
Beberapa hari kemudian tibalah acara pernikahan Clarissa dan Marco,dengan balutan kebaya putih dan stelan jas putih menambah kecantikan dan ketampanan Marco dan Clarissa,Mereka berdua pun duduk didepan pak penghulu, karena saat itu adalah pernikahan Anak pertamanya,Papah Boby ingin Dia yang menikahkan sang Anak.
" Apakah kamu sudah siap Marco?" tanya papah Boby.
" Siap lahir batin " ucapnya tersenyum.
" Silahkan dimulai pak Boby ijab kabulnya." ucap Abi Yosep yang tidak jauh duduknya dari papah Boby.
Papah Boby menganggukkan kepala dan tersenyum kepada ketiga sahabatnya tersebut.
Papah Boby menganggukkan kepalanya pada pak penghulu yang ada duduk disampingnya dan bapak penghulu tersebut memberikan isyarat padanya agar segera melaksanakan ijab Anaknya tersebut.
Dengan tarikan Napas akhirnya Marco mengucapkan ijab kabulnya dengan mantap dan sakral,tangis kebahagian dari kedua belah pihak pun tidak dapat ditahan disuasana itu,terutama Mama Lala yang menyaksikan Putri sulungnya sekarang sudah menjadi seorang istri,tiada henti-hentinya semuanya mengucapkan syukur dengan menyaksikan ijab tersebut.
Setelah dikatakan Sah oleh saksi kedua belah pihak langsung saja mereka mengucap syukur secara bersamaan.
Papah Boby kemudian mundur ke belakang dan duduk diantara ketiga sahabatnya tersebut, Sedangkan kedua mempelai pun menandatangani berkas yang sudah tersedia diatas meja.
Papah Boby menitikkan air matanya Melihat putri sulungnya yang sudah menjadi seorang istri dari Marco.
Ayah Chandra memberikan selamat kepada Papah Boby.
" Selamat ya Bro akhirnya terlaksana juga mempunyai seorang mantu." ucapnya.
" Selamat Mak! sekarang sudah menjadi seorang mertua." ucap Abi Yosep seraya menepuk pelan pundak sahabatnya tersebut.
" Selamat ya Bob, Aku bahagia sekali karena Clarissa sudah mendapatkan suami yang tepat." ucap Papah Andre seraya merangkul Papah Boby.
Papah Boby tak kuasa menahan Air matanya dan hanya bisa menganggukkan kepalanya.
" Astaga?! " ucap Abi Yosep.
" Kenapa?" tanya Papah Andre Dan Ayah Candra seraya menatap kearah Abi Yosep.
" Ada Air mengalir." ucapnya.
" Dimana?" ucap keduanya.
" Dimata Mak Tom Cruise hehehe." ucap Abi Yosep terkekeh.
Papah Boby terkekeh seraya menghapus Air matanya tersebut.
" Kamu Nangis Bob?" tanya Papah Andre tersenyum.
" Hehehe, Nggak Ndre cuma kemasukan binatang aja tadi." jawabnya tertawa namun Air matanya tidak bisa ditahannya lagi.
" Wow! binatangnya besar banget ya Bob, sehingga menembus pertahanan Air dimatamu." ucap Abi Yosep sembari menepuk pundak sahabatnya tersebut.
" Kamu berhak nangis Bob karena hari ini adalah hari kebahagian kita terutama kamu Bob,Air mata yang kamu keluarkan itu adalah Air mata kebahagian seorang Ayah yang sudah melepas putrinya untuk bersama orang lain,sampai disini sudah kamu menjaga Anak gadismu,sekarang Dia sudah ada yang menjaganya dan dicukupkan lahir batinnya." Ucap Papah Andre seraya tersenyum dan menghapus Air mata Papah Boby dengan kedua jari tangannya.
Abi Yosep dan Ayah Candra langsung mengangguk dan merangkul papah Boby dengan penuh kasih sayang.
Kemudian mereka dikejutkan oleh suara Mamah Anisha.
" Mas Boby " panggil Mamah Anisha.
Mereka berempat menatap kearah Mamah Anisha.
" Ada Apa Nis?" tanya Papah Boby.
" Iya sayang ada apa?" tanya Papah Andre.
" Dicari Lala tuh, Clarissa dan Marco mau sungkeman dulu dengan kedua orang tuanya." ucap Mamah Anisha.
" Oke!" ucap Papah Boby langsung berdiri dan meninggalkan tempat duduknya melangkah menuju kearah istrinya yang sedang duduk didekat kedua mempelai.
Beberapa saat setelah sungkeman Clarissa dan Morgan berganti pakaian dan dilanjutkan acara resepsi.
Rekan kerja,teman dan keluarga pun berdatangan menghadiri pernikahan mereka,tamu undangan yang terdiri dari teman-teman kantor,Anak buah kantor kedua belah pihak pun berdatangan dan memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai yang berada diatas pelaminan itu.
Senyum dan tawa bahagiapun terpancar diwajah mereka,hanya satu orang yang berada disudut ruangan yang sedari tadi duduk sendiri seraya matanya mencari-cari keberadaan seseorang yang dinantinya sedari tadi.
Siapa lagi kalau bukan si Niko yang sedari tadi mencari keberadaan Lia,karena Arvin mengatakan padanya kalau Lia hadir diacara pernikahan Clarissa.
" Dimana Dia? Aku tidak melihat kehadirannnya,kata Arvin Dia akan hadir tapi sedari tadi Aku tidak melihat wajah cantiknya." ucapnya.
Ternyata Lia berada duduk disamping ruangan tempat ganti pakaian pengantin, Dia duduk seorang diri,tiba-tiba Dia dikejutkan oleh seorang Anak kecil perempuan yang mendekatinya.
" Hai Tante cantik,apa kabar?" sapanya bersuara ciri khas seorang Anak kecil yang sangat riang sekali sembari duduk disebelah Lia yang kebetulan kursi sofa yang diduduki Lia itu sofa panjang.
" Hai! Anak manis, siapa namanya?" ucap Lia tersenyum sembari menyentuh pipi Anak tersebut.
" Aku Clara,Tante siapa?" tanyanya dengan gaya bicaranya yang menggemaskan."
" Kenalan yuk! Tante namanya Lia." ucap Lia seraya mengulurkan tangannya dan disambut Clara dengan senyuman mereka berdua berjabat tangan.
Kemudian Nenek Clara datang dan langsung menghapiri mereka berdua.
" Nadine? Clara? ngapain kalian berdua disini? Ayo kita kedepan." ucap Mama Melisa seraya duduk disemping Clara.
" Oma! ini Tante Lia" protes Clara.
Lia tersenyum lembut...
" Iya Tante saya Lia."
" Tapi wajah kamu kaya Nadine."
" Saya kembarannya Nadine Tante."
" Apa? Nadine kembar? oalah! Tante malah nggak tahu kalau Nadine kembar" ucapnya seraya tersenyum sembari menepuk jidadnya sendiri.
" Sudah berkeluarga?"
Lia terkejut mendapatkan pertanyaan seperi itu,tapi Dia mampu menutupi keterkejutannya itu,Dia tersenyum.
" Saya sudah punya Anak satu Tante seorang Anak laki-laki berusia delapan tahun,dan ..." Lia menggantung kalimatnya.
" Dan kenapa Nak?"
" Nggak apa-apa Tante." ucapnya tersenyum.
Mamah Melisa tersenyum dan langsung menyentuh pelan pundak Lia.
" Tante mengerti,yang sabar ya,Hmmm...kalau gitu Tante kedepan dulu ya." ucapnya tersenyum ramah pada Lia,kemudian Dia langsung menggendong Clara dan membawanya berjalan kearah depan untuk menyaksikan acara yang lain.
Lia menatap kepergian mereka berdua,Lia langsung mengusap wajahnya dengan kasar.
" Aku bingung kalau orang bertanya apakah Aku sudah berkeluarga atau belum?Aku tidak tahu harus menjawab apa?" ucapnya pelan,terlihat rasa kesedihan diwajahnya.
Niko kemudian menghampiri meja keluarganya Dia langsung menghentakkan tubuhnya dikursi duduknya disamping Arvin.
" Kamu bohong Vin,mana ada Dia datang!" bisik Niko pada Arvin.
" Ada kok Bang,dibelakang tadi Aku liat, Dia duduk sendirian." ucap Arvin.
" Apa Duduk sendirian?!" ucapnya setengah berteriak terkejut,membuat yang ada duduk dimeja itu menatap kearah Niko.
" Siapa yang duduk sendirian? kamu kan ada disini duduk sama-sama dengan kami." ucap Papah Andre.
" Enggak Om, hehehe..." kekeh Niko.
" Beneran Vin?"
" Iya,tanya aja sama Abiyasa,ya kan Biy." ucap Arvin seraya menyenggol Abiyasa yang duduk disamping kanannya.
Abiyasa yang tidak paham apa yang dimaksud Arvin langsung aja menganggukkan kepalanya.
" Eh,iya Bang." ucapnya.
" Ya sudah Aku akan temui Dia dulu." Ucapnya terlihat senang.
" Nah Gitu dong."
Saat Niko beranjak dari duduknya,Mamah Melisa menegurkannya.
" Mau kemana kamu Niko?"
" Niko mau menemui seseorang dulu Mah."
" Cewek apa Cowok yang mau ditemui?"
" Cewek Mah.!" ucap Niko.
" Niko! Mamah tidak suka kamu menemui cewek! karena Mamah sudah ada calon untukmu! lebih baik Mamah yang nyarikan calon buatmu dari pada kamu nyari sendiri! kalau kamu nyari sendiri nantinya seperti yang dulu,hanya derita yang kamu rasakan, Mamah tidak mau terjadi lagi Niko! cukup Kakakmu yang menderita jangan lagi kamu!" ucap Mamah Melisa,Niko hanya terdiam dan Dia hanya mengangguk saja dan duduk kembali dikursinya Dia mengusap wajahnya dengan kasar,dan Dia berdiri kembali.
" Niko!" ucap Mamah Melisa.
" Niko Mau ngambil minum Mah." ucapnya berlalu dari hadapan Mamahnya dan yang lainnya.
Papah Andre dan yang lainnya menatap kearah Mama Melisa dengan tatapan heran.
" Dek! kenapa kamu seperti itu? kasian Niko! Dia berhak bahagia Dek! lagipula sudah lama juga perpisahan Dia dengan Istrinya jadi wajar Dia mau mencari yang lain, Dia menemui wanita itu siapa tahu temannya atau sahabatnya." ucap Papah Andre.
" Maafkan Mel Kak,bukannya Mel nggak setuju dengan pilihannya tapi Mel inginkan kebahagian dari Anak-Anak Mel kak, Dia sudah merasa hancur dalam rumah tangganya,jadi Dia harus selektif dalam memilih,karena Dia yang menjalaninya Kak." ucap Mama Melisa.
" Kata kamu kamu ada pilihan wanita yang tepat untuknya,siapa?" tanya papah Andre.
" Ada kak, Mel merasa Wanita itu cocok dengan Niko."
" Tapi apakah kamu sudah tahu seluk beluknya?" tanya Ayah Candra.
" Hmmm, Nanti Mel akan ceritakan semuanya Kak." ucap Melisa.
" Kakak juga ada yang ingin Kakak bicarakan dengan mu Dek." ucap Papah Andre.
" Tentang apa itu Kak?"
" Nanti aja dirumah."
Melisa hanya mengangguk saja,padahal dihatinya sangat penasaran perihal apa yang akan dibicarakan oleh Kakaknya itu,tapi Mamah Melisa memilih Diam dan menikmati kembali acara pernikahan Clarissa dan Marco.