THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 337



Akhirnya yang ditunggu pun sudah datang, calon menantu Ayah Candra dan Abi Yosep, siapa lagi kalau bukan Smith dan Delbert.


Mereka pun saling mengucap dan membalas salam, Delbert menyalami calon mertuanya setelah diberitahukan Abi Yosep kalau pak Evan adalah orang tua kandung dari Bella, dan pak Evan pun tersenyum dan bahagia melihat sang calon menantu, kemudian mereka berbicara satu sama lain dan kemudian Delbert mohon pamit kebelakang mengikuti Bella yang ingin membuatkan makanan ringan buat mereka, berhubung Delbert datang sendiri karena sang kakak tidak bisa ikut disebabkan ada kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.


Kemudian mereka pun melanjutkan pembicaraan pada Smith.


" Smith, siapa keluarga kamu yang dikatakan sama temanmu itu.? " tanya Ayah Candra.


" Itu dia Yah, Smith juga tidak tahu siapa, dan namanya tidak pernah Smith dengar."


" Siapa namanya?" tanya Papah Andre.


" Pak Gatot Hanan..."


" Hah? siapa tadi namanya? Om kurang mendengar apa yang kamu sebutkan." ucap papah Boby sembari menatap kearah Smith.


" Pak Gatot Hanan Om." ulang Smith.


" Gatot Hanan?" ulang sabun colek saling menatap satu sama lainnya.


" Maksud kamu Gatot yang pernah kerja di Wibawa Group?" tanya papah Boby lagi.


" Saya kurang tahu Om, karena saya juga baru mengtahuinya kalau dia adalah keluarga saya, tapi..." Smith menggantung kalimatnya


" Kenapa kamu ragu mengatakannya, katakanlah ada apa, teruskan bicara mu."


" Menurut teman saya dia itu pernah tinggal beberapa tahun dihotel prodeo." ucapnya sembari menundukkan kepalanya.


Lagi-lagi mereka saling pandang mereka kemudian sama-sama teringat masa yang lalu disaat mereka memenjarakan Gatot hanan yang pernah bekerja di Wibawa group.


" Apakah kamu ada fhotonya?" tanya Papah Boby


" Ada Om " kemudian Smith mengeluarkan gawainya dan dia pun langsung memberikan gawainya pada papah Boby dan papah Boby terkejut.


" Bob...kamu jangan terkejut sendiri dong bagi-bagi dong !" ucap papah Andre


" Sini Ndre, benar ini adalah Gatot hilang selendang! yang bekerja di Wibawa Group." ucap papah Boby sembari memberikan gawai Smith pada Papah Andre yang berada didepannya duduk.


Smith yang mendengar ucapan papah Boby langsung terkejut dan menundukkan kepalanya, dan papah Andre menatap kearah Ayah Candra dan Ayah Candra hanya tersenyum melihat Papah Andre seraya memberikan kodenya pada Ayah Candra dengan melirik kearah Smith, tapi lagi-lagi hanya senyumannya yang menjawab semuanya, kemudian papah Andre pun ikut tesenyum.


" Hmmmm, Smith,,," panggil papah Boby.


" Iya om..." Jawab Smith pelan.


" Kenapa kamu sedih nak...kamu jangan sedih..." ucap papah Boby.


" Saya nggak sedih om." Ucapnya sembari tersenyum.


Smith hanya terdiam tapi dia hanya menundukkan wajahnya saja dan tak berani mengangkat wajahnya.


" Smith..." panggil papah Andre, dan Smith kemudian mengangkat wajahnya, dia merasa disidang mendadak oleh keempat orang tua yang ada didepannya itu.


" Iya Om..." ucapnya sembari menatap papah Andre dan nyaris aja tidak terdengar dari suaranya.


" Broo..jangan gitu Ach! jawabnya yang tegas dong! kamu laki, masa sih kaya aike-aike diluar sana yang nongrong dialun-alun heheheh." ucap papah Boby terkekeh disambut gelak tawa mereka yang ada diruang tengah itu.


Smith hanya tersenyum tipis setipis harapannya takut Ayah Candra berubah pikiran tidak menyukainya dan membatalkan pernikahannya dengan Alena.


" Benar apa yang dikatakan om Boby, kamu harus tegas karena kamu adalah laki-laki yang tegas, tapi tegas disini dalam artian jangan kebablsan karena ketegasan kamu yang sangat oper "


" Iya Om..."


" Smith...memang benar kalau Gatot itu pernah nginap dihotel prodeo secara gratis, dan om lah yang memasukkan dia secara gratis kesana, tapi bukan kamu yang salah disini, itu hanyalah kebetulan saja karena dia adalah keluarga kamu." Lanjut Papah Andre.


" Iya nak...Ayah tetap akan melajutkan pernikahan ini dan tidak akan membatalkannya, karena kamu dan Gatot itu adalah berbeda sifat walaupun kamu masih sedarah, kalaupun itu benar adanya kalau Gatot itu keluarga kamu, karena kamukan tidak pernah tahu keluarga Ayah ataupun ibu kamu." ucap Ayah Candra sembari berdiri dan duduk disamping calon mantu dan mengusap pundak Smith, Smith merasa terharu, dan dia hanya bisa menangis dalam hati


" Ya Allah begitu indah rencana yang engkau buatkan untuk ku, terimakasih ya Allah engkau pertemukan aku dengan orang-orang sebaik mereka yang memiliki hati yang luas dan kesabaran yang tak terbatas dengan apa pun." ucap batinnya sembari mengangguk dan mengusap wajahnya dengan pelan sembari mengucap.


" Alhamdulillah..."


" Iya ayah...terimakasih Ayah, Om Boby, Om Andre dan Om Yosep." ucapnya sembari menangkup kan kedua tangannya, dianggukkan oleh mereka semua.


" Smith, lebih baik kamu bawa kami menemui teman kamu itu dan memberitahukan dimana rumahnya si Gatot itu, biar kita bisa membuktika kalau dia adalah salah satu keluargamu, kalau benar dia keluarga kamu, apa salahnya dia kita minta untuk jadi saksi pernikahan kamu nanti." ucap Abi Yosep tersenyum sembari menatap para sahabatnya silih berganti dan mendapatkan anggukkan para sahabatnya semua.


" Ya Allah... mulia sekali hati mereka, orang yang sangat menyakiti mereka begitu mudahnya mereka memaafkannya dan bahkan mereka juga dengan ringannya mencari orang tersebut, ya Allah aku menyesal dengan perbuatan ku kala itu, jika aku bisa mengulang takdirku kala itu mungkin aku akan merasa behagia bisa berkumpul dengan orang-orang sebaik ini." ucap Pak Evan didalam batinnya sembari menarik nafasnya dengan begitu tenang dan leganya, selega pintu maaf dari mereka semua,sekarang diapun sudah berkumpul kembali dengan mereka dan bisa menghabiskan masa tuanya bersama anak dan cucunya dan lebih dia syukuri lagi dia bisa berkumpul dengan orang-orang yang sebaik dan pemaaf yaitu keluarga keempat laki-laki yang ada didepannya itu.


" Iya Om, baiklah Om saya akan hubugi teman saya itu, permisi ya Om saya menghubunginya diluar saja.' ucapnya tersenyum.


" Iya silahkan..." ucap papah Andre tersenyum.


Kemudian Delbert masuk kedalam bersama Bella sembari membawa sepiring makanan kecil yang dibuat mereka didapur rumah Abi Yosep, dan Delbert pun duduk bersama mereka, dan mereka pun mulai membicarakan hal yang penting dalam pernikahan mereka kembali. dan dengan diiringi senyuman dan gelak tawa mereka terdengar begitu bahagianya, terdengar sampai keluar dimana Smith sedang berbicara dengan sang teman.


" Yadi, aku ingin bertanya dengan kamu, dimana rumah paman ku itu?" tanyanya.


" Disamping rumahku sakarang ini, dia baru aja pindah beberapa bulan yang lalu."


" Darimana kamu tahu kalau itu adalah paman ku?"


" Aku sempat bercerita dengannya, dan dia juga sudah menceritakan semuanya dari dia pernah mengalami kejahatan dan sempat tinggal dipenjara dan dia juga merindukan saudaranya yang ada diluar Negeri yang tak pernah bertemu setelah kejadian itu, aku tidak tahu kejadian apa itu, saat aku bilang kalau aku pernah bekerja diluar negeri dimana sang adik berada dia pun memperlihatkan fhoto kedua orang tuamu,tapi aku bilang aku tidak kenal dengan alasan luar Negeri itu luas, dia hanya tersenyum saja, disitulah aku mengetahuinya kalau kamu itu adalah keluarganya yang tertinggal, setelah kamu bilang ingin menikah dan meminta aku untuk jadi saksi pernikahan kamu itu, aku langsung saja bilang kalau paman kamu masih ada." ucapnya membuat Smith sedih.


" Baiklah Smith aku akan menunggu kamu kesini, mampirlah kerumah aku dulu, katakan saja kapan kamu akan kerumah ku, dan ingin bertemu dengan paman mu." ucap Yadi.