ucap Ayah candra tersenyum lebar sembari melirik kearah papah Boby, dan yang di lirik hanya senyum senyum saja, karena dia tidak tahu kalau yang dimaksud Ayah Candra adalah dirinya.
" Wah bagus dong ! itu namanya kabar baik, banyak anak kan banyak rejeki setiap anak ada rejekinya masing masing." ucap Papah Andre merasa senang, sambil menatap kearah papah Boby.
" Ada apa kamu Ndre liat liat aku? memang ada yang aneh ya dengan ku " ucapnya cengengesan.
Papah Andre hanya tersenyum manis pada papah Boby.
Kemudian Mamah Lala masuk kedalam dan saat dia mau duduk di samping suaminya, Papah Andre langsung memberikan selamat pada mamah Lala.
" Selamat ya La..." ucap Papah Andre
" Selamat untuk apa? " tanya mamah Lala merasa heran seraya duduk di samping suaminya dan menatap suaminya dan semua sahabatnya secara bergantian.
" Iya nih, ada apa Ndre, kenapa ayang mbeb ku di kasih selamat." ujarnya menatap Papah Andre.
" Yah, kan kamu mau nambah anak, dan Lala kan lagi hamil, nggak salah dong kami ngasih selamat, lagian kamu nggak bilang sih kalau kamu lagi dapat rejeki momongan lagi. " ucap papah Andre tersenyum bahagia.
" Iya La, selamat ya karena kamu mau nambah anak lagi, dan selamat atas kehamilan kamu La,," ucap Mamah Anisha.
Mamah Lala dan papah Boby saling pandang dan langsung sama sama menepuk jidat nya masing masing seraya menyandarkan kepala mereka di sandaran sofa.
" Ya sallam, " ucap Papah Boby menoleh kearah Ayah Candra,dia baru sadar yang di omongkan Ayah Candra tadi pada Papah Andre adalah dirinya, dan secepat kilat dia merangkul Ayah Candra,karena kaget Ayah candra mengucapkan salam dan semua orang yang ada di situ menjawab salam Ayah Candra, dengan rangkulannya yang kuat,dan Papah Boby menciumi Ayah Candra bertubi tubi, Ayah Candra tidak bisa bergerak dia hanya bisa berteriak minta tolong pada Papah Andre untuk melepaskan rangkulan papah Boby, Papah Andre hanya tertawa di ikuti oleh istri istri mereka yang hanya bisa tertawa lebar menyaksikan ulah Papah Boby dan Ayah Candra.
" Rasakan... mau lagi kah pak polisi rangkulan maut ku membawa berkah hehehe..." ucap Papah Boby setelah melepaskan rangkulannya pada Ayah Candra.
" Ihhh...ogah !ntar lama lama kalau aku di rangkul kamu terus, ntar aku hamil lagi heheheh" ucapnya terkekeh. Mendengar ucapan Ayah Candra yang lain pun tertawa lepas mendengar candaan mereka berdua di pagi hari.
" Makanya kalau ngomong jangan asal nuduh, kamu kan yang akan nambah anak, lagian nih Ndre pagi pagi mereka berdua belum sarapan udah mesra mesraan lagi di depan mata ku, ya jadi ternoda dong aku nya, kalian tahu kan aku ini masih labil dan masih di bawah umur heheheh" ucap papah Boby tersenyum sok imutnya,
" Bugh..." langsung saja wajah Papah Boby jadi landasan bantalan kursi dari Ayah Candra.
" Aww...! kurang mas Candra tambahin lagi..." ucapnya bersuara ala ala wanita jadi jadian.
" Dasar belalang sembah ! lama lama aku takut juga sama kamu Bob, makin kesini makin menguji keimanan ku untuk menggantung kamu di pohon pisang kepok " ujar nya tertawa.
" Hahahahaha..." ucap papah Boby tertawa lepas.
" Udah Udah ayo kita sarapan dulu setelah itu kita langsung kerumah sakit dan menanyakan perkembangan Yosep sampai di mana." ajak Papah Andre pada mereka semua.
mereka semua melangkah menuju keruang makan dan menikmati makan mereka bersama sama.
*****
Di tanah air...
Dirumah sakit, keadaan Arvin sangat membaik paska tertusuk pisau Misel dalam insiden Gudang Utama milik Wibawa Group, apalagi dengan kehadiran sang kekasih yang selalu menemani nya membuat sakit yang di deritanya cepat sekali berangsur membaik.
Tiba waktu nya pulang dari rumah sakit, padahal Anindita melarang Arvin pulang tapi Arvin tetap ingin pulang, Anindita mengijinkan Arvin pulang dengan catatan Arvin tinggal di rumah mereka,agar Anindita bisa melihat langsung perkembangan luka Arvin paska operasi.Arvin hanya bisa mengangguk saja yang penting dia bisa pulang kerumah,dan para sahabat nya selalu ada di samping nya, dan semuanya sudah siap dari barang barang Arvin dan yang lainnya sudah di bawa oleh Morgan kedalam Mobil, setelah mengurus semuanya, walaupun Arvin keponakan dari Mamah Anisha dan sepupu dari dokter Anindita tapi Arvin tetap menunaikan kewajibannya sebagai pasien rumah sakit seperti yang lainnya, dan dia meminta pada Abiyasa untuk menyelesaikan administrasinya selama di rumah sakit. Walaupun Anindita dan Abiyasa menolak, namun Arvin tetap ingin menyelesaikan semuanya, mau tidak mau akhirnya mereka berdua mengiyakan dan menyuruh Morgan menyelesaikan semuanya.
Dengan senyum sumbringah Morgan melangkah meninggalkan mereka semua dan menyelesaikan Administrasi dari sahabatnya tersebut.
Setelah selesai mereka pun meninggalkan rumah sakit dan menuju kerumah Abiyasa karena itu adalah permintaan Anindita dan Abiyasa agar Arvin dan Alena tinggal sementara waktu di tempat nya, disamping Abiyasa ingin berkumpul dengan Arvin dan Alena dalam satu rumah.Dan memudahkan Anindita memantau kondisi Arvin tersebut.
Arvin dan Alena hanya bisa mengangguk dan tidak bisa menolak ajakan dari sahabat dan sekaligus sepupunya tersebut.
Sesampainya di rumah mereka di sambut oleh Ayesha dengan senyuman manisnya yang tersungging di wajahnya yang sangat cantik itu. Mereka memasuki rumah besar milik keluarga Wibawa tersebut.