
Sesampainya dirumah sakit Abiyasa langsung disambut petugas kamar bersalin dan langsung ditangani sama dokter Ahli kandungan.
Abiyasa diperbolehkan masuk menemani sang istri, karena sudah waktunya melahirkan, Ayesha dibantu dengan dokter kandungan, beberapa suster dan dua orang bidan terbaik yang ada dirumah sakit tersebut membantu persalinan Ayesha, dengan rasa kecemasan dan kekhawatiran pada sang istri, Abiyasa membacakan surah-sudah pendek dan didengarkan ditelinga sang istri.
" Sayang... kamu kuat, kamu hebat." Ucapnya sembari mencium kening istrinya tersebut.
" Ya Allah, kuatkan istri hamba dan selamatkan Anak dan istri hamba ya Allah, lancarkanlah persalinannya." Ucap Abiyasa sembari mengusap Air mata Ayesha yang jatuh diujung matanya, walaupun dia menahan rasa sakit perjuangan untuk menjadi seorang ibu seutuhnya itu dia tetap senyum dan selalu terucap kata-kata indah dari mulutnya, kalimat sholawat dan istighfar terus terucap dibibirnya. beberapa saat kemudian Ayesha mengikuti panduan dari dokter tersebut dan Alhasil Abiyasa junior hadir kedunia, terdengar tangisannya yang memecahkan ruangan tersebut membuat Abiyasa dan Ayesha bahagia dan tersenyum, Abiyasa tak henti-hentinya bersyukur pada yang kuasa akan kehadiran buah hati cinta mereka berdua.
" Terimakasih sayang...kamu sudah memberikan hadiah yang terindah pada Mas, kita akan sama-sama membesarkan, menjaga dan merawatnya sampai besar.." Ucap Abiyasa sembari mencium wajah sang istri.
" In sya Allah sayang..." Ucap Ayesha tersenyum bahagia.
Sedangkan diacara mereka tetap berlangsung, tidak ada satu pun yang mengetahui kalau Ayesha sudah melahirkan, sampai ketiga sahabatnya itu menyadari kalau bangku Abiyasa itu kosong.
" Biy bulan madu mereka kema...na? Lho Abiyasa kemana?" Tanya Morgan sembari menengok kiri dan kanan.
" Heh Vin, liat dikantong mu ada Abiyasa nggak?" Tanya Morgan sembari melempar Arvin dengan biji kacang yang ada diatas meja tempat mereka duduk.
" Emang Biyas kurcaci apa, mana ada dikantong ku Biyas."
" Lho kemana Abiyasa?" Tanyanya lagi.
" Nemui Yesha kali, istrinya kan tadi diruang rias istirahat kayanya kelelahan deh " ucapnya Clarissa.
" Mungkin juga ya..."
" Eh...tapi nggak mungkin dong Biyas pergi gitu aja tanpa kasih tahu kita yang ada disini, aku jadi nggak enak deh." Sambung Clarissa lagi.
Kemudian gawai Anindita berbunyi satu chat pribadi masuk, Anindita pun langsung membukanya dan melihat chat tersebut.
Sebuah chat pribadi dari dokter kandungan yang selalu memeriksa Ayesha, Sebuah fhoto baby laki-laki yang imut dan ganteng, dengan capsion ponakan baru.
Melihat itu Anindita pun tanpa sadar berteriak hanya beberapa orang saja yang mendengarnya karena tetutup suara dari acara tersebut, dan yang jelas mendengar hanya para sahat dan suaminya mendengar teriakan Anindita.
" Aduh sayang! Ini nih acara pernikahan bukan acara lomba." Ucap Morgan.
Anindita kemudian memperlihatkan gawainya pada sang suami dan Morgan pun sama terkejutnya.
" Yes! " Ucapnya menimbulkan rasa penasaran mereka yang ada disitu.
" Ada apa sih." Ucap mereka dan langsung saja mengambil gawai Anindita, mereka pun baru menyadari kalau sekarang Abiyasa sudah memiliki seorang junior.
Merkapun langsung meninggalkan acara tersebut tanpa memberitahukan pada orang tua mereka dan mereka pergi menuju rumah sakit Wibawa.
Acara demi acara sudah terselesaikan, semua tamu sudah meninggalkan gedung tersebut, dan hanya tertinggal pihak EO nya saja dan para orang tua mereka. Semua keluarga pun berkumpul dan duduk disudut ruangan untuk melepaskan lelah membawa bahagia, mereka saling berbicara satu sama lain, dan keempat pasangan pun sudah berkumpul bersama mereka, dan mereka pun baru menyadari kalau anak dan menantu mereka tidak terlihat.
" Kemana mereka?" Tanya Ayah Candra
" Iya ya, pada kamana mereka." Lanjut Papah Andre yang kemudian mengambil gawainya dan langsung saja menghubungi Abiyasa, tapi sayang panggilan itu tidak dijawab anak sulungnya disaat sang Papah berpikir dan mencari tahu kemana sang anak berada kemudian chat pribadi masuk digawai papah Andre, papah Andre pun membukanya dan terlihatlah fhoto anak kecil yang baru saja dilahirkan dengan isi chat, " selamat pah, jadi kakek."
" Ada apa Ndre?" Tanpa Abi Yosep.
Papah Andre langsung mendekati Abi Yosep dan memeluknya,sembari mengucapkan kata 'Selamat'
" Ada apa sih Ndre? Aku jadi bingung, Selamat untuk apa?"
" Hahaahahahaha....kita jadi kakek Yos."
' Apa?! Jadi Kakek? " Ucap mereka semua dianggukkan papah Andre.
" Jadi? Menantu kita sudah melahirkan?!" Ucap mereka berbarengan, lagi-lagi papah Andre mengangguk.
Semuanya pun berdiri dan langsung mengikuti papah Andre yang menarik pelan sang istri agar segera mengikutinya menuju kearah mobil mereka dan mereka semuapun melajukan mobilnya menuju kearah rumah sakit Wibawa dimana Sang Anak dan menantu mereka berada.
Para sahabat yang sudah terlebih dahulu datang kerumah sakit itupun langsung menuju kamar bersalin dimana Ayesha melahirkan, tapi sayang mereka tidak bisa menemuinya secara langsung karena Ayesha masih ditangani.
Mereka mondar-mandir didepan ruangan bersalin tersebut, walaupun Anindita pemilik rumah sakit sekaligus derektur utamanya, tapi karena ada batas-batasan diruang bersalin itu bukan haknya untuk langsung masuk kedalam, dia juga harus mengikuti prosedur yang berlaku.
Beberapa saat kemudian pintu ruangan bersalin itupun terbuka dan Anindita langsung berdiri dan mendekati dokter ahli kandungan tersebut yang disambut dokter itu dengan senyuman yang mengembang dari wajahnya sembari berkata.
" Selamat ya dok, ponakannya laki-laki yang ganteng sekali mirip dengan papahnya." ucapnya dengan senyuman dan dianggukkan Anindita, dan kemudian Ayesha dan bayinya dipindahkan keruangan yang sudah dipersiapkan oleh suster rumah sakit dan mereka pun tersenyum mengikuri langkah suster yang membawa ranjang dorong menuju ruangan yang lebih nyaman dan aman buat Anaknya dan istrinya itu, setelah sampai diruangan tersebut Ayesha yng sudah berpindah tempat tidur itupun sudah terlihat merasa nyaman dan dengan penuh kasih sayang diapun langsung memiringkan tubuhnya dan membelai anaknya tersebut dan yang lainpun tak henti-hentinya mengucap syukur.
" Selamat ya Biy, sekarang sudah menjadi sang Papah kalian sudah menjadi pasangan yang lengkap." ucap Arvin sembari melirik sang istri yang berada disampingnya.
" Sebentar lagi in sya Allah kami akan segera menyusul ya kan sayang..." ucapnya sembari tersenyum dan Nadine pun langsung tersenyum sembari menganggukkan kepalanya dan berucap berbarengan dengan mereka semua.
" Aamiin..."
" Bukan kamu aja Vin, aku juga akan menyusul Abiyasa ya kan sayang..." ucap Morgan seraya merangkul Anindita sang istri, dan Anindita membalas rangkulan sang suami dengan pelukannya dan berkata.
" In sya Allah sayang pasti... udah tidak sabar punya baby kaya kak Biyas..." ucapnya tersenyum.
" Hooh sayang..." ucapnya dengan mimik lucunya.
" Sebaiknya kalian bulan madu aja gih, biar enak menikmati masa pengantin barunya, ya kan Biy..." ucap Clarissa menambahi.
" Iya tuh benar banget, biar cepat dapat momongannya, kalian berempat mau kemana,tinggal bilang aja ke Aku." ucap Abiyasa.
Morgan, Arvin Anindita dan Nadine saling berpandangan dan mereka pun tersenyum dan langsung menganggukkan kepalanya.
" Nah mantap itu, siapa tahu setelah kalian datang membawa kabar kalau kalian akan menyusul aku dan Abiyasa punya junior heheheh..." ucap kak Marco terkekeh...
" Okeh! baiklah dengan senang hati, bagaiman Morgan?" tanya Arvin pada sahabtnya itu yang langsung saja dianggukkan Morgan smbari tersenyum.
Kemudian pintu ruangan terbuka dan mereka pun masuk siapa lagi kalau bukan orang tua mereka yang baru saja tahu kalau menantu mereka sudah melahirkan seorang anak laki-laki yang sangat imut dan lucu sekali, satu perstu pun langsung menggendong cucu pertama mereka anak dari Abiyasa dan Ayesha, Abi Yosep dan Umi Vita sangat terharu sekali dan bersyukur karena sang anak sudah memberikan cucu untuk mereka berdua, dan mereka sangat bahagia sekali dengan kehadiran sang cucu yang sangat ganteng itu.